Sabda-Ku takkan berlalu.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 21:29-33 dengan thema: ” Sabda-Ku takkan berlalu”. Dalam bacaan Injil Lukas hari ini, Yesus mengatakan:” Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula jika kalian melihat hal-hal itu terjadi, ketahuilah bahwa Kerajaaan Allah sudah dekat. Aku berkata kepada: ‘sungguh, angkatan ini takkan berlalu sebelum semuanya terjadi. Langit dan bumi akan berlalu, tetapi sabda-Ku takkan berlalu”.

Dalam kehidupan ini, kita diminta untuk melihat tanda-tanda zaman. Tanda-tanda itu dapat disaksikan melalui setiap peristiwa atau kejadian. Dalam bacaan ini, Yesus menegaskan bahwa langit dan bumi akan berlalu,tetapi sabda-Nya tidak akan berlalu. Artinya bahwa dunia ini akan hancur(lenyap), tetapi sabda Allah adalah kekal abadi. Sabda Tuhan tetap akan hidup. Dengan kata lain pula, apa yang kita lihat pada suatu saat semuanya akan lenyap.

Inspirasi bathin dari renungan Kuasa Doa hari ini antara lain kehidupan duniawi ini bersifat sementara, tidak ada yang abadi. Seperti diketahui bahwa di balik kehidupan jasmani yang bersifat sementara, ada kehidupan rohani yang harus dijaga. Segala harta kekayaan ini hanya sementara, tetapi menempatkan kehidupan secara rohani menjadi sangat penting pula.

Oleh karena itu, dalam kehidupan ini, tidak hanya berburu harta duniawi, kita juga sangat membutuhkan harta surgawi. Dalam hal ini Yesus menegaskan:” Manusia tidak hanya hidup dari roti, tetapi juga setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” ( Mat 4:4). Kita memang membutuhkan makan dan minum, supaya kita bisa bertahan hidup, tetapi tidak seluruh hidupnya dicurahkan kepada hal-hal yang menyenangkan secara jasmani. Kita juga butuh makan rohani. Makanan rohani yang paling menggetarkan jiwa antara lain ‘sabda Tuhan’ (Firman Allah). Firman atau sabda Allah adalah kekal. Oleh karena itu sangat penting dalam hidup ini kita memiliki sikap jelas. Kita memang bukan malaikat yang tidak memerlukan hal-hal yang duniawi. Namun kita juga bukan hewan yang hanya membutuhkan hal-hal duniawi semata. Kita masih membutuhkan hal-hal duniawi, tetapi bukan segala-galanya. Harta duniawi hanya sebagai sarana saja, bukan tujuan hidup manusia. Harta duniawi hanyalah sarana untuk terus memuji dan meluhurkan Nama Tuhan. Sekiranya hidup kita dikuasai oleh hal-hal yang bersifat duniawi, maka kita akan dipenjarakan, karena kita terperangkap dalam goda dunia yang pada akhirnya membawa kesesatan dan kehampaan.

Jika kita mendalami bacaan Injil hari ini serta meresapkannya, maka Sabda Tuhan kekal adanya seperti kebaradaan Tuhan sendiri sebagai ‘Alpha dan Omega’. Demikian pula keberadaan Yesus yang hidup, Dialah kekal, dan sabda-Nya dari dahulu dan sekarang mau pun yang akan datang. Ingatlah akan sebuah lagu “Firmanku”, pelita bagiku dan terang bagi jalanku. Walau kubimbang, dan hilang jalanku, tetaplah Kau di sisiku….”.

Kesimpulannya antara lain bahwa kita harus menilai tanda-tanda zaman, dan yang tak kalah pentingnya bahwa kita harus fokus bahwa tujuan hidup manusia pada akhirnya harus kembali kepada Sang Pencipta. Karena hidup ini singkat saja, maka kita harus berbuat baik sebanyak-banyaknya, dan terus menimba pengalaman rohani seluas-luasnya. Ingat kata-kata Yesus:” Langit dan bumi akan lenyap, tetapi sabda-Ku tidak akan berlalu”.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan