(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:” Yesus mengutus para murid-Nya pergi berdua-dua”.

Posted at 6 Februari, 2014 by kuasa on category Renungan
translation services

Paulus MikiRenungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Markus 6:7-13, dengan thema:” Yesus mengutus para murid-Nya pergi berdua-dua”. Thema ini diangkat dari kisah Yesus yang memanggil para murid-Nya untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Dalam tugas pewartaan itu, Yesus menugaskan untuk pergi berdua-dua. Selain diberikan syarat untuk pergi berdua-dua, juga ada persyaratan lain yang harus dipenuhi yakni tidak boleh membawa pakaian lebih dari satu, tidak memboleh membawa uang. Sekiranya para murid itu tidak diterima, kebaskan debu kaki sebagai peringatan atas mereka”.

Dalam tugas pewartaan itu, Yesus memberikan bekal ‘kuasa dan tenaga Ilahi”, untuk mengusir roh-roh jahat serta membuat mukjizat lainnya.

Apa makna perikopa Injil Markus hari ini? Setelah Yesus ditolak di Nazareth, maka sudah saatnya Ia mengutus para murid-Nya untuk pergi berdua-dua. Mengapa berdua-dua? Tentu saja dengan berdua-dua, maka jika salah seorang sakit, dapat digantikan yang lain. Sekali lagi dua itu lebih baik dari pada satu (sendirian). Dalam tugas perutusan itu, para murid harus sepenuhnya percaya kepada penyelenggaraan Ilahi, oleh karena itu, mereka tidak boleh membawa perlengkapan apa pun. Dalam Injil Matius bahkan dikatakan bahwa mereka itu diutus seperti domba ke tengah-tengah serigala. Dengan kata lain, tugas perutusan itu cukup berat. Oleh karena itu, karena tugas itu begitu berat, maka mereka harus sepenuhnya bergantung kepada penyelenggaraan Ilahi. Yesus sendiri sudah sepenuhnya memberikan kuasa dan tenaga Ilahi.

Hari ini Gereja merayakan orang suci yakni Santo Paulus Miki dan teman-temannya dari Jepang. Pada tanggal 5 Pebruari 1597 hukuman mati di salib atas 26 martir di Nagasaki, Jepang.Pelaksanaan hukuman mati ini dilakukan oleh penguasa Jepang yang dikenal dengan nama Talkosama.

Paulus Miki harus menjalani hukuman mati pada urutan ke 6 dari 26 orang kudus itu. Menjelang kematiannya Paulus Miki berseru:” Agama Kristen mengajarkan agar kita mengampuni musuh-musuh kita dan semua yang orang yang bersalah kepada kita. Oleh karena itu, saya mengampuni Talkosama. Saya mendambakan semua orang Jepang masuk Kristen”. Begitu selesai mengucapkan kata-kata itu, Paulus Miki mengarahkan jiwanya ke surga dan berkata:” Tuhan ke dalam tangan-Mu aku menyerahkan jiwaku. Datanglah menyambutku, ya para kudus Allah…”.

Paulus Miki dan kawan-kawannya adalah kepanjangan tangan Kristus untuk mewartakan Injil Kerajaan Allah. Seperti sudah disampaikan di atas, bahwa tugas perutusan ini adalah seperti domba yang dilempar ke tengah serigala. Artinya ada konsekuensi berat yang harus ditanggung oleh para pengikut Kristus. Ada begitu banyak para kudus yang menderita dan mati sebagai martir karena memberitakan Injil Kerajaan Allah.

Apakah kita juga masih bersedia untuk mewartakan Kerajaan Allah dengan caran kita masing-masing? Andalah yang menjawabnya.

Demikianlah renungan singkat hari ini, Tuhan memberkati.-***

Marilah kita berdoa (oratio):

Allah Bapa yang mahakasih, curahkanlah Roh-Mu yang kudus ke dalam hidupku agar aku tidak menyia-nyiakan kepercayaan yang telah Engkau karuniakan kepadaku untuk menjadi utusan-Mu di tengah-tengah dunia yang semakin menantang imanku. Hanya kepada-Mu yang menjadi bekal dan sumber kekuatanku, melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantaraku, amin.







UA-43404914-1