(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:”Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia”.

Posted at 30 April, 2014 by Justinus on category Renungan
translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Yohanes 3:16-21 dengan thema:” Allah mengutus Anak-Nya untuk menyelamatkan dunia”. Thema ini merupakan bagian dari percapakan Yesus dan Nikodemus. Yesus juga menambahkan bahwa begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal. Tujuan utama Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghukum atau menghakimi dunia, tetapi untuk menyelamatkannya. Kemudian Yesus menambahkan barangsiapa yang percaya kepada-Nya tidak akan dihukum, sebaliknya barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam Nama Anak Tunggal Allah. Hukuman itu ia akan berada di dalam kegelapan bukan dalam terang, sehingga perbuatan yang jahat itu tidak diketahui. Orang seperti ini perbuatannya membenci terang, supaya perbuatannya tidak dilihat orang.

Sebagai pengikut Kristus, Allah yang terpancar dalam diri Yesus Kristus adalah Allah yang kasih, bukan Allah yang suka menghukum. Kasih Allah yang sedemikian besar itu sampai-sampai Ia mengurbkan Anak-Nya sendiri demi keselamatan dunia.

Sejarah menunjukkan betapa banyak orang yang tidak percaya akan keselamatan yang dikerjakan oleh Allah. Namun demikian tidak sedikit pula yang tidak percaya akan keselamatan Allah yang dikerjakan oleh Allah melalui Yesus Kristus. Semalam Kuasa Doa baru bincang-bincang dengan teman-teman mengenai banyak orang tidak percaya akan Keilahian Yesus Kristus. Mereka mengatakan bahwa tidak ada bukti tertulis jelas bahwa Yesus itu Allah yang minta disembah. Orang-orang ini tidak beda jauh dengan orang-orang Farisi yang minta tanda surgawi kepada Yesus. Namun Yesus tidak memberi tanda itu. Tanda itu nyata dengan perbuatan-perbuatan dan mukjizat yang dibuat oleh Yesus, tetapi mereka tetap tidak percaya. Percakapan Nikodemus seorang Farisi dengan Yesus begitu jelas bahwa rahasia Allah tidak akan mudah ditangkap oleh manusia. Rahasia Allah akan mudah ditangkap bukan dengan akal manusia yang terbatas, karena misteri Allah di luar akal manusia. Oleh karena itu Yesus sering berbicara tentang hati atau iman. Mengapa? Karena iman itu mampu mengatasi segala logika manusia. Iman adalah kepercayaan bathin manusia, dalam artian kita dapat menangkap misteri Allah itu dalam Roh dan Kebenaran. Manusia itu terdiri atas jiwa, raga dan roh. Dalam hidup kita, kita lebih mengutamakan hal-hal yang bersifat duniawi, dan bukan hal-hal yang bersifat rohani. Sekiranya kita berbicara tentang rohani, maka kita berbicara tentang roh. Tentu kita akan bertanya lebih lanjut? Apakah itu roh sampai akhirnya kita sampai pada suatu kesimpulan bahwa Allah itu akan dipahami dalam Roh. Karena Allah itu Roh, maka kita akan dapat mengerti kalau kita menyembah dalam Roh dan Kebenaran. Karena kita ini adalah manusia, maka kita akan bertanya lebih lanjut bagaimanakah gambaran Allah itu? Kita sering berbicara Allah itu mahakasih, maha agung, maha rahim dan maha-maha lainnya. Gambaran Allah yang mahakasih itu tentu tak terlepas pikiran manusia tentang gambar Allah sebagai Manusia. Gambar Allah sebagai sosok manusia itu tercermin pada Diri Yesus Kristus, yang kebenaran-Nya dipertanyakan banyak orang. Apakah Yesus itu adalah Allah atau bukan itu, akan datang dari pengakuan yang melihat, orang yang mendengar, dll. Tentu Yesus sebagai Anak Manusia tidak mau menonjolkan diri misalnya mengatakan “Sembah Aku, Aku ini Allah”. Yesus tentu saja tidak seperti itu. Biarlah para pengikut-Nya membuka hati dan mengerti dan mengikuti teladan-Nya. Karena Yesus sendiri mengatakan bahwa kesaksian manusia tidak dibutuhkan. Tapi apa yang dikerjakan oleh Yesus melalui pengajaran, mukjizat-mukjizat yang diperbuat-Nya, serta ajaran hidup-Nya, itulah keteladanan yang harus diikuti. Apa yang dikerjakan oleh Yesus adalah jalan, kebenaran dan hidup. Jika semua berharap untuk memasuki Kerajaan Allah, maka kita berpikir ulang dalam menjalani kehidupan ini. Khabar gembira (Injil) yang disampaikan oleh Yesus adalah warta gembira bagaimana agar setiap orang selamat dan memasuki Kerajaan Allah. Tentu untuk memasuki Kerajaan Allah ada persyaratan yang harus dipenuhi oleh setiap orang, karena jika persyaratan itu tidak dipenuhi, maka tentu saja sulit untuk selamat atau untuk memasuki Kerajaan Allah.

Oleh karena itu, dalam ajaran-Nya Yesus mengatakan:”Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Apakah kita mengerti tentang hal ini. Semoga saja!!!

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***







UA-43404914-1