translation services

Renungn Kuasa Doa hari ini diambil dari Yohanes 3:13-17, dengan thema:”Anak Manusia harus ditinggikan”. Thema ini disampaikan oleh Yesus, ketika Ia berbicara dengan Nikodemus. Dalam awal pembicaraan itu, Yesus berkata:”Tidak ada seorang pun yang telah memasuki ke dalam kerajaan surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Kemudian Yesus melanjutkan bahwa sama halnya seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal.

Yesus dalam perikop ini berbicara tentang Perjanjian Lama dari Kitab Bil 21:9. Ular yang ditinggikan di padang gurun di mana setiap orang memandang ular itu akan selamat. Dengan kata lain, ular yang ditinggikan itu dimaknai sebagai lambang keselamatan. Demikian pula, Anak Manusia harus ditinggikan.
Karena dengan memandang Yesus, kemudian merenungkan, dan mengikuti segala perintah-Nya, maka kita akan diselamatkan.

Dunia yang sudah hancur oleh karena dosa dan maut, harus diselematkan. Keselamatan itu datang dari Allah sendiri, karena dunia dan segala yang ada khususnya manusia sebagai gambar Allah, harus diselamatkan. Allah yang adalah kasih mengutus Putera-Nya kepada dunia, tetapi dunia menolak-Nya dengan cara menyalibkan-Nya. Dunia nampaknya gegap gempita karena akhirnya berhasil menyalibkan Yesus secara hina. Penyaliban bagi seseorang di jaman Yahudi merupakan suatu penghinaan yang luar biasa. Dunia nampaknya puas sekali dengan menyalibkan Yesus yang dianggap “biang kerok” oleh orang Israel khususnya orang Farisi dan ahli Taurat.

Namun harus diimani bahwa dibalik penyaliban sebagai sumber kehinaan terhadap Anak Manusia (Yesus), ternyata itu adalah sebagai tanda kemenangan. Oleh karena itu sebelum memulai doa-doa kita selalu dibuka dengan tanda kemenangan “Dalam Nama Bapa, Putera dan Roh Kudus”. Dengan demikian, selalu terjadi berbanding terbalik bahwa yang dianggap hina oleh manusia, tetapi menjadi tanda kemuliaan bagi Allah.

Yohanes Penginjil kerap melihat bahwa dunia menjadi lambang dari orang-orang yang menolak untuk percaya. Dalam penutp perikop hari ini dikatakan Yesus datang bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan.
Namun demikian, walau Yesus datang untuk menyelamatkan dan tidak untuk menghakimi, tindakan manusia memainkan peranan dalam menentukan keselamatan atau penghakiman yakni kehendak bebasnya. Keselamatan datang sekiranya manusia percaya kepada-Nya disertai dengan tindakan-tindakan terpuji yang berkenan kepada Allah. Penghakiman adalah resiko bagi mereka yang berpendirian untuk tidak percaya kepada sang Terang yakni Yesus, diiringi dengan tindakan jahat yang dikerjakan dalam kegelapan.

“Anak Manusia harus ditinggikan” diartikan bahwa Anak Manusia (Yesus) adalah jalan ( keselamatan), kebenaran dan hidup (Yoh 14:6). Kemudian ditambahkan bahwa orang tidak akan sampai kepada (Allah) Bapa, kalau tidak melalui Dia.

Dengan demikian, apa yang disampaikan oleh Yohanes melalui “Anak Manusia harus ditinggikan” sejalan dengan sabda Yesus sebagai jalan keselamatan bagi manusia.

Oleh karena itu wajarlah kalau sering dikatakan bahwa Yesus adalah Musa baru. Yesus harus ditinggikan sebagai lambang keselamatan.

Tapi dunia nampaknya sulit menerima Yesus sebagai Juru Selamat. Kesaksian banyak orang tentang Yesus sebagai Allah yang hidup atau Juru Selamat tidak menggetarkan hati banyak manusia. Bahkan dunia cenderung mengejek dan menghina-Nya. Perlawanan dunia terhadap Yesus tidak hanya terjadi semasa Yesus hidup di tengah bangsa Israel, tetapi sampai saat ini terutama kepada para pengikut-Nya. Mengenai perbantahan terhadap Yesus sebenarnya sudah dinubuatkan oleh nabi Simeon:”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan dan suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri- supaya menjadi nyata pikiran hati banyak orang” (Luk 2:34-35). Dari ungkapan ini menjadi nyata bagi kita bahwa para pengikut Kristus juga mengalami hal yang sama yakni penderitaan/penganiayaan dalam mengusahakan kehidupan sesuai Injil.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari ini, semoga tercerahkan. Tuhan memberkati.-***

Doa,

Allah Bapa di surga, begitu besar kasih-Mu kepadaku, sehingga Engkau rela mengurbankan Putera-Mu demi keselamatanku dan keselamatan banyak orang melalui Yesus dan Pengantaraku, amin.

Tinggalkan Balasan