translation services

Basilika Latheran
Basilika Latheran
Renungan Kuasa Doa ini diambil dari Injil Yohanes 2: 13-22 dengan tema :”Mereka percaya akan Kitab Suci dan akan perkataan Yesus”. Tema ini diangkat dari kisah Yesus yang berbicara kepada orang banyak di Bait Allah. Pada kesempatan itu Yesus sempat marah dan mengobrak-abrik Bait Allah, karena Bait Allah sebagai tempat suci dimanfaatkan sebagai tempat berjualan (berdagang). Kondisi ini pula yang menjadikan masyarakat serta orang banyak menjadi sangat marah kepada Yesus. Tentu saja apa yang diperbuat Yesus ini mempunyai makna simbolis.

Apa makna semuanya ini?

Bait Allah adalah pusat ibadat dan korban tempat kehadiran Allah, dan oleh karena itu tempat itu harus disucikan. Kehancuran Bait Allah secara fisik adalah kehancuran spiritual bagi Israel.
Pembersihan Bait Allah secara fisik mengingatkan kita akan tindakan simbolis yang dilakukan oleh para nabi.Tindakan Yesus ini merupakan suatu tanda.Bait Allah akan segera dirusak dan perlu di bersihkan dan fungsi ini akan digantikan oleh tubuh Kristus yang bangkit.Yesus naik ke Yerusalem pada waktu Paskah saat permulaan karyanya.

Hari ini Gereja merayakan pesta pemberkatan Gereja Basilika Latheran. Ini adalah gereja pertama Sri Paus
di Roma yang menjadi induk dari seluruh gereja di dunia. Memang kemudian sejak abad xvi Gereja Sri Paus pindah ke basilika St.Petrus di Vatikan, Roma. Tetapi mengenang arti Gereja basilika Latheran sebagai tanda kesatuan Gereja di seluruh dunia dalam pompinan Sri Paus, inilah kita merayakan pesta hari ini.

Gereja sebagai bangunan tampaknya hanyalah sebuah gedung. Sebuah gedung dapat rusak dan bahkan runtuh, bagaimana pun usia dan zaman akan membuat usang setiap bangunan. Tetapi di balik gedung itu ada Gereja yang sejati, itulah umat beriman yang senantiasa berkumpul dan merayakan iman mereka terutama dalam perayaan ekaristi. Dengan Ekaristi itu, Tuhan hadir secara istimewa. Dan kehadiran-Nya itulah yang menyuburkan hidup dan perkembangan umat beriman dalam menempuh perjalanan peziarahan hidup di dunia ini. Ini persis isi bacaan pertama. Air yang meluap dari bait Allah dan kemudian mengairi di semua tempat dan karena ada kehidupan dan kesuburan, itulah lambang kehadiran Tuhan yang hadir. Sebab Tuhan sendiri menyebut diri-Nya sebagai Allah sejati. Dari diri-nya terpancar kehidupan sebagaimana air yang memberi hidup.

Pada hari ini sebaiknya kita merenungkan kesatuan kita dengan Bapa Suci di Roma serta seluiruh umat beriman di dunia.

“Mereka percaya akan Kitab Suci dan akan perkataan Yesus” sebagai thema hari ini memaknai bahwa Kitab Suci sebagai informasi rencana keselamatan Allah seharusnya menjadi sumber iman yang utama. Sebagai sumber iman, maka Kitab Suci harus menjadi sumber inspirasi dan pegangan hidup kita. Tapi sangat disayangkan bahwa Kitab Suci hanya sebagai pajangan saja, dan hampir tak tersentuh. Dengan demikian Kitab Suci tidak mempunyai nilai apa-apa.

Sebentar lagi masa adven sudah dekat, tidak ada salahnya mari kita kembali kepada Kitab Suci. Karena dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci, kita akan makin memahami perkataan-perkataan Yesus, sehingga iman kita sungguh-sungguh bertumbuh dan berkembang. Oleh karena itu sesuai thema Kuasa Doa hari ini mencoba mengingatkan kembali kepada para pembaca Kuasa Doa untuk terus menggali sabda kebenaran sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci.

Bagaimana dengan Kitab Suci anda, apakah sudah sebagai sumber iman atau pajangan saja, jawablah dengan jujur.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa, Tuhan memberkati.***

Tinggalkan Balasan