Tanda-tanda zaman!!!

Renungan Kuasa Doa hari Minggu Adven pertama ini diangkat dari Injil Markus 13:33-37 dengan thema:” Tanda-tanda zaman”. Injil Markus hari ini Minggu ini menekankan arti pentingnya untuk berjaga-jaga. Mengapa demikian. Berikut ini kisahnya. Sekali peristiwa Yesus bersabda kepada para murid-Nya:” Hati-hatilah dan berjaga-jagalah! Sebab kamu tidak tahu bilamana waktunya tiba.

Berjaga-jagalah!!!

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Lukas 21:34-36 dengan thema ‘berjaga-jagalah’. Injil Lukas hari ini mengisahkan tentang Yesus yang berbicara kepada murid-murid-Nya dengan mengatakan:”Jagalah dirimu, jangan sampai hatimu sarat dengan pesta pora dan kemabukan serta kepentingan-kepentingan duniawi, dan jangan sampai hari Tuhan tiba-tiba datang jatuh ke atas

Sabda-Ku takkan berlalu.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 21:29-33 dengan thema: ” Sabda-Ku takkan berlalu”. Dalam bacaan Injil Lukas hari ini, Yesus mengatakan:” Perhatikanlah pohon ara atau pohon apa saja. Apabila kalian melihat pohon-pohon itu sudah bertunas, kalian tahu dengan sendirinya bahwa musim panas sudah dekat. Demikian pula

Menjadi Saksi Kristus.

“Menjadi saksi Kristus” adalah thema Kuasa Doa hari ini. Thema ini merupakan inspirasi bathin dari bacan Injil Lukas 21:12-19. Injil Lukas hari ini masih berbicara tentang kelanjutan kondisi akhir zaman. Menjelang akhir zaman, Yesus juga menubuatkan tentang adanya penganiayaan terhadap para pengikut Kristus. Tentang hal ini Yesus berkata demikian:” Akan

Yesus Raja Semesta Alam.

Hari Minggu ini Gereja merayakan Hari Raya Yesus Raja Semesta Alam. Dalam perayaan pesta ini, maka kalender liturgi Gereja diambil dari Injil Matius 25:31-46. Yesus sebagai raja, maka Yesus identitik dengan raja-raja pada umumnya yang mempunyai daerah kekuasaan, mempunyai kuasa memerintah, menghakimi, mengadili, dan mempunyai kuasa untuk menentukan nasib orang

Hidup baru di dunia lain.

Hari ini liturgi Gereja diambil dari bacaan Injil Lukas 20:27-40 dengan thema ‘Hidup baru di dunia lain’. Thema ini merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas, ketika orang-orang Saduki suatu saat datang kepada Yesus bertanya:” Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini’ Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri

Rumahku adalah rumah doa.

Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Sebagaimana keluarga-keluarga Yahudi yang sangat menuruti hukum Taurat, demikian pula Yoakim dan Anna, orang tua Santa Perawan Maria memiliki kesalehan yang sama yakni dengan mempersembahkan Santa Perawan Maria kepada Allah dalam Bait Allah. Berkaitan dengan perayaan Gereja tentang ‘Santa Perawan

Yesus Menangisi Yerusalem.

Kuasa Doa hari menyampaikan renungannya dengan thema:” Yesus menangisi Yerusalem’ yang merupakan inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas 19:41-44. Perhatikan kata-kata Yesus hari ini. Andaikan pada hari ini juga engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!”. Dalam tangis-Nya, Yesus berduka karena senyatanya Yerusalem tidak tahu apa yang perlu untuk

Menjadi hamba yang setia.

Thema Kuasa Doa hari ini adalah ‘menjadi hamba yang setia’, yang merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas 19:11-28. Yesus hari ini kembali memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang diumpakan seorang bangsawan yang hendak beberpgian ke luar negeri. Maka dipanggillah sepuluh hambanya, dan masing-masing diberinya satu mina. Sekembalinya dari luar negeri,

Hukuman bagi yang malas

Renungan Kuasa Doa pada hari Minggu ke XXXIII diangkat dari Injil Matius 25:14-30 dengan thema:” Hukuman bagi yang malas”. Thema ini diangkat dari Injil Matius yang mengisahkan sebuah perumpamaan tentang Kerajaan Allah kepada para murid-Nya. Perumpamaan itu sbb:” Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri,

Ketekunan dalam doa.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini berthemakan ‘ketekunan dalam doa’ yang merupakan inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas 18:1-8. Tentang hal ini, Yesus memberikan perumpamaan berikut kepada para murid-Nya, kata-Nya:” Di suatu kota ada seorang hamkim yang tidak takut Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula

Antara hamba dan majikan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 17:7-10 dengan thema:” Antara hamba dan majikan”. Injil Lukas hari ini mengajarkan kepada kita semua bagaimana seharusnya relasi antara dan hamba dan majikannya. Tentang hal ini, Yesus berbicara kepada murid-Nya, kata-Nya:”Siapa di antaramu yang mempunyai seorang hamba, yang membajak atau

Jangan menjadi batu sandungan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 17:1-6 dengan thema:” Jangan menjadi batu sandungan”. Tentu kita akan bertanya, bagaimana ini. Begini kisahnya. Yesus suatu ketika mengajar murid-Nya dengan mengatakan:”Tak mungkin tidak akan ada penyesatan”. Tentang hal ini Yesus mengatakan ‘celakalah orang yang menyebabkannya’. Kemudian Yesus menambahkan, kata-Nya’

Syarat Menjadi Murid Yesus.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 14:25-35 dengan thema:” syarat menjadi murid Yesus”. Melalui Injil Lukas hari ini,Yesus berbicara tentang syarat-syarat menjadi murid-Nya. Kisah mengenai undangan ke perjamuan oleh dikaitkan dengan ucapan lain yang mengungkapkan kesungguhan menjadi murid Yesus. Panggilan untuk mengikuti Yesus tidak dapat ditangggapi

Perjamuan dalam Kerajaan Allah.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 14:15-24 dengan thema:” perjamuan dalam Kerajaan Allah”. Pada suatu saat Yesus diundang makan oleh seorang Farisi. Sementara perjamuan berlangsung, seorang tamu berkata kepada Yesus:” Berbahagialah orang yang akan dijamu dalam Kerajaan Allah”. Berbicara tentang perjamuan Kerajaan Allah, setiap orang diundang untuk

Kehormatan dan Pujian Duniawi.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Lukas 14:12-14 dengan thema:” kehormatan dan pujian duniawi”. Apa maksudnya ini? Pada suatu hari Yesus bersabda kepada orang-orang Farisi yang mengundang Dia untuk makan. Dalam kesempatan ini Yesus menegaskan:”Bila engkau mengadakan perjamuan siang dan malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum

Pesta Semua Orang Kudus.

Hari ini sesuai dengan Kalender Liturgi, Gereja merayakan pesta semua orang kudus. Berikut ada beberapa catatan tentang penetapan Hari Raya semua orang kudus. Penetapan tanggal 1 November sebagai Hari Raya Semua Orang Kudus berkembang seturut berjalannya waktu. Paus Gregorius III (731-741) mempersembahkan suatu oratorium di Basilika St Petrus yang asli