translation services

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diangkat dari bacaan Injil Matius 13:1-9 dengan thema:” Yesus Sang Penabur”. Yesus hari ini mau memberikan pengajaran kepada orang banyak dengan sebuah perumpamaan. Dalam ajaran-Nya, Yesus banyak mempergunakan perumpamaan, karena tidak semua orang lansung mengerti maksud dari perumpamaan itu. Hari Minggu ini Yesus mengajarkan kepada orang banyak (termasuk kita) tentang perumpamaan Sang Penabur. Penabur ini menabur benih, dan sebagian benih itu ada yang jatuh di pinggir jalan, ada yang jatuh di tanah bebatuan, ada pula yang jatuh di antara semak berduri serta yang jatuh di tanah yang subur.

Yesus Sang Penabur .
Apa makna perumpamaan itu? Pada dasarnya Tuhan berkehendak untuk memberikan yang terbaik untuk dunia. Yesus Sang Penabur telah menaburkan benih Sabda kepada siapa saja. Benih Sabda ini adalah Sabda yang membawa keselamatan bagi mereka yang menerima dan melakukannya. Namun demikian, tidak semua benih Sabda yang ditabur akan tumbuh dan menghasilkan buah yang baik. Dengan demikian, ada hati manusia yang berbatu, berkerikil dan bersemak duri.

Benih yang jatuh di pinggir jalan.
Maksud dari perumpamaan ini antara lain bahwa benih itu jatuh di hati orang yang tertutup dan tidak membuka pintu hatinya atas kehadiran Tuhan dalam rupa benih Sabda. Yesus mengecam orang Farisi dan ahli-ahli Taurat yang merasa sudah mengerti ajaran dan hukum Tuhan tetapi menutup pintu atas kebenaran yang diajarkan oleh Yesus. Mereka terus berusaha untuk mendengarkan, tetapi tidak berusaha untuk mengerti. Mereka beranggapan bahwa kelompok ini merasa tidak membutuhkan benih Sabda itu, karena sudah mantap dan benar. Oleh karena itu, kelompok ini menolak mentah-mentah mengimani Firman yang disampaikan oleh Yesus.

Benih yang jatuh di tanah berbatu-batu.
Makna perumpamaan ini antara lain adalah tentang benih Sabda yang didasari oleh sifat emosional belaka. Banyak orang ramai-ramai datang dan tertarik akan kehebatan Yesus. Mereka menyaksikan kehebatan Yesus. Mereka ini tersentuh sesaat, memperoleh kesembuhan dari penyakitnya. Setelah sembuh karena Yesus, lalu mereka pergi dan tidak kembali lagi. Pada dasarnya Yesus mengharaapkan mereka ini meneima benih Sabda tidak berdasrkan emosional semata, dan mengharkan kecerdasan iman.

Benih yang jatuh di semak berduri
Makna perumpamaan itu antara lain adalah tentang benih Sabda yang diterima oleh mereka yang hidupnya bergaya moderen, di mana kenikmatan dunia terus mengalir di antara mereka. Orang yang bergaya moderen selalu pragmatis. Mereka tidak punya waktu untuk berdoa, membaca Kitab Suci, serta ketertarikan terhadap pelayanan dan perhatian terhadap sesama. Benih Sabda Tuhan dikalahkan oleh kesibukan pekerjaan, karena kekhawatiran akan hidup dunia.

(em>Benih yang jatuh di tanah subur
Perumpamaan ini dimaknai dengan benih Sabda yang menghasilkan buah yang berlimpah. Kelompok ini adalah mereka yang mau membuka hati dan pikiran atas kehadiran Tuhan dengan mendengarkan dan melaksanakannya. Dengan mendengarkan dan melaksanakan Sabda Tuhan, mereka berkeyakinan akan berbuah melimpah dan juga menjadi berkat bagi sesamanya.

Sebagai instrospeksi, benih Sabda yang manakah yang ada di dalam kita? Di pinggir, di tanah yang bebatuan, di antara semak berduri atau di tanah yang subur. Anda sendirilah yang menilai.

Jangan lupa bahwa setiap saat Tuhan terus menaburkan benih Sabda-Nya dalam bentuk kebaikan dan rahmat-Nya. Pertanyaannya adalah seberapa banyak benih Sabda dan rahmat itu tinggal di dalam diri kita. Oleh karena itu, marilah dengan rendah hati, kita bersedia membuka hati untuk mendengar dan melaksanakan benih Sabda untuk menyonsong hari esok di dalam Kerajaan Surga. Untuk itu kita haruss-menerus untuk mendengarkan dan melaksanakan benih Sabda yang ditaburkan oleh Yesus Sang Penabur tresebut.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Tinggalkan Balasan