Kuasa Doa:” Perhitungan Talenta”.

©1998  EyeWire, Inc. Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Matius 25:14-30, dengan thema:” Perhitungan talenta”. Thema ini diambil dari kisah Yesus yang berbicara kepada murid-murid-Nya tentang Kerajaan Surga. Yesus mengatakan bahwa Kerajaan Surga itu seumpama seorang yang mau bepergian ke luar negeri. Ia memanggil hambanya untuk mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seroang lagi dua talenta, dan yang satu lagi satu talenta. Masing-masing menurut kemampuannya.

Setelah menerima bagian masing-masing, maka sang majikan pun pergi. Hamba yang menerima lima talenta pun pergi dan melipatgandakan talenta itu, demikian pula yang menerima dua talenta, Yang menerima talenta pun pergi, tetapi tidak menggandakannya, malahan menggali lubang di tanah, dan menguburnya.

Drama ini berakhir dengan kembalinya sanga majikan yang ingin mendakan hitung-hitungan.

Apakah maksud semuanya ini? Kisah atau drama ini sangat inspiratif. Intinya masing-masing di antara kita itu telah dikaruniakan talenta, dan harus mengembangkan dan melipatgandakan talenta. Talenta itu merupakah kasih karunia Tuhan dalam bentuk kecerdasan, ketrampilan atau karunia lainnya untuk dikembangkan serta untuk kemuliaan Allah. Maka tugas kita yang utama adalah mengembangkan talenta yang dikaruniakan Allah itu bukan untuk dirinya semata, tetapi juga untuk sesama. Mengembangkan bisa dalam bentuk memperluas ketrampilan atau memperdalam karunia Tuhan.
Ternyata Tuhan akan mengadakan hitung-hitungan dengan karunia yang diberikan kepada kita. Hitung-hitungan ini berarti pertanggungan jawab atas karunia yang diberikan kepada kita pada akhir jaman.

Dalam bacaan Injil Matius juga dikatakan bahwa masing-masing diberikan sesuai dengan kemampuan. Allah bukannya tidak adil. Baik yang diberi lima dan dua talenta atau pun satu talenta, masing-masing harus mengembangkannya dan mempertanggungjawabkan kepada Allah. Tapi dari kisah itu, baik yang menerima lima dan dua talenta mengembangkannya, tapi yang menerima satu talenta ternyata orangnya malas, bahkan menyimpannya dalam tanah karena dianggap Sang Majika (Yesus) sendiri dianggap kejam, tidak menanam tapi mau menuai. Oleh karena itu dalam hitung-hitunganya (pengadilan terkahir ), orang seperti ini akan dicampakkan ke dalam api kekal.

Seperti kata Rasul Paulus kepada jemaat di Tesalonika agar sungguh mengamalkan kasih karunia itu agar kita memperoleh ganjaran yang setimpal.

Pesan iman dan moral dari bacaan Injil Matius hari ini adalah agar kita mau mengembangkan kasih karunia Allah (talenta) untuk kepentingan Allah, dan juga untuk kepentingan sesama. Kita harus mengembangkannya, dan tidak malas melipatgandakannya. Karena kasih karunia yang diberikan Allah itu, kita harus mempertanggungjawabkannya. Oleh karena itu, jika kita setia dalam perkara yang kecil, kita juga akan diberikan tugas dan wewenang dalam perkara yang besar. Kalau kita malas dalam perkara yang kecil, maka kita juga tidak akan diberikan kepada perkara yang besar.

Bagaimana dengan talenta anda? Apakah anda sudah mengembangkannya, atau bahkan memendamnya dalam tanah? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari ini, Tuhsm memberkati.

Doa,

Allah Bapa yang sungguh kasih, biarlah kasih karunia-MU mengalir dan berkembang dalam diriku. Curahkan Roh Kasih-Mu agar aku berani mempertanggungjawabkan talentaku untuk kemuliaan-MU serta sesamaku, melalui Yesus Kristus, Tuhan dan pengantaraku, amin.

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.