Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Antara pertobatan dan Kerajaan Surga.

Berbarengan dengan pesta orang kudus yakni St. Theresia dari Kanak-Kanak Yesus, Perawan dan Pujangga Gereja sekaligus Pelindung Misi, maka Kuasa Doa mengambil thema:” Antara pertobatan dan Kerajaan Surga”, yang merupakan inspirasi dari Injil Matius 19:1-5.

“Antara pertobatan dan Kerajaan Surga” merupakan dua kata yang saling keterkaitan, mengapa? Karena tak seorang pun memasuki Kerajaan Surga, jika orang yang bersangkutan tidak menjalani pertobatan. Pertobatan adalah pangkal keselamatan. Oleh karena itu, tanpa pertobatan, tidak akan ada keselamatan untuk memasuki Kerajaan Surga. Pertobatan adalah salah syarat untuk memasuki Kerajaan Surga. Berkaitan dengan hal ini, Yesus menegaskan dengan mengatakan:” Jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini, kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Sedangkan barangsiapa merendahkan diri dan menjadi seperti anak mkecil ini, dialah yang terbesar dalam Kerajaan Surga. Barangsiapa menyambut seorang anaak seperti ini dalam Nama-Ku, ia menyambut Aku”.

Santa Theresia dari Kanak-Kanak Yesus

Santa Theresia dari kanak-Kanak Yesus yang kita rayakan pada hari ini selain Perawan, Pujangga, juga seorang Pelindung Misi. Ia sendiri tidak pernah pergi ke tanah misi. Lalu mengapa ia diangkat menjadi Pelindung Misi oleh Paus Pius XII? Jawabnya sederhana, karena ia mempersembahkan seluruh hidupnya demi keselamatan orang dan perkembangan Gereja. Selama hidupnya, ia melakukan segala sesuatu demi cinta akan Kristus. Setiap kesempatan sekecil apa pun digunakannya untuk mengembangkan cinta kasih akan Kristus. Penyakit paru-paru yang berat memberinya kesempatan untuk semakin mempersatukan hidupnya dengan Kristus. Penyakit ini kemudian merenggut nyawanya pada tanggal 30 September 1897 di biara Lisieux. Sebelum menghembuskan nafasnya, ia berjanji untuk menurunkan hujan mawar ke dunia. Janji ini benar terpenuhi karena banyak karunia Allah diberikan kepada semua orang yang berdoa dengan perantaraannya.

Theresia meninggal dunia dalam usia yang sangat muda, 24 tahun. Ia mewariskan catatan riwayat pribadinya yang ditulis atas permintaan ibu biara: “Kisah suatu Jiwa.” Di dalamnya ia menunjukkan bahwa kesucian hidup dapat dicapai oleh siapa saja, betapa pun rendah, hina dan biasa orang itu. Caranya ialah melaksanakan pekerjaan-pekerjaan kecil dan tugas sehari-hari dengan penuh cintakasih yang murni kepada Tuhan. Theresia adalah seorang Suster Karmelit yang terkenal di Prancis pada abad 20. Pada tahun 1925, ia digelari sebagai ‘santa’ oleh Paus Pius XI (1922-1939) dan diangkat sebagai ‘Pelindung Karya Misi Gereja’. Kemudian oleh Paus Pius XII (1939-1958), Theresia diangkat sebagai ‘pelindung Perancis’.

Oleh karena itu, sebagai orang beriman, kita dapat meneladani hidup Santa Theresia yang mempersembahkan hidupnya untuk Kristus. Penyakit yang dideritanya tidak menghalangi baktinya kepada Yesus Kristus.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 1 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Anak Manusia datang untuk menyelamatkan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 9:51-56 dengan thema:” Anak Manusia datang untuk menyelamatkan”. Siapakah Anak Manusia itu? Dialah Yesus yang banyak dipertentangkan. Injil Lukas hari mengisahkan bagaimana Yesus mengarahkan pandangan-Nya untuk pergi ke Yerusalem. Maka diutus-Nya beberapa utusan mendahului Dia. Merka pun pergi, lalu masuk sebuah desa orang Samaria untuk mempersiapkan segala sesuatu bagi-Nya. Tetapi orang-orang Samaria di situ tidak mau menerima Dia, karena perjalanan-Nya menuju Yerusalem. Ketika dua murid-Nya, yaitu Yakobus dan Yohanes, melihat itu, mereka berkata:”Tuhan, bolehkah kami menurunkan api dari langit untuk membinasakan mereka?”Tetapi Yesus berpaling dan menegur mereka:” Kalian tidak tahu apa yang kalian inginkan. Anak Manusia datang bukan untuk membinasakan orang, melainkan untuk menyelamatkannya”

Dikisahkan bagaimana Yesus mengarahkan pandangan-Nya ke Yerusalem. Yerusalem adalah tanda kemuliaan. Namun demikian, untuk menuju kepada kemuliaan, harus dilewati suatu jalan kesengsaraan (via dolorosa). Sebagai Anak Bapa di surga, Ia harus tunduk dan melaksanakan tugas-Nya sampai akhir. Walau Ia ditolak oleh orang Samaria, tetapi Ia tidak bermaksud untuk membinasakan. Visi dan misinya kehadiran-Nya di dunia adalah untuk menyelamatkan manusia. Penderitaan menuju kemuliaan itu juga harus diteladani oleh para murid dan pengikut-Nya.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta orang kudus Santo Hieronimus. St. Hieronimus dilahirkan dengan nama lengkap Eusebius Hieronimus Sophronius pada tahun 342 di Stridon, tepatnya di kota kecil perbatasan Pannonia, Dalmatia dan Italia, dekat Aquileia. Ayahnya bernama Eusebius adalah seorang yang saleh. Ia mendidik St. Hieronimus dalam hidup kristiani yang taat. Di Roma, St. Hieronimus Belajar pada Donatus seorang penyembah berhala dan ahli tata bahasa yang terkenal. Ia menjadi seorang ahli bahasa Latin dan Yunani, tetapi sayang setelah menjadi murid seorang penyembah berhala, dia pun menjadi seorang kafir dan lupa akan kebenaran dan kesalehan yang telah ditanamkan kepadanya sewaktu masa kecilnya. St. Hieronimus mempunyai kebiasaan yang sungguh-sungguh buruk dan kasar, tetapi ia merasa sangat tidak bahagia dan menjadi seorang yang asing akan kekristenan, diperbudak oleh kesia-siaan dan juga kedagingan. Kemudian ia bertobat dan memberi diri untuk dibaptis oleh Paus Liberius di Roma.

Tidak ada yang disumbangkan oleh St. Hieronimus untuk Gereja yang lebih termasyhur daripada hasil karya penerjemahan Kitab Suci yang begitu indah. Dapat dilihat pada waktu Roma dibawah pimpinan Paus Damasus, St. Hieronimus telah memperbaiki terjemahan Injil, dan seluruh kitab Perjanjian Baru serta Mazmur dalam bahasa Latin kuno. Terjemahan barunya dari bahasa Ibrani terutama Perjanjian Lama adalah karyanya pada tahun-tahun ketika ia tinggal di Bethlehem. Dilihat dalam berbagai sudut pandang penterjemahan dari bahasa asli ke dalam bahasa Latin, terjemahan ini sungguh patut untuk dikagumi. Terjemahannya dalam bahasa Latin mendapat sebutan Vulgata. Hasil karya St. Hieronimus ini telah dinyatakan oleh Konsili Trente sebagai sumber dan acuan resmi Kitab Suci berbahasa Latin dalam Gereja Katolik dan juga menjadi sumber dan acuan dari versi-versi kitab suci yang dibuat atau diterjemahkan dengan bahasa-bahasa lain.

Ketekunan St. Hieronimus dalam doa dan kepekaan terhadap bimbingan Roh Kudus, memberi dia kemampuan untuk mengenal dan memahami apa yang menjadi kehendak Tuhan melalui Sabdanya. Karena itu marilah kita meneladani semangat doa dari St. Hieronimus ini dan keterbukaan hatinya akan kehadiran Roh Kudus agar kita mampu mengenal apa yang menjadi kehendak Tuhan dalam kehidupan kita, baik itu lewat Sabda Tuhan sendiri maupun lewat bisikan Roh Kudus di dalam doa-doa harian kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 30 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Allah Yang Mahatahu.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Yohanes 1:47-51 dengan thema:” Allah yang mahatahu”. Hal ini dikisahkan ketika Natanael datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Tatkala melihat Natanael datang, Yesus berkata kepadanya:” Lihat, inilah seorang Israel sejati, tidak ada kepalsuan di dalamnya”. Kata Natanael kepada Yesus:” Bagaimana Engkau mengenal aku?” Jawab Yesus kepadanya:” Sebelum Filipus memanggil engkau, Aku telah melihat engkau di bawah pohon ara”. Katra Natanael kepada-Nya:” Rabi, Engkau, Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”. Yesus menjawab, kata-Nya:” Karena Aku berkata kepadamu:”Aku melihat engkau di bawah pohon’, engkau percaya. Hal-hal yang lebih besar dari pada itu akan kaulihat”. Kemudian Yesus berkata kepadanya:”Aku berkata kepadamu, sesungguhnya engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”.

Berkaitan dengan perikopa di atas, Yesus sebagai sungguh mahatahu tentang segala sesuatu. Pengakuan Natanael seorang Israel yang sejati datang kepada Yesus atas ajakan Filipus. Natanael yang kemudian bernama Bartolomeus (?) adalah salah seorang rasul Yesus. Ia sangat mengagumi kehebatan Yesus bagaimana Ia melihat dirinya di bawah pohon ara. Atas kekaguman itu, Natanael mengatakan:” Rabi,Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel”. Atas tanggapan Natanael, Yesus menegaskan bahwa engkau akan melihat langit terbuka, dan malaikat-malaikat Allah turun naik kepada Anak Manusia”. Oleh karena itu, penglihatan Yesus bukanlah penglihatan manusia, tetapi sebagai Tuhan yang penuh kemahakuasaan. Ia ingin membuka mata Natanael tentang Allah yang mahatahu.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Mikahel, Gabriel, dan Rafael, sebagai Malaikat Agung. Ketiganya termasuk balatentara surgawi yang sangat dekat manusia. Kitab Suci mengenal para utusan Allah yang kemudian dikenal dengan malaikat. Malaikat Mikhael yang artinya ‘siapa seperti Allah, yang menjadi panglima tentara surga dan memberi penghakiman. Santo Rafael artinya Allah menyembuhkan yang memberi kesembuhan. Ada juga malaikat Gabriel, artinya ‘Allah kekuatanku’ yang membawa sukacita. Ketiganya ini dikenal sebagai malaikat agung. Tugas mereka adalah melayani Allah dan menjadi perpanjangan tangan Allah dalam menyelenggarakan hidup umat-Nya. Malaikat Mikhael membela kaum beriman menghadapi serangan musuh yakni si jahat (iblis) (Dan 10:13); Why 12:7-9), Malaikat Gabriel membantu umat beriman untuk memahami pesan Allah (Dan 8:16-18), serta malaikat Rafael menjadi teman seperjalanan Tobias, menjadi penyembuh bagi Tobia dan pembebas Sara dari gangguan roh jahat (Tob 4-12).

Pesta perayaan tiga malaikat agung ini menggambarkan ‘Allah yang membela, Allah yang menyembuhkan dan Allah yang memberi pengertian masih terus bekerja melalui para utusan-Nya hingga detik ini. Dengan kata lain, Allah tidak pernah berhenti mencintai umat-Nya melalui karya-karya Allah serta para pembantu-Nya agar manusia berbalik kepada-Nya. Peran malaikat agung itu sedemikian besar dalam hidup manusia sehingga kita harus percaya penyelenggaraan Ilahi termasuk para utusan-Nya yakni para malaikat agung-Nya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini (mohon maaf hari Minggu renungan Kuasa Doa tidak hadir, karena keterbatasan waktu dan tenaga), Tuhan memberkati.-***

kuasa 29 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Anak Manusia Akan Diserahkan Ke dalam Tangan Manusia.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 9:43b-45, dengan thema:” Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”. Apa maksud thema ini? Para murid masih tertutup hatinya. Mereka sama sekali belum mengerti apa makna ‘ Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia’. Pernyataan Yesus itu masih penuh dengan misteri yang sulit dipahami oleh para murid-Nya. Mereka menyimpan dan tidak berani menanyakan kepada Yesus sendiri. Mereka baru mengerti setelah kebangkitan Yesus dan menerima Roh Kudus sebagai Roh penghibur.

Kehadiran Yesus yang membawa pencerahan bagi keselamatan manusia sulit diterima oleh kaum Yahudi. Mereka sudah sekian lama menerima Yahwe atau Elohim sebagai Allah mereka. Oleh karena itu, kehadiran Yesus sebagai Mesias sulit diterima. Apalagi Yesus memberikan pengajaran yang bertentangan dengan alam pikiran mereka. Nilai keagamaan hanya dikuasai oleh para ahli Taurat dan orang-orang Farisi yang hidupnya penuh dengan kemunafikan. Oleh karena, baik orang Farisi, imam-imam kepala serta para ahli Taurat menolak Yesus. Penolakan mereka ini berakhir pada sengsara, wafat dan kebangkitan Kristus.

Setelah Yesus bangkit dan menampakkan kepada para murid-Nya serta terus memberi wejangan kepada mereka dan memberikan Roh Kudus kepada mereka, maka terbukalah mata para murid bahwa Yesus harus menderita sengsara, wafat dan bangkit pada hari ketiga.

“Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia”, sudah terpenuhi, dan Yesus sudah bangkit dan naik ke surga. Sekarang kita mengerti bahwa Yesus yang kita imani adalah Yesus Kristus. Tuhan, yang hidup, dan berkuasa atas kehidupan ini. Ini semua dapat dimengerti kalau kita memiliki iman yang sungguh-sungguh. Jadi kita sungguh bersyukur, karena memiliki Guru, seklaigus Tuhan yang hidup, yang selalu terbuka untuk menerima pertobatan kita.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta orang kudus yakni St. Vinsensius a Paulo, seorang imam. Ia adalah orang kudus yang semua mengandalkan hidupnya pada kebahagiaan dan harta duniawi. Ketika menjadi imam baru, ia pun masih bercita-cita menjadi imam yang memiliki harta yang melimpah. Namun cita-cita perjalanannya tidak semulus yang diharapkan. Ia mengubah cara hidupnya dengan ingin mengabdi kepada Tuhan dan orang-orang miskin. Setelah ia melayani orang miskin dan terpinggirkan, ia baru menemukan harta yang sejati. Hati Vinsensius sangat mulia, dan hatinya sungguh berkenan di mata Tuhan.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 27 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Engkaulah Kristus dari Allah.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 9:18-22 dengan thema:” Engkaulah Kristus dari Allah”. Pada suatu hari, Yesus bertanya kepada para murid-Nya ‘siapakah diri-Nya?”. Mereka menjawab:” Yohanes Pembaptis, ada pula yang mengatakan ‘Elia”, ada pula yang mengatakan ‘salah seorang nabi dari zaman dulu yang telah bangkit’. Kemudian Ia bertanya kepada murid-Nya ‘siapakah Aku ini menurut kalian?’. Jawab Petrus:” Engkaulah Kristus dari Allah”. Yesus, kemudian, dengan keras melarang mereka memberitakan hal itu kepada siapa pun. Ia lalu berkata:” Anak Manusia harus menanggung banyak penderitaan dan ditolak oleh para tua-tua, oleh para imam kepala dan ahli Taurat, lalu dibunuh dan dinagkitkan pada hari ketiga”.

Pertanyaan Yesus yang disampaikan kepada murid-Nya dimaksudkan untuk menguji bagaimana pandangan orang banyak tentang diri-Nya. Atas pertanyaan itu, para murid menjelaskan bahwa diri-Nya diidentikkan dengan Yohanes Pembaptis, ada pula seperti Elia atau salah seorang nabi dari zaman dulu yang telah dibangkitkan. Ketika Yesus bertanya kepada murid-Nya, seperti biasa Petrus mewakili teman-temannya mengatakan:” Engkaulah Kristus dari Allah”. Atas jawaban Petrus itu, Yesus melarang menyampaikan kepada orang banyak. Mengapa? Orang Yahudi yang waktu itu masih dijajah Romawi sangat mengharapkan hadirnya seorang pemimpin nasional yang dapat mengorganisir rakyat dan mengusir penjajah. Jadi, ada miskonsepsi tentang pemahaman ‘mesias’. Karena ada perbedaan pandangan itu, Yesus melarang mereka mewartakan siapa sosok diri-Nya. Bahkan Yesus menegaskan bahwa Mesias DiriNya harus menederita, dibunuh, tetapi bangkit pada hari ketiga”. Tentu saja pernyataan Yesus kepada murid-Nya pasti mengejutkan. Walau demikian, mereka tidak banyak berbicara. Dan Yesus berharap para murid-Nya mengerti dan mengikuti-Nya dengan menyangkal keakuannya sendiri.

Oleh karena itu, mengikuti Yesus berarti siap menyangkal diri dan siap menderita seperti Yesus Guru sekaligus juga Tuhan. Seperti kita ketahui bahwa Yesus telah dinubuatkan tanda perbantahan, dan ini terjadi hingga detik ini, mau pun yang akan datang. Yesus yang kita imani tidak hanya Guru, tetapi juga Tuhan yang kita sembah, yang penya kuasa atas seluruh kehidupan ini. Perbuatan-perbuatan Yesus merupakan karya Allah untuk keselamatan umat manusia, termasuk diri kita.

Menurut anda sendiri siapakah Yesus? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 26 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Siapakah Yesus yang melakukan hal-hal yang besar itu?

“Siapakah Yesus yang melakukan hal-hal yang besar itu?”, demikian thema renungan Kuasa Doa hari ini, yang juga merupakan inspirasi Injil Lukas 9:7-9. Kita sudah mahum semua siapakah raja Galilea yang terkenal, yaitu Herodes. Suatu saat Herodes mendengar tentang Yohanes yang konon khabarnya telah bangkit di antara orang mati. Namun kok orang lain menyebutnya Elia, atau bahkan salah seorang nabi zaman dahulu. Dalam pikiran Herodes, bukankah Yohanes telah dipenggal kepalanya. Lalu Herodes bertanya ‘siapakah Dia (Yesus) itu, yang kabarnya melakukan hal-hal yang besar. Herodes pun berhasrat bertemu dengan-Nya. Inilah sepenggal Injil Lukas tadi.

Seperti diketahui bahwa Yohanes adalah martir pertama pada zaman Yesus. Yohanes adalah pendahulu kedatangan Mesias, dialah yang mempersiapkan jalannya kehadiran-Nya dengan meminta orang banyak untuk bertobat. Yohanes yang telah dipenggal kepalanya oleh Herodes adalah satu saksi kunci bahwa Yesus adalah Mesias, sebagai nubuatan para nabi pada Perjanjian Lama.

Dikatakan oleh Herodes bahwa ia sangat ingin bertemu dengan Yesus yang suka melakukan hal-hal yang besar. Perbuatgan apakah yang dilakukan oleh Yesus sehingga Ia dianggap melakukan hal-hal yang besar? Masyarakat Yahudi waktu itu sangat percaya pada para ahli Taurat dan orang Farisi. Mereka ini adalah komunitas elite di bidang keagamaan. Kehadiran Yesus yang membawa perubahan menjadikan para ahli Taurat dan orang Farisi menjadi geram. Masyarakat antusias menerima kehadiran Yesus, karena Ia telah membuat hal-hal yang besar seperti mukjizat penyembuhan penyakit-penyakit, mengusir roh-roh jahat, meredakan kemarahan alam, dan bahkan membangkitkan orang mati. Perbuatan hebat ini dikagumi oleh Herodes, dan ia sangat ingin bertemu dengan-Nya.

kuasa 25 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Tugas Perutusan.

Thema renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari  Injil Lukas 9:1-6 dengan judul :” Tugas perutusan”.   Ketika Yesus memanggil kedua belas murid-Nya untuk menjalankan tugas pewartaan, Ia  memberikan  tenaga dan kuasa tidak hanya untuk menguasai setan-setan, tetapi juga untuk menyembuhkan penyakit-penyakit.  Yesus mengutus mereka untuk mewartakan Kerajaan Allah. Dalam tugas perutusan itu, Yesus berpesan  agar mereka tidak perlu membawa  bekal apa pun dalam perjalanan mereka.  Dengan wejangan itu dimaksudkan agar mereka fokus  dalam tugasnya dan tidak terganggu oleh hal-hal remeh temeh.  Jika mereka diterima di suatu tempat, agar mereka  menerima kemurahan hati dari tuan rumah.  Jika mereka menolak pewartaannya, agar  mereka pergi ke tempat lain. “Kibaskan  debunya dari kakimu”, adalah tanda penolakan mereka terhadap pewartaan khabar keselamatan Kerajaan Allah.

Tentu saja tugas perutusan itu sekarang diberikan kepada Gereja-Nya. Gereja itu sebagai tubuh mistik Kristus, maka Gereja itu terdiri dari banyak anggota. Kita semua sebagai bagian dari tubuh mistik Kristus, mempunyai tugas yang sama seperti para pendahulu kita entah itu para rasul, para bapa Gereja atau pun para pimpinan Gereja, untuk mewartakan khabar keselamatan tentang Kerajaan Allah.

Tugas perutusan itu terus diingatkan oleh Gereja kepada kita sewaktu kita merayakan Ekaristi dalam ritus penutup selalu ditekankan ‘pergilah, kamu diutus’. Dan semuanya menjawab ‘ amin’.

Tadi juga disampaikan oleh Yesus bahwa dalam tugas perutusan, kita tidak perlu membawa bekal apa pun, ini tentu dimaksudkan agar mereka percaya akan penyelenggaraan Ilahi. Entah bagaimana caranya, Tuhan pasti menolong siapa pun yang bekerja untuk pewartaan khabar keselamatan tentang Kerajaan Allah. Inagat:” Carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka yang lain akan ditambahkan” (Mat 6:33)

Oleh karena itu, kita sebagai anggota Gereja mempunyai kewajiban untuk mewartakan khabar keselamatan itu. Dengan makin banyak orang mendengar khabar keselamatan, maka pada akhirnya banyak orang akan diselamatkan.

Sebagai bagian dari anggota Gereja, apakah kita juga mempunyai kewajiban untuk mewartakan khabar keselamatan itu. Andalah yang menjawabnya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 24 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Siapakah Saudara Yesus?

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 8:19-21 dengan thema:” Siapakah saudara Yesus?” Betulkan Yesus mempunyai saudara yang lain? Tetapi bagaimana reaksi Yesus tentang hal ini? Pada suatu hari ibu dan saudara Yesus datang hendak bertemu dengan-Nya. Tetapi mereka tidak dapat mencapai-Nya karena banyaknya orang. Maka hal itu diberitahukanlah kepada Yesus dengan mengatakan:” Ibu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin beremu dengan Dikau”. Jawab Yesus:” Ibu-Ku dan saudara-saudra-Ku ialah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya”.

Tentu saja reaksi dan jawaban Yesus itu sangat mengejutkan banyak orang. Masyarakat Yahudi sangat kental dengan tradisi hubungan darah atau kekeluargaan, sehingga keluarga adalah harta yang sangat berharga. Jawaban Yesus yang mengatakan bahwa Ibu-Ku dan saudar-saudara-Ku adalah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya., tentu saja tidak dapat ditangkap oleh mereka. Dalam berbagai kesempatan membaca Kitab Suci, Yesus adalah Anak Tunggal, dan tidak mempunyai saudara atau saudari yang lain. Tentu yang dimaksud oleh mereka tentang saudara-saudara Yesus adalah kerabat atau anak-anak yang lain, bukan anak Maria.

Tetapi mari kita merenungkan kembali sabda Yesus yang mengatakan:” bahwa Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku adalah mereka yang mendengarkan Sabda Allah dan melaksanakannya”. Artinya kita bersaudara atau persaudaraan kita terjadi bukan karena hubungan darah (duniawi), tetapi persaudaraan kita terjadi karena melalui mendengarkan dan melaksanakan Sabda Allah. Hubungan kita dengan sesama didasarkan pada hubungan rohani sebagai satu tubuh bersama Yesus. Seperti dikatakan oleh Santo Paulus, bahwa kita telah dipersatukan oleh baptisan dalam Nama Kristus, dan kita ini adalalah anggota tubuh Kristus. Oleh karena itu, wajarlah kalau persaudaraan kita satu sama lain bukan ditentukan oleh relasi (hubungan ) darah, tetapi karena sebagai anggota tubuh mistik Kristus.

Persaudaraan itu memang seyogyanya tidak berdasarkan pada keturunan, agama, ras, suku atau kepentingan lain. Persaudaraan hendaknya dibuka lebar pada kemanusiaan atau sesuai dengan rencana Allah sendiri. Kalau hendak menolong orang, tolonglah mereka tanpa pandang bulu.

Sebagai anggota Gereja atau tubuh mistik Kristus, memang seyogyanya mengikuti serta melaksanakan ajaran Yesus sebagaimana tertulis di dalam Kitab Suci. Karena kita mengimani bahwa Sabda Yesus adalah sabda kebenaran.

Apakah kita sudah menjalin persaudaraan itu berdasarkan keturunan, agama, ras, atau apa pun, atau kita menjadi saudara itu karena ajaran Yesus di mana setiap orang adalah saudara kita. Every one is your brother, demikian sebuah ungkapan yang menyejukkan yang sesuai dengan Injil hari ini.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 23 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Kebenaran itu harus dinyatakan.

Kuasa Doa hari ini menyajikan renungan yang diambil dari Injil Lukas 8:16-18 dengan thema:” Kebenaran itu harus dinyatakan”. Bagaimana ini kisahnya? Suatu peristiwa Yesus berkata kepada murid-Nya dengan mengatakan:”Tidak ada orang yang menyalakan pelita lalu menutupinya dengan tempayan dan menempatkannya di bawah tempat tidur; tetapi ia menempatkannya di atas kaki dian, supaya semua orang yang masuk ke dalam rumah melihat cahayanya. Sebab tiada sesuatu yang tersembunyi yang tidak akan dinyatakan, dan tiada suatu rahasia yang tidak akan diketahui dan diumumkan”. Kemudian Yesus menambahkan:” Barangsiapa sudah punya akan diberi, tetapi barangsiapa tidak punya, apa pun yang dianggap ada padanya, akan diambil”.

Bagaimana relevansinya Injil di atas dengan kebenaran yang harus dinyatakan? Tadi dinyatakan bawha pelita itu harus ditempatkan di atas kaki dian, artinya pelita itu identik dengan kebenaran, dan kebenaran itu harus dinyatakan. Kebenaran tidak boleh ditutup-tutupi, tetapi harus disebarluaskan kepada khalayak umum. Kebenaran di sini dimaksudkan pula bahwa Yesus itu identik dengan kebenaran, dan oleh karenannya pewartaan tentang kebenaran tidak boleh dihalang-halangi.

Baik kebenaran dalam diri seseorang tidak selamanya nampak. Ada orang yang punya potensi kebaikan, tetapi tidak nampak dalam kenyataan. Kebaikan yang tidak dibagikan dan berguna bagi sesama bagikan pelita yang dinyalakan, tetapi disembunyikan di bawah tempat tidur. Dia hanya berguna untuk dirinya sendiri atau kelompok dekatnya. Gereja membutuhkan orang baik dan benar, tetapi juga berani membagikannya kepada sesama. Mereka ini harus menjadi pelita yang terus menyala di dalam hidupnya.

Dengan kata lain, menjadi orang baik atau menjadi orang benar tidak cukup, tetapi harus berbagi kepada sesama. Kebenaran itu harus dinyatakan, dan biarlah orang lain juga menikmati. Baik kebenaran dan kebaikan yang hakiki itu bersumber atau identik dengan Yesus sendiri, sebagai jalan, kebenaran dan hidup. Oleh karena itu, bagi mereka yang menerima Yesus sebagai sumber kebenaran dan kebaikan, maka mereka akan terus ditambahkan rahmatnya, sementara mereka yang menolak, berarti mereka tidak mempunyai apa-apa, dan bahkan akan diambil dan diberikan kepada yang sudah mempunyai lebih. Dengan demikian, memilih hidup yang berkelimpahan (rahmat), berarti menjadikan Yesus sebagai pusat seluruh hidupnya. Memang sulit hal ini, tetapi bukan berarti tidak mungkin.

Kesimpulannya antara lain, apakah kita sudah menjadikan Injil sebagai inspirasi serta pegangan hidup kita dan apakah Yesus sudah menjadi pusat hidup kita, andalah yang menjawabnya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 22 September, 2014 Leave A Comment Permalink

Allah yang bermurah hati.

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari Injil Matius 20:1-16a dengan thema:” Allah yang bermurah hati “. Bagaimana gambaran Allah yang bermurah hati itu? Injil Matius mengatakan bahwa suatu peristiwa Yesus memberikan perumpamaan kepada orang banyak sebagai berikut. Kerajaan Surga itu sama seperti seorang tuan rumah yang pagi-pagi benar keluar mencari pekerja untuk kebun anggurnya. Setelah sepakat dengan para pekerja mengenai upah sedinar sehari, ia menyuruh mereka ke kebun anggurnya. Kira-kira pukul 9 pagi ia keluar pula, dan dilihatnya ada orang-orang lain menganggur di pasar. Katanya kepada mereka, ‘pergi jugalah kamu ke kebun anggurku dan aku akan memberimu apa yang pantas’. Dan mereka pun pergi. Kira-kira pukul 12 dan 3 sore ia keluar pula, dan berbuat seperti itu tadi. Kira-kira pukul 5 sore ia keluar lagi dan mendapati orang-orang lain pula. Lalu katanya kepada mereka, ‘mengapa kamu menganggur saja di sini sepanjang hari?’Jawab mereka, ‘tidak ada orang yang mengupah kami’. Kata orang itu, ‘pergilah jugalah kamu ke kebun anggurku’. Ketika hari sudah malam, berkatalah tuan itu kepada mandornya, ‘pergilah sekalian pekerja itu dan bayarlah upahnya, mulai dari yang masuk terakhir sampai kepada masuk terdahulu. Maka datanglah mereka, mulai yang bekerja kira-kira 5 sore, dan mereka masing-masing menerima satu dinar. Kemudian datanglah mereka yang masuk terdahulu. Mereka mengira akan menerima lebih besar. Tetapi, mereka pun menerima masing-masing satu dinar juga. Ketika menerimanya, mereka bersungut-sungut kepada tuan itu, katanya:”Mereka yang masuk paling akhir ini hanya bekerja 1 jam, dan engkau menyamakan mereka dengan kami yang sehari suntuk bekerja berat dan menanggung panas terik matahari’. Tetapi tuan itu menjawab salah seorang di antara mereka, katanya:” saudara aku tidak berlaku tidak adil terhadapmu. Bukankah kita sepakat sedinar sehari. Ambillah bagianmu dan pergilah! Aku mau memberikan kepada orang yang masuk terakhir ini sama seperti kepadamu. Tidakkah aku bebas mempergunakan milikku menurut kehendak hatiku? Atau iri hatikah engkau karena aku murah hati? Demikian orang yang terakhir akan menjadi yang terdahulu dan yang terdahulu menjadi yang terakkhir.

Gambaran kemurahan hati Allah dilimpahkan kepada siapa saja. Tetapi kemurahan hati Allah itu sering tidak dimengerti oleh manusia. Sejak awal sudah ada kesepakatan bahwa para pekerja itu akan menerima masing-masing satu dinar. Ada kecenderungan manusia yang menilai banyak hal bahkan Kerajaan Surga dengan untung dan rugi yang dikaitkan dengan uang. Akibatnya, segala aktivitaas dan bahkan hidup dinilai dengan materi.

Kerajaan Allah yang menjadi tujuan setiap manusia merupakan cita-cita semua orang. Ada orang yang bekerja siang dan malam, dan ada pula orang yang bekerja sebentar dan upahnya adalah sama yakni rahmat untuk memasuki Kerajaan Allah. Gambaran mengenai kemurahan Hati Allah dan penyelenggaraan Ilahi-Nya bagi kita menjadi nyata bahwa Allah tidak membedakan antara mereka yang bekerja lama maupun yang bekerja sebentar. Mereka akan memperoleh upah yang sama yakni Kerajaan Allah.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 21 September, 2014 Leave A Comment Permalink