(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:” Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja Orang Israel”.

Posted at 23 Agustus, 2013 by Justinus on category Renungan
translation services

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 1:45-51, dengan thema:’ Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau raja orang Israel”. Thema ini diangkat dari dialog antara Nathanael dan Yesus. Nathanael barangkali kenalan Filipus yang diperkenalkan kepada Yesus. Dalam dialog tersebut, Nathanael sangat kagum akan Yesus. Bagaimana Ia tahu bahwa Ia melihat dirinya tengah duduk di bawah pohon ara. Dalam hati Nathanael pasti Ia ini bukan orang biasa. Dalam terang Roh Kudus, Nathanael pun berseru:”Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”. Namun Yesus menambahkan kata-Nya:” Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepaa Anak Manusia”.

Apa makna perikopa ini? Filipus telah menemukan Mesias dalam diri Yesus dari Nazareth. Dengan antusias, ia memberitahu Nathanael, kenalannya yang berasal dari daerah Kana. Nathanael anggap berita itu angin lalu saja, sebab dalam Perjanjian Lama tidak pernah tertrulis nubuat Mesias yang akan datang dari Nazareth. Menurutnya tak mungkin sesuatu datang dari Nazareth dan Kana, yang sama-sama dari daerah Galilea. Waktu itu pertentangan antar penduduk kota sangat kental, katakan antara daerah Yudea dan Galilea , sehingga mereka saling meremehkan, menjelekkan, dan cenderung menghina. Oleh karena itu Filipus tidak mau berdebat dan beradu argumen untuk meyakinkannya. Ia hanya berkata:” Mari dan lihatlah”. Bagi Fillipus perdebatan sering membawa akibat buruk, maka ia langsung mengajaknya untuk bertemu langsung saja dengan Yesus sendiri. Ketika melihat Nathanael, Yesus pun berseru:”Lihatlah, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya”. Saat Nathanael masih terheran-heran bagaimana Yesus bisa mengetahui isi hatinya dalam pertemuan sekejap itu, Yesus melanjutkan:” Sebelum Fillipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara”.

Bagi orang Yahudi, pohon ara adalah simbol perdamaian. Pohon ara yang berdaun lebat dan rindang juga membuat orang Yahudi suka duduk bersemadi di bawahnya. Nathanael duduk di bawah pohon ara berarti ia adalah orang yang suka berdoa, bersemadi merenungkan janji-janji Allah, dan mengharapkan datangnya Mesias. Barangkali ini sedikit refleksi tambahan tentang pohon ara.

Pesan iman dan moral dari perikopa bacaan Injil Yohanes hari ini, kita diajak seperti Fillipus untuk melihat atau membaca sendiri siapa itu Yesus dengan mengatakan:”Mari dan lihatlah”. Tentu saja ajakan Fillipus itu tidak serta merta hanya sekedar mari dan lihatlah, barangkali harus ditambahkan, mari dan lihatlah, serta ikutlah Dia. Kekaguman Nathanael seharusnya menjadi kekaguman kita bagaimana Yesus bisa mengetahui dan melihat dirinya tengah duduk di pohon ara entah berdoa, atau membaca Kitab Suci. Yang pasti Yesus melihat siapa saja. Penglihatan bathin Nathanael seharusnya menjadi inspirasi kita untuk mengetahui lebih dalam tentang Sosok Yesus dari Nazareth. Kesimpulan yang disampaikan Nathanael seharusnya bukan hanya sebagai Mesias saja, tetapi harus mengatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan (Kol 1:15). Kesimpulan kita adalah Yesus adalah pewahyuan tentang Allah yang hidup di tengah umat manusia, dengan visi dan misi untuk menebus dan membebaskan manusia dari dosa dan maut.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Doa,

Ya, Yesus, asahlah mata bathinku, agar aku makin melihat Diri-Mu sebagai sosok Allah yang makin mencintai diriku yang rapuh ini. Agar aku Engkau kuatkan menjalai kehidupan ini melalui curahan Roh Kudus-Mu ke dalam hatiku. Amin.







UA-43404914-1