Pohon dikenal dari buahnya

Kuasa Doa hari ini ingin memberikan renungan yang bertemakan:”Pohon dikenal dari buahnya”, yang diangkat dari Injil Lukas 6:43-49. Inti dari Injil Lukas hari ini antara lain adalah bagaimana Yesus memberikan wejangan (ajaran) kepada para murid-Nya. Wejangan yang disampaikan oleh Yesus antara lain tentang ‘pohon yang baik’. Dikatan-Nya begini:” Tidak ada pohon yang baik yang menghasilkan buah yang tidak baik. Sebab setiap pohon dikenal dari buahnya. Orang yan baik mengeluarkan barang yang baik dari perbendaharan hati yang baik. Tetapi orang yang jahat mengluarkan barang yang jahat dari perbendaharaan hatinya yang jahat. Sebab yang diucapkan mulut itu meluap dari hati”.

Buah-buah yang baik yang terungkap dalam tindakan sehari-hari tentu berasal dari hati yang baik. Kebaikan itu diperoleh dari sang sumber kebaikan yakni Allah sendiri. Oleh karena itu, sangatlah perlu untuk selalu menjalin persekutuan dengan sumber kebaikan kebaikan. Ini semua bisa dikerjakan dengan mengisi hati kita dengan Firman Tuhan.

Berbicara tentang pohon yang baik tergantung dengan kualitas bibitnya. Jika pohon itu berasal dari bibit yang unggul, tentu akan menghasilkan buah yang baik pula. Mengutip sang mulut emas yakni Yohanes Krisostomus adalah satu bibit unggul dalam gereja. Kotbah-kotbahnya yang menyentuh dan menggerakkan adalah bukti bahwa perbendaharaan hatinya sangat baik. Kotbah-kotbah dan wejangannya menjadikan banyak orang untuk bertobat dan kembali kepada Tuhan.

Bagaimana agar kita menghasilkan buah yang baik. Ibarat sebuah pohon, jila bibitnya sudah baik, maka harus juga dipupuk yang baik baik pula. Untuk menjadi pohon (orang) yang baik, maka harus terus dipupuk yang baik yakni Firman Tuhan, karena Firman Tuhan adalah ajaran Tuhan sendiri sebagaimana tertuang di dalam Kitab Suci. Firman Tuhan seharusnya tidak kita pakai sebagai ‘senjata rohani’, tetapi juga sebagai ‘pupuk’ rohani bagi kehidupan kita.

“Pohon dikenal dari buahnya’, harus dimaknai bahwa sebuah kehidupan itu harus menghasilkan buah yang baik. Dan buah yang baik itu akan berdampak dalam seluruh kehidupannya. Dalam buah yang baik itu melekat sumber kabaikan yakni Tuhan sendiri. Kita harus yakin bahwa kebaikan itu berasal dari Tuhan sendiri, karena tak mungkin Tuhan mengajarkan hal-hal yang tidak baik. Oleh karena itu, ada baiknya hidup kita harus selalu bersumber pada ajaran Tuhan sendiri (Firman Tuhan). Berkaitan dengan hal ini, Yesus juga menegaskan:”Mengapa kalian berseru kepada-Ku, “Tuhan, Tuhan”, pada hal kalian tidak melakukan apa yang Ku-katan?. Setiap orang yang datang kepada-Ku dan mendengarkan sabda-Ku serta melakukannya, maka orang seperti itu ibaratnya mendirikan rumah di atas batukarang, dan bukan di atas pasir.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan