(UA-34197703-1)


AKULAH JALAN KEBENARAN DAN HIDUP (Yoh. 14:6)



Kuasa Doa:” Banyak Yang Dipanggil, Sedikit Yang Dipilih”.

Posted at 21 Agustus, 2013 by Justinus on category Renungan
translation services

Kuasa Doa hari ini mau merenungkan Injil Matius 22:1-14, dengan thema:” Banyak yang dipanggil, sedikit yang dipilih”. Thema ini diangkat dari kisah Yesus yang berbicara kepada imam kepala dan pemuka rakyat. Mereka ini adalah orang-orang pilihan di muka rakyat. Pada kesempatan ini Yesus memberikan perumpamaan tentang ‘Hal Kerajaan Surga itu seumpama seorang raja yang mengadakan perjamuan nikah untuk anaknya’. Oleh karena itu raja menyuruh hamba-hambanya memanggil orang-orang yang telah diundang ke perjamuan nikah, tetapi mereka tidak datang. Lalu raja menyuruh hamba-hamba kain untuk mengantar undangan kepada orang banyak, bahkan dalam undangan itu dipesankan bahwa dalam pesta pernikahan itu tersedia hidangan yang sangat lezat’. Namun, lagi-lagi banyak orang yang menolak undangan itu dengan berbagai alasan karena mengurus usahanya, ada yang pergi ke ladangnya, dan bahkan yang lain menangkap serta menyiksa hamba itu dan membunuhnya.

Sang raja masih berusaha terus untuk menyebar undangan untuk siapa saja baik orang jahat mau pun baik sehingga perjamuan itu penuh sesak undangan. Ketika sang raja mejumpai seorang undangan yang tidak berpakai pesta, raja pun marah dan menyruh hamba-hambanya untuk menangkap dan membawa orang tersebut ke dalam tempat yang paling gelap di mana di sana akan ada ratap dan gertak gigi”.

Dari perumpamaan di atas, apa maksud Yesus berbicara demikian? Allah Bapa menyebar undangan kepada seluruh manusia agar mereka dapat memasuki Kerajaan Allah. Namun demikian, tidak semua orang mampu menikmati anugerah Allah itu. Masalahnya adalah tidak semua orang mau menerima tawaran atas undangan Allah. Ada saja mereka berdalih yang menyebabkan mereka menolak tawaran kasih-Nya.

Allah dan Kerajaan-Nya terbuka bagi siapa saja. Ia mengundang setiap orang untuk masuk dan ambil bagian dalam pesta surgawi bersama Allah.

Pesta perjamuan nikah itu bisa dianalogikan dengan perayaan perjamuan Kudus dalam Misa yang diselenggarakan di Gereja setiap minggunya. Di antara sekian yang hadir, ada pula yang hadir dengan berpakaian ala kadarnya, sementara kalau pergi pesta perkawinan atau pesta ulang tahun memakai pakaian yang sangat bagus dan aksesoris yang wah. Tetapi menghadiri Perjamuan Tuhan dalam Ekaristi boleh dikatakan mereka tidak berpakaian yang pantas. Mengapa? Mereka umumnya tidak memahami arti tentang Perjamuan Ekaristi. Ekaristi adalah perjamuan kudus di dunia sebagai gambaran akan perjamuan pesta di dalam Kerajaan Allah. Oleh karena itu, kita seharusnya mempersiapkan hati yang bersih, berpakaian rapih tidak harus mahal. Walau ada yang berdalih yang penting hatinya, kita tidak usah membohongi diri. Karena kebaikan seseorang itu tercermin dari hati, dari kata-kata, serta perilaku perbuatannya.
Apakah kita sungguh mengerti tentang perayaan Ekaristi? Apakah kita menyadari bahwa dalam perjamuan Ekaristi, Tuhan Allah sungguh hadir sebagai Penyelenggara-Nya. Tuhan Yesus telah mengudang kita untuk memasuki Kerajaan Surga bersama para malaikat dan orang kudus-Nya. Jadi sudah selayaknya dan sepantasnya kita berpakaian dengan hati dan pikiran yang bersih, bukan hanya yang nampak luarnya saja.

Pesan iman dan moral dalam kesempatan ini antara lain adalah bahwa Allah telah menyebarkan undangan kepada semua orang, tetapi tidak semua menanggapi undangan itu. Jika kita memasuki Kerajaan Allah Bapa yang meraja bersama Putera-Nya Yesus Kristus, memang kita harus berpakaian dengan hati dan pikiran serta berkelakuan baik, agar kita layak untuk memasuki Kerajaan –Nya. Allah mensyaratkan agar kita yang diudang dan mau menerima undangan itu, kita berpakaian’rohani’ yang baik. Tanpa itu, sulit bagi Allah untuk memperbolehkan memasuki Kerajaan Surga.

Bagaimana sikap kita menanggapi undangan ini? Apakah kita menerima undangan itu secara pribadi? Andalah yang menjawabnya.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Doa,

Allah Bapa yang mahamurah dan mahapengasih, terimalah rasa syukur dan terimakasihku kepada-Mu, karena Engkau telah mengudangku untuk memasuki Kerajaan-Mu bersama Yesus Kristus, Putera-Mu, Tuhan dan pengantaraku, amin.







UA-43404914-1