Yesus Raja Semesta Alam.

Hari Minggu ini Gereja merayakan Hari Raya Yesus Raja Semesta Alam. Dalam perayaan pesta ini, maka kalender liturgi Gereja diambil dari Injil Matius 25:31-46. Yesus sebagai raja, maka Yesus identitik dengan raja-raja pada umumnya yang mempunyai daerah kekuasaan, mempunyai kuasa memerintah, menghakimi, mengadili, dan mempunyai kuasa untuk menentukan nasib orang banyak.

Raja Semesta Alam, maka Yesus berkuasa full atas seluruh kehidupan semua orang saat hidup di dunia mau pun pada saat kematian kelak. Namun demikian kuasa-Nya bukan kuasa politis, tetapi kuasa rohani. Kuasa Yesus antara lain melayani dan mendampingi manusia saat hidup di dunia, agar manusia tidak jatuh dalam dosa. Dengan cara demikian, maka manusia akan hidup saleh dan suci, dan akan memasuki kerajaan-Nya di dalam surga nantinya. Namun, jika manusia menentang dan menolak-Nya, maka manusia akan jatuh dalam dosa. Dan hadiah manusia berdosa adalah api kekal neraka.

Bukti bahwa Yesus mempunyai kuasa atas alam semesta, kita ingat akan kisah Yesus yang bersama murid-Nya dihajar oleh angin ribut di danau Genesaret. Para murid ketakutan, sementara Yesus dengan tenang tidur di dalam kapal. Yesus kecapaian setelah mengajar orang banyak. Karena murid-Nya ketakutan, Yesus pun menggertak angin ribut, dan angin pun berhenti. Tentu kalau kita mengimani bahwa apa yang disampaikan adalah suatu kebenaran, bukan kisah fiktif, maka kita akan percaya bahwa Yesus yang oleh banyak orang hanya manusia biasa (paling banter seorang nabi sebagaimana orang kira) adalah sosok yang luar biasa. Allam bisa tunduk pada-Nya. Artinya Yesus itu memang datang dari Allah atau bahkan Allah sendiri.

Ketika Yesus mengusir roh-roh jahat, banyak orang mendengar sendiri bagaimana roh-roh jahat itu mengatakan:” Kami tahu bahwa Engkau adalah Yang kudus dari Allah”. Dari omongan roh-roh jahat, maka Yesus memang berasal dari Allah sendiri. Artinya bahwa Yesus punya kuasa atas setan-setan serta roh-roh jahat lainnya, yang tidak dimiliki oleh manusia-manusia atau nabi sekali pun.

Yesus juga punya kuasa untuk membangkitkan orang mati. Kematian adalah akhir dari kehidupan, bahwa semua orang akhirnya harus mati. Namun Yesus punya kuasa untuk menghidupkan atau membangkitkan orang mati. Lazarus, anak Yairus, dan pemuda dari Naim, adalah ketiga contoh sosok manusia yang dihidupkan oleh Yesus. Kemahakuasaan Yesus tak mungkin dimiliki oleh manusia biasa.

Mukjizat Yesus menyembuhkan berbagai sakit penyakit yang tak mungkin disembuhkan oleh dokter (tabib), membutkikan bahwa kuasa Yesus yang dimiliki-Nya adalah kuasa Allah (Ilahi), yang taku mungkin dimiliki oleh manusia.

Dari kisah-kisah mukjizat di atas, maka Yesus adalah sungguh manusia dan sungguh Allah. Kealahan Yesus memang dipertanyakan oleh banyak orang, bahkan ditolak-Nya. Sebagai orang beriman, kita memang harus berani berbeda dengan orang lain, artinya, kita percaya bahwa Yesus itu sungguh manusia dan sungguh Allah yang merendahkan diri-Nya sebagai manusia.

Hari Minggu ini sebagai Hari Raya Yesus sebagai Raja Semesta Alam, maka berakhirlah seluruh kelender liturgi Gereja tahun, karena minggu depan kita sudah memasuki kalender liturgi baru, karena Minggu depan kita

Tinggalkan Balasan