Kamu akan dibenci karena Nama-Ku.

Pada Hari Natal II, renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 19:17-22 dengan thema:” Kamu akan dibenci karena Nama-Ku”. Hari ini Gereja merayakan pesta orang kudus Santo Stefanus sebagai martir pertama. Dalam Kisah Para Rasul disebutkan bahwa suatu saat Stefanus dihadapkan ke sidang Mahkamah Agama, karena Stefanus telah mengajar orang banyak dalam Nama Yesus. Ketika Stefanus dihadapkan dalam sidang mahkamah, kuasa Roh Kudus menguasai Stefanus, sehingga kata-katanya penuh hikmah. Berkat kata-kata Stefanus yang penuh hikmah, anggota mahkamah menjadi sangat tertusuk hati mereka. Stefanus yang penuh hikmat dari kuasa Roh Kudus menatap ke langit, dan menyaksikan kemuliaan Allah dan Yesus berdiri di sebelah kanan Allah. Stefanus berkata:” Sungguh aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah”. Atas perkataan itu, mereka berteriak-teriak dan sambil menutup telinga serempak menyerbu dia. Mereka menyeret dia ke luar kota, lalu merajam Stefanus hingga tewas. Peristiwa itu disaksikan oleh Saulus, yang kemudian bernama Paulus. Sementara dilempari, Stefanus pun berdoa:” Ya, Tuhan Yesus, terimalah rohku”.

Stefanus dirajam
Peristiwa perajaman Stefanus karena ia penganut Yesus Kristus. Ia mengabarkan tentang sosok Yesus orang Nazareth. Tentang hal ini, Yesus berkata kepada para murid-Nya:” Waspadalah terhadap semua orang! Sebab ada yang akan menyerahkan kamu kepada majelis agama. Dan mereka akan menyesah kamu di rumah ibadat. Karena Aku, kamu akan digiring ke muka para penguasa dan raja-raja sebagai suatu kesaksian bagi mereka dan bagi orang-orang yang tidak mengenal Allah”. Kemudian Yesus menambahkan:”Apabila mereka menyerahkan kamu, janganlah kamu khawatir akan bagaimana dan akan apa yang harus kamu katakan, karena semua itu akan dikaruniakan kepadamu pada saat itu juga. Karena bukan kamu yang berbicara, melainkan Roh Bapamu. Dialah yang akan berbicara dalam dirimu. Orang akan menyerahkan saudaranya untuk dibunuh; demikian juga seorang ayah akan menyerahkan anaknya. Dan kamu akan dibenci semua orang oleh karena Nama-Ku. Tetapi orang yang bertahan sampai pada kesudahannya, akan selamat”.

Sebagai umat beriman, tak ada salahnya kita selalu ‘eling lan waspada’ (suatu falsafah Jawa), yang artinya kita harus terus-menerus hati-hati dan waspada. Seperti dikatakan oleh Yesus sendiri, jaman antikris akan datang, dan sudah ada di tengah-tengah kita seperti tertulis di alam 1 Yoh 4. Banyak pengikut akan dibenci dan bahkan akan dibunuh, dan yang membunuh pun menganggap bakti kepada Allah (Yoh 16:2).

Masih dalam semangat Natal, mari kita belajar dari keteladanan Yesus yang selalu rendah hati. Lihatlah Ia terlahir dalam tempat yang sangat sederhana. ” Belajarlah kepada-Ku, karena Aku rendah hati dan lemah lembut” (Mat 11:29).

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan