Kuasa Doa:” Anggur yang baru akan mengoyakkan kantong yang lama”

Refleksi Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Lukas 5:33-39, dengan thema:” Anggur yang baru akan mengoyakkan kantong yang lama”. Thema ini diangkat dari kisah teguran orang Farisi dan ahli Kitab kepada Yesus bahwa para murid Yesus tidak melaksanakan puasa, sementara murid-murid Yohanes Pembaptis menjalani puasa.

Atas peristiwa tersebut, Yesus memberikan perumpamaan kepada mereka dengan mengatakan:”Tiada seorangpun mengoyakkan secarik kain dari baju yang baru untuk ditambalkan pada baju yang tua. Sebab jika demikian, yang baru pun akan koyak. Demikian juga tiada seorang pun mengisikan anggur baru ke kantong kulit tua. Anggur yang baru harus disimpan dalam kantong yang baru. Dan tiada seorang pun yang telah minum anggur tua ingin minum anggur yang baru, sebab anggur yang tua lebih baik”.

Maksud dari perikopa dari bacaan Injil Lukas ini antara lain bahwa khabar gembira dari Injil Allah dalam Perjanjian Baru membawa sikap pilihan beragama yang baru pula. Seluruh isi Perjanjian Lama terangkum dalam hukum kasih, dan Allah itu adalah kasih. Kasih itu menjadi manusia dalam Yesus Kristus.

Puasa dilakukan untuk menyiapkan kedatangan Allah, pada hal Allah sudah datang pada diri Yesus. Dan masihkah orang akan tetap berkukuh berpegang pada Perjanjian Lama?

Dalam surat Rasul Paulus kepada jemaat di Kolose (1:15) dikatakan :”Allah tidak kelihatan. Kristuslah gambar-Nya. Dialah yang pertama dari segala ciptaan. Sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan, maka Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia.

Banyak orang berbicara tentang Allah sebagai Roh. Tetapi untuk mengerti tentang Allah yang nyata (riil), maka Yesuslah gambar Allah itu, dan Yesus itu adalah Allah yang sekarang kasat mata dapat dilihat, dapat dijamah, walau sekarang itu juga tidak mungkin dijamah lagi. Tetapi ketika Yesus mengajar di tengah umat-Nya, maka itulah gambar Allah yang hidup. Allah yang baik, Allah yang penuh kasih, Allah yang penuh kuasa, serta gelar-gelar Allah lainnya harus dipersonifikasikan dalam Yesus Kristus Tuhan.

Oleh karena itu, jika Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang pertama dan terakhir, yang tersulung di antara segala ciptaan-Nya, menggambarkan betapa Yesus sebagai anggur yang baru yang akan mengoyakkan kain yang tua. Banyak orang tidak suka minum anggur yang baru, karena rasanya kurang enak dibandingkan dengan anggur yang sudah lama.

Demikian pul, banyak orang yang lebih menyukai hal-hal yang lama, karena sudah terbiasa, sudah enak, sehingga jika ada yang baru sangat mengacaukan keadaan.

Anggur yang baru sebagaimana diberikan oleh Yesus adalah ajaran yang baru dan untuk menerima ajaran Yesus perlu rahmat serta kerjasama. Perlu ada keterbukaan hati untuk menerima “anggur yang baru”.

Apakah anda suka lebih suka minum anggur baru dari Yesus atau anggur yang lain? Andalah yng lebih tahu untuk memilihnya.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Doa,

Allah Bapa yang maha baik, Engkau telah memberikan anggur baru, dan biarlah anggur baru ini makin kurasakan betapa nikmatnya melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantaraku, amin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.