(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:” Mana lebih mudah “Dosamu diampuni atau bangunlah dan berjalanlah”.

Posted at 9 Desember, 2013 by Justinus on category Renungan
translation services

yesus menyembuhkan si lumpuhRenungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 5:17-26, dengan thema:” Mana lebih mudah’ dosamu telah diampuni ‘ atau ‘ bangunlah dan berjalanlah”. Kisah ini diambil dari kisah Yesus yang sedang mengajar orang banyak. Di antara pendengar itu terdapat pula orang-orang Farisi dan ahli Taurat yang berdatangan dari berbagai daerah seperti dari Galilea, Yudea dan Yerusalem.

Seperti biasa Yesus menyembuhkan mereka yang sakit. Kebetulan hari itu, ada begitu banyak orang yang datang dan mendengarkan pengajaran Yesus. Waktu itu ada seorang yang lumpuh yang ingin pula disembuhkan. Namun karena begitu banyak orang, maka si lumpuh itu sulit untuk dibawa ke hadapan Yesus. Maka dicarilah idea untuk membawa si lumpuh itu dengan menurunkan dia melalui atap rumah. Rumah itu dibongkar atapnya, sehingga ia dapat diturunkan persis di hadapan Yesus. Ketika Yesus menyaksikan hal itu, maka tergeraklah hati-Nya kepada si lumpuh dengan mengatakan:” Hai saudara-Ku, dosamu sudah diampuni”. Nampaknya orang Farisi dan ahli Taurat mendengar perkataan Yesus itu, sehingga mereka bergumam:” Siapakah yang menghujat Allah ini? Siapa yang dapat mengampuni dosa selain Allah sendiri?” Yesus pun mengetahui hati busuk mereka. Mereka datang ke tempat Yesus mengajar bukan untuk mendengarkan ajaran Yesus, tetapi untuk mencobai-Nya atau menjebak-Nya. Yesus tahu persis apa yang ada di dalam lubuk hati mereka. Kemudian Yesus pun berkata:”Apa yang kalian pikirkan dalam hati? Manakah lebih mudah mengatakan:” Dosamu sudah diampuni’, atau mengatakan. ‘bangunlah dan berdirilah’. Kemudian Yesus melanjutkan dengan mengatakan:” Supaya kalian tahu bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa”. Lalu Yesus pun berpaling kepada si lumpuh:”Angkatlah tempat tidurmu dan pulanglah ke rumah”. Seketika itu pula si lumpuh bangun dan berjalan. Orang banyak menyaksikan peristiwa itu dan mereka takjub lalu mereka memuji dan memuliakan Allah. Ada sesuatu yang luar biasa. Hari ini kita telah menyaksikan hal-hal yang sangat menakjubkan”.

Apa makna perikopa Injil Lukas hari ini? Kita mau dibawa ke mana melalui ajaran Yesus kali ini? Ada banyak hal kita dapatkan dari ajaran Yesus melalui Injil Lukas hari ini. Tapi mari kita membatasi sesuai dengan thema hari ini yakni ‘Mana lebih mudah “Dosamu sudah diampuni” atau “ bangunlah dan berdirilah”. Kita mengimani bahwa Yesus yang akan kita rayakan kedatangan-Nya pada Natal yang akan datang, bukanlah sekedar manusia biasa, tetapi Manusia Yang Luar Biasa’. Ia adalah Allah yang merendahkan Diri menjadi manusia biasa. Ia setara dengan manusia lainnya kecuali dalam hal dosa. Yesus sendiri sudah menyatakan bahwa Anak Manusia mempunyai kuasa mengampuni dosa. Lukas suka menggunakan kata “Anak Manusia” untuk Yesus, yang juga disampaikan oleh nabi Daniel. Hal ini untuk diketahui bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Pernyataan diri Yesus bahwa Anak Manusia mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa manusia untuk membuktikan bahwa Ia bukan hanya manusia biasa, tetapi Allah yang empunya kuasa untuk mengampuni dosa manusia.

Kalau kita beranggapan bahwa Yesus itu hanya manusia biasa, maka anggapan itu sama dengan gumaman orang Farisi dan ahli Taurat bahwa hanya Allah yang punya kuasa mengampuni dosa. Tapi jangan lupa bahwa orang Farisi dan ahli Taurat itu kini bermunculan di mana-mana, dan makin gencar menyerang pandangan bahwa Yesus itu adalah Allah yang menjadi manusia.

Namun marilah kita juga merendahkan diri kita, bahwa hanya imanlah yang akan mampu kita memahami bahwa Yesus Kristus itu adalah Tuhan semesta alam. Secara logika pun dapat dikaji bahwa Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia. Oleh karena itu Yesus tidak hanya punya kuasa untuk mengampuni dosa tetapi juga punya kuasa untuk menyembuhkan segala sakit penyakit. Dan ini sudah terbukti dalam seluruh Kitab Suci.
Perjuangan si lumpuh agar disembuhkan memberikan pembelajaran kepada hidup kita bahwa hidup itu adalah sebuah perjuangan. Kita tidak bisa serta merta hidup instan. Kalau ingin menjadi kaya, ya harus bekerja keras, yang akhirnya kita kaya. Demikian pula, jika ingin hidup dalam kekudusan, ya harus mengikuti ajaran Yesus bagaimana mencapai kekudusan hidup ini. Semuanya harus melalui sebuah perjuangan yang keras. Yesus sendiri pernah mengatakan:”Berjuanglah melalui jalan yang sempit itu untuk memasuki Kerajaan Surga”. Lagi-lagi ada penekanan bahwa segala sesuatu yang kita hasilkan harus melalui suatu usaha yang keras. Iman si lumpuh memberikan inspirasi tentang hal ini.

Demikianlah renungan singkat hari ini, Tuhan memberkati kita semua.-***

Doa,
Bapa di surga, syukur kupanjatkan kepada-Mu hari ini. Engkau telah memberikan keteladanan iman melalui si lumpuh dan orang-orang yang menggotongnya sampai di hadapan-Mu dan Engkau tidak hanya menyembuhkan, tetapi juga mengampuni dosa-dosanya. Tambahkan iman itu kepadaku melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Juru Selamatku, amin.







UA-43404914-1