(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:”Perumpamaan Tentang Majikan Yang Murah Hati”.

Posted at 21 Agustus, 2013 by Justinus on category Renungan
translation services

Hari ini Kuasa Doa mau merefleksikan Injil Matius 20:1-16 dengan thema:” Perumpamaan tentang majikan yang murah hati”. Untuk memahami tentang perumpamaan itu, adalah majikan yang ingin memperkerjakan buruhnya di ladangnya. Mereka ditemui satu persatu dengan syarat upah satu dinar. Majikan ini mencari tenaga dari pagi sampai petang. Ada yang ditemui pada pagi jam enam, apakah mau bekerja di ladangnya dengan upah satu dinar, jawabnya mau, Ditemui pulalah jam 9, jam 12, jam 3, dan lima sore, masing-masing dengan upah dinar. Setelah malam, giliran majikannya untuk memberikan upah kepada masing-masing buruh tersebut. Dimulailah memberi upah yang terakhir yakni yang jam 5, diterimalah satu dinar. Kini giliran yang bekerja mulai jam 6 pagi, hampir sehari penuh, juga menerima satu dinar. Dia pikir ia akan menerima upah lebih, karena kerjanya jauh lebih lama.

Sebelum memasuki ladang untuk bekerja, mereka sudah sepakat untuk menerima upah sedinar. Dengan kata lain, tidak ada yang boleh iri hati kalau sang majikan bermurah hati kepada orang lain.

Keadilan dan kemurahan Allah sendiri dipergunakan untuk menjelaskan mengapa Yesus mewartakan Kerajaan Allah baik kepada mereka yang hidupnya sudah saleh mau pun mereka seperti domba yang tersesat.

Siapa pun yang menerima pewartaan Yesus, baik orang saleh, dan para pendosa yang bertobat, mereka akan menerima anugerah yang sama yakni di dalam Kerajaan Surga.

Perumpamaan tentang majikan yang murah hati di sini dimaksudkan adalah Allah yang bermurah hati kepada siapa saja yang percaya kepada-Nya. Kemurahan Allah tadi digambarkan dalam bentuk undangan untuk bekerja di ladangnya. Upah yang akan diterima sama yakni di dalam Kerajan Surga. Dengan kata lain, untuk memasuki Kerajaan Allah, ada yang bersusah payah, namun ada pula yang gampang, semuanya terserah kepada kemurahan Tuhan sendiri, kita tidak boleh iri hati.

Dengan kata lain, Allah bebas untuk menentukan pilihan-pilihan-Nya.

Pesan iman dan moral dari perikopa hari ini anara lain adalah bahwa Allah sebagai Sang Majikan Agung bebas untuk memberikan anugerah-Nya kepada siapa saja. Allahlah yang dapat menentukan sendiri. Oleh karena itu, marilah dengan rendah hati, kita selalu mohon kemurahan Tuhan untuk membantu perjuangan kita memasuki Kerajaan Surga. Kita selalu harus bertobat, dan kita harus selalu bersenjatakan rohani yakni Firman Tuhan sendiri.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, walau sedikit sudah terlambat, Tuhan memberkati.

Doa,
Bapa di surga, Engkau mengetahui segala harapan dan kebutuhanku. Curahkan Roh-Mu yang kudus, agar aku rendah hati dan percaya akan penyelenggaraan-Mu melalui Yesus Kristus, Tuhan dan pengantaraku, amin.







UA-43404914-1