translation services

Setelah tiga hari absen dari renungan harian , kembali renungan Kuasa Doa hari ini hadir kembali dengan thema ‘ Maria memuliakan Allah‘ yang merupakan inspirasi dari Injil Lukas 1:45-56. Barangkali inilah yang disebut ‘Kidung Maria’ yang sangat terkenal ini. Kidung Maria itu adalah sebagai berikut:” Jiwaku memuliakan Tuhan, hatiku bergembira karena Allah, Juru Selamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, karena Yang Mahakuasa telah melakukan perbuatan-perbuatan besar kepadaku, dan nama-Nya adalah kudus. Rahmat-Nya turun temurun atas orang yang takut akan Dia. Ia memperlihatkan kuasa-Nya dengan perbuatan tangan-Nya dan mencerai-beraikan orang-orang yang congkak hatinya; Ia menurunkan orang-orang yang berkuasa dari tahtanya, dan meninggikan orang-orang yang rendah; Ia melimpahkan segala yang baik kepada orang yang lapar, dan menyuruh orang yang kaya pergi dengan tangan hampa; Ia menolong Israel, hamba-Nya, karena Ia mengingat rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-Nya kepada nenek moyang kita, kepada Abraham dan keturunannya untuk selama-lamanya”.

Memuliakan Allah berarti berdoa. Injil Lukas ini menggambarkan bagaimana Bunda Maria berdoa untuk memuliakan Allah. Dalam doa, kita biasanya lebih terfokus pada permohonan, sementara kita jarang memuji dan memuliakan Allah. Doa Maria sangat indah setelah ia menerima khabar dari Malaikat Gabriel tentang tugasnya menghadirkan Mesias yang Kudus dari Allah dalam bentuk sebuah doa pujian. Maria menghaturkan pujian kepada Allah karena ia menyadari betapa istimewa kasih Allah yang telah diterimanya, bukan karena segala keinginannya selalu terpenuhi, namun karena Allah menyatakan kepadanya bahwa Ia selalu hadir dan menyertai perjalanan sejarah hidup manusia.

Bunda Maria seharusnya juga menjadi sumber keteladanan dalam hidup kita untuk dengan rendah hati selalu memuji dan memuliakan Tuhan karena kasih-Nya kepada kita semua. Kita bersyukur dan berterimakasih atas berkat kasih-Nya kepada kita semua yang tiada henti-hentinya, bahkan Allah mengutus Putera-Nya sendiri untuk tinggal di antara kita. Perayaan Natal yang akan segera kita peringati merupakan bentuk kasih Allah kepada manusia agar manusia percaya kepada-Nya agar mereka selamat. Putera Allah atau Mesias ini adalah jalan menuju keselamatan umat manusia dari cengkeraman dosa dan maut. Oleh karena itu, mari kita mempersiapkan bathin kita untuk menyambut Sang Mesias, Yang Kudus dari Allah yang datang untuk menyelamatkan kita semua.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan