Kuasa Doa: “Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada Saat Kalian mendengarkan-Nya”

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil Injil Lukas 4:16-30 dengan thema:Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci pada saat kalian mendengarkan-Nya“. Thema ini diangkat dari kisah Yesus ketika Ia tiba di kampung-Nya di Nazareth. Seperti biasa, Ia masuk rumah ibadat. Yesus berdiri hendak membacakan Kitab Suci dan kepada-Nya diberikan Kitab Nabi Yesaya. Ketika Yesus membuka Kitab itu, Ia menemukan ayat-ayat yang berbunyi sbb:”Roh Tuhan ada pada-Ku, sebab Aku diurapi-Nya untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin, dan Aku diutus-Nya membebaskan orang-orang tawanan, penglihatan kepada orang-orang buta, serta membebaskan orang-orang tertindas; Aku diutus-Nya. Memberitakan bahwa tahun rahmat Tuhan telah datang. Setelah menutup kitab itu, Yesus menegaskan:”Pada hari ini genaplah ayat-ayat Kitab Suci itu pada saat kalian mendengarkan-Nya”.

Apa yang disampaikan Yesus merupakan kegenapan nubuatan para nabi, termasuk nubuatan tentang Yesus oleh nabi Yesaya. Lebih lanjut bahwa kehadiran Yesus datang ke dunia adalah untuk membebaskan manusia dari budak dosa, Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan( Kol 1:15). Karena Yesus adalah Allah yang hidup di tengah manusiaN, maka ajaran dan keteladan-Nya juga bersifat Ilahi. Di dalam-Nyan tidak ada kepalsuan, Dialah yang akan menuntun setiap langkah manusia untuk datang kepada-Nya.

Namun demikian kehadira-Nya di dunia banyak menimbulkan pertentangan dan bahkan penolakan pun terjadilah. Orang sekampung-Nya pun menolak-Nya. Ketika Yesus mengajar, sabda-Nya penuh kuasa. Namun orang sekampung-Nya menolak, karena Yesus hanyalah anak orang sederhana yakni Maria dan Yusup.

Pesan iman dan moral dari bacaan Injil Lukas ini antara lain adalah bahwa kehadiran Yesus sudah dinubuatkan oleh para nabi utusan Allah. Yesus adalah Sang Sabda yang menjadi manusia. Visi dan misi utama Yesus ke dunia adalah menebus dosa manusia dengan mengurbankan-Nya Diri -Nya di kayu salib hina.

Jadi nubuatan nabi Yesaya tadi merupakan kegenapan, walau apa yang disampaikan oleh Yesus menimbulkan banyak pertentangan.

Apakah kita ikut menentang-Nya. Tentu saja tidak! Apa yang disabdakan Yesus adalah kebenaran seperti tertulis dalam Kitab Suci:”Akulah jalan, kebenaran dan hidup”(Yoh. 14:6). Sabda ini adalah kebenaran, yang tidak diragukan lagi.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.

Doa:

Allah Bapa yang maha baik, aku mengimani bahwa sabda-Mu adalah jalan, kebenaran dan hidupku, melalui Yesus Kristus, Tuhan dan pengantaraku, amin

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.