(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Perjamuan dalam Kerajaan Allah.

Posted at 4 November, 2014 by Justinus on category Renungan
translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 14:15-24 dengan thema:” perjamuan dalam Kerajaan Allah”. Pada suatu saat Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus:” Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah”.

Berbicara tentang perjamuan Kerajaan Allah, setiap orang diundang untuk hadir dan menikmati kebahagiaan itu. Namun mereka menolak undangan itu, dengan berbagai alasan. Pada hal undangan keselamatan itu sangat penting, agar mereka selamat. Namun demikian lebih suka mementingkan dirinya sendiri, lebih senang dengan kesibukan sendiri. Pada hal nilai kebahagiaan itu terletak pada kebahagiaan bersama dengan Allah di dalam Kerajaan Surga. Sayang, undangan keselamatan itu terhalangi oleh kesibukan terhadap diri sendiri dan kenikmatan di dalamnya.

Pada dasarnya Rumah Tuhan sangat besar yang dapat menampung semua orang. Namun berbagai alasan yang disampaikan, menjadikan Rumah Tuhan tidak berisi penuh. Dengan demikian, tidak semua orang akan menikmatai kebahagiaan itu bersama Bapa di surga. Pada hal Bapa di surga sangat berharap semua orang memasuki pintu Kerajaan Surga dan berbahagia bersama para kudus di surga.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta orang kudus yakni Santo Carolus Boromeus, seorang uskup dan pengaku iman. Dia adalah tokoh Konsili Trente yang mendesak agar hasil konsili segera dilaksanakan. Yang menarik dari kehidupan St. Carolus Boromeus antara lain adalah ia sangat menyadari kebutuhan umatnya, hidup sangat sederhana, setiap harinya ia berdoa berjam-jam, dan menjalani matiraga yang keras. Santo Carolus Boromeus dengan gigih memperbaharui keuskupan dan mendidik anak-anak yang kurang mendapat pendidikan iman Katholik, bahkan konon anak itu membuat tanda salib saja tidak bisa. Gereja sepi dari kunjungan umat dan bahkan gereja telah diubah menjadi toko atau fugnsi alinnya. Carolus telah memberikan kepada para imam dalam semangat doa, dan pengajaran iman dan rajin mengaku dosa.

Zaman ini Gereja membutuhkan orang seperti St. Carolus Boromeus. Namun demikian. tidak banyak orang yang bersedia hidup dalam semangat Carolus Boromeus, karena selalu mencari alasan sebagaimana dalam kisah Injil hari ini. Mereka selalu mencari alasan untuk menjawab undangan Tuhan dalam perjamuan.

Undangan perjamuan itu juga disampaikan kepada kita semua, apakah kita menanggapi undangan itu khususnya untuk bekerja dalam kebun angggur-Nya.

Apakah kita juga merasa menerima undangan itu? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa, Tuhan memberkati.-***

Adsense Indonesia







UA-43404914-1