Kuasa Doa:”Sabda Bahagia dan Sabda Celaka”.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 6:20-26, dengan topik :” Sabda bahagia dan sabda celaka”. Topik ini diambil dari kisah Yesus yang berbicara kepada para murid-Nya.

Dari Injil Lukas ini disebutkan 4 sabda bahagia, dan 4 sabda celaka. Ketika Yesus menyampaikan sabda bahagia dan celaka waktu itu, tentunya pasti ada ketimpangan sosial di mana Yesus berada waktu itu. Ketimpangan sosial itu menjadi topik thema Injil Lukas hari ini. Ketimpangan sosial yang terjadi adalah bahwa perbedaan hidup yang menonjol antara orang kaya dan miskin.

Kemiskinan selau dikaitkan dengan materi atau harta dunia. Orang jarang sekali berpikir tentang miskin di hadapan Allah. Miskin di hadapan Allah bukan berarti hanya nrimo (pasrah), tidak berbuat apa-apa, sehingga benar-benar miskin secara materi. Miskin di hadapan Allah adalah semangat rendah hati dan hanya mengandalkan Allah sebagai kekuatan untuk menghadapi kenyataan dunia.

Kenyataan dunia itu mana? Menurut Santo Paulus bahwa kenyataan dunia itu antara lain “percabulan, kenajisan, hawa napsu jahat dan keserakahan”. Barangkali hal ini dapat dikaitkan dengan tujuh dosa pokok manusia yang mencakup : iri hati, dengki, marah, malas, percabulan, serakah(tamak), dan sombong”. Ketujuh dosa pokok itu tentu saja menjadi penghalangan untuk memasuki Kerajaan Surga.
Ketujuh dosa pokok tersebut tidak secara langsung berhubungan dengan kasih, namun berhubungan langsung dengan sifat- sifat kelemahan manusia. Walaupun tidak disebutkan urutannya persis dalam Kitab Suci, namun Kitab Suci menyebutkan secara langsung ataupun tidak langsung, ketujuh dosa tersebut. Ketujuh dosa pokok itu adalah untuk dilawan dari ketujuh kebajikan pokok (Kesombongan dengan kerendahan hati; ketamakan dengan kemurahan hati; iri hati/dengki dengan kasih; kemarahan dengan kebaikan; nafsu dengan pengendalian diri, kerakusan dengan kesederhanaan/ke- bersahaja-an, kemalasan dengan kerajinan).

Dengan demikian kita melihat bahwa walaupun nampaknya tidak berhubungan langsung dengan ke-10 perintah Allah, namun terdapat kemiripan antara ke-7 dosa pokok dan ke-10 perintah Allah. Misalnya dosa pokok percabulan berhubungan dengan perintah ke-6 dan 9; dosa pokok ketamakan dengan perintah ke-7 dan 10, dst. Gereja Katolik mengajarkan kedua hal ini (10 perintah Allah dan 7 dosa pokok) untuk melihat dosa dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pandang Allah (melalui perintah-Nya), dan dari sudut pandang manusia. Harapannya adalah dengan mengenali keduanya, manusia dapat memeriksa batinnya dengan lebih baik, sehingga dapat mengakui segala dosanya dan berusaha memperbaikinya.

Dengan penuh kerendahan hati, kita perlu mengakui bahwa terkadang kita tenggelam dalam kesibukan duniawi, dan lupa mencari perkara-perkara yang di atas.

Memang harus diakui jaman sekarang ini, dunia telah menawarkan segala bentuk kenikmatan duniawi. Karena sibuknya berburu hal-hal yang bersifat duniawi, kita menjadi lupa diri mencari hal-hal (perkara-perkara di atas) surgawi. Seharusnya kita seimbang dalam menjalani hidup ini. Selain kita mencari kebutuhan duniawi untuk kebutuhan jasmani kita, tetapi juga perkara-perkara di atas untuk kebutuhan rohani kita.

Oleh karena itu, mengandalkan kekuatan Allah untuk mengalahkan perkara-perkara duniawi menjadi suatu keharusan, agar nantinya kita boleh ambil bagian dari seluruh rencana keselamatan Allah.

Pesan iman dan moral dari perikopa hari ini adalah bahwa kita harus seimbang dalam menjalani kehidupan ini. Dan yang tak kalah pentingnya adalah kita harus berani meninggalkan perkara-perkara duniawi, dan tak lupa mengandalkan Allah sebagai kekuatan untuk melawan perkara-perkara duniawi. Perkara duniawi memang dibutuhkan sejauh itu tidak sampai menjadi batu sandungan bagi bakti kita kepada Allah sebagai sumber kekuatan kita.

Bagaimana anda? Andalah yang lebih tahu. Tapi paling tidak, itulah inspirasi bathin hari ini yang diambil dari Injil Lukas. Tuhan memberkati.-***

Doa:

Allah Bapa di surga, aku mohon kekuatan dari pada-Mu melalui curahan Roh-Mu yang kudus agar aku dimampukan untuk terus mencari perkara-perkara yang di atas. Dengan demikian, aku boleh ikut ambil bagian dari rencana keselamatan-Mu melalui Yesus Kristus, Tuhan dan pengantaraku, amin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.