Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Seeing is believing.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Thomas salah seorang murid Yesus yang sering disebut pula Didimus. Pada hari Minggu Paskah, Yesus menampakkan Diri-Nya kepada para murid-Nya. Kebetulan waktu itu Thomas tidak bersama mereka. Mereka mengatakan kepada Thomas:” Kami telah melihat Tuhan”. Tapi Thomas tidak percaya dengan mengatakan:”: Sebelum aku melihat bekas paku pada tangan-Nya, dan sebelum aku mencucukkan jariku ke dalam bekas paku itu dan sebelum mencucukkan tanganku ke dalam lambung-Nya, aku sama sekali tidak percaya”. Dikisahkan pula, bahwa 8 hari kemudian para murid berkumpul bersama termasuk Thomas. Sementara pintu-pintu tertutup, datanglah Yesus berdiri di tengah mereka sambil berkata:” Damai sejahtgera bagimu”. Kemudian Ia berkata kepada Yesus:” Taruhlah jarimu di sini dan lihatlah tangan-Ku, ulurkanlah tanganmu dan cucukkan ke dalam lambung-Ku, dan jangan engkau tidak percaya lagi, melainkan percayalah”. Thomas menjawab kepada-Nya:” Ya, Tuhanku dan Allahku”.Kata Yesus kepadanya:” Karena telah melihat Aku, maka engkau percaya. Berbahagialah mereka yang tidak meliaht, namun percaya”. Itulah ringkasan Injil Yohanes 20:24-29.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain kata-kata ” seeing is believing”. Menurut hemat saya, kata itu diangkat dari kepercayaan Thomas, karena ia tidak percaya sebelum menyaksikan semuanya. Ada yang bilang Thomas itu mewakili orang-orang yang rasional. Ia tidak mudah percaya akan segala sesuatu sebelum melihat, meraba, dengan mata kepalanya sendiri. Oleh karena itu ungkapan ‘seeing is believing’ menggambarkan iman kepercayaan melalui sentuhan atau jamahan. Namun demikian, Yesus sangat menghargai mereka yang percaya kepada-Nya tanpa harus menyaksikan hal-hal yang fenomenal dan baru kemudian percaya. Bukankah Yesus mengatakan: “Berbahagialah mereka yang tidak melihat, namun percaya”. Oleh sebab itu, mari kita uji iman kita apakah kita memiliki iman seperti Thomas dengan motto’seeing is believing’, atau melalui iman kepercayaan sebagaimana Yesus harapkan.

Mari kita ungkap kata Thomas yang artinya ‘Tuhan hadir dan omong, maka aku sadar’. Istilah itu bukan artinya Thomas, tapi mengeja kata Thomas dan direka-reka kena, dan terjadilah ‘seeing is believing’.

Sebenarnya kehadiran Tuhan dalam hidup kita begitu tak terbatas, karena setiap lagnkah dan nafas kita adalah suatu tanda kehadiran Tuhan.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Kuasa Yesus akan pengampunan dosa.

Injil Matius (Mat 9:1-8) hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengampuni dosa orang lumpuh. Tindakan Yesus menimbulkan perbantahan di antara orang Farisi dan orang banyak yang menyaksikan peristiwa itu. Bagi orang Farisi yang selama ini selalu bersebrangan, maka Yesus dianggap ‘menghujat Allah’. Mengapa? Pengampunan itu hanyalah ‘hak Allah, sehingga tindakan Yesus itu dianggap menghujat Allah. Orang Farisi masih tertutup hatinya, karena mereka masih menolak Yesus sebagai Mesias yang hidup yang punya kuasa akan pengampunan dosa. Dalam kisah ini, Yesus juga membuka pertanyaan dengan mengakatakan ‘ mana yang lebih mudah dosamu diampuni’ atau ‘bangunlah dan berjalanlah’. Kemudian Yesus menegaskan bahwa di dunia ini Anak Manusia berkuasa mengampuni dosa. Karena perbuatan Yesus, banyak orang menjadi takut, lalu memuliakan Allah, karena Ia telah memberi kuasa demikian besar kepada manusia.

Mana yang lebih mudah ‘dosamu telah diampuni’ atau’ bangunlah dan berjalanlah’.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius hari ini antara lain tentang ‘kuasa Yesus akan pengampunan dosa’. Apa yang disampaikan oleh Yesus bahwa Anak Manusia punya kuasa atas pengampunan dosa, dalam hal ini, Yesus ingin mewahyukan Diri-Nya bahwa Ia sungguh Allah dan sungguh manusia, walau banyak orang yang diwakili orang Farisi menolak wahyu itu. Berbicara tentang penolakan Yesus, Ia tidak hanya ditolak oleh orang-orang Farisi dan ahli Taurat dan imam-imam kepala pada waktu itu, tetapi juga Nama Yesus ditolak oleh banyak orang dewasa ini, mau pun yang akan datang.

Kata Yesus :” Manakah yang lebih mudah ‘dosamu sudah diampuni’ atau ‘bangunlah dan berjalanlah”, menginspirasi bahwa Yesus tidak hanya mempunyai kuasa pengampunan dosa tetapi juga Ia punya kuasa untuk menyembuhkan seseorang secara fisik. Membaca Injil Matius hari ini seharusnya membuka mata dan hati kita bahwa pewahyuan Yesus sebagai Mesias menjadi nyata baik dalam kata-kata-Nya yang penuh kuasa, serta tindakan Yesus membuat mukjizat dengan kesembuhan orang lumpuh. Seperti disampaikan di atas, tetapi perkataan dan tindakan Yesus telah menimbulkan perbantahan banyak orang. Tetapi semuanya itu dibiarkan oleh Allah, agar orang dengan kehendak bebasnya (free will) menentukan pilihan hidupnya apakah menerima Yesus atau menolak-Nya. Kehendak bebas ini merupakan hak asasi yang paling tinggi pada diri manusia dalam menentukan pilihan hidupnya. Kehendak bebas itu juga diberikan kepada kita untuk menerima Yesus sebagai ‘Juru Selamat’, atau ‘menolak-Nya’. Bagi umat beriman, maka menerima Yesus adalah selamat, dan menolak berarti ‘binasa’.

Bagaimana Anda. Anda senrilah yang tahu?

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Dialog Yesus dan iblis.

Dalam Injil Matius 8:28-34 dikisahkan tentang dialog Yesus dan iblis (roh jahat) yang terjadi di daerah orang Gadara. Waktu itu ada dua orang kerasukan setan datang dari arah pekuburan. Mereka datang kepada Yesus untuk dibebaskan dari kuasa jahat ini. Keadaan ini membuat takut banyak orang sehingga tak seorang pun berani melalui jalan itu. Ketika keduanya bertemu Yesus, berkatalah mereka:” Apakah urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau daang kemari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?” Kemudian mereka meanmbahkan:”Jika Engkau mengusir kami, suruhkan kami pindah ke dalam kawanan babi itu”. Kata Yesus:” Pergilah!”. Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam kawanan babi, dan terjunlah seluruh kawanan babi ke dalam danau dan semuanya mati. Peristiwa itu dengan sendirinya membuat gempar daerah itu, dan mereka datang menyaksikan peristiwa itu, dan mereka pun mendesak kepada Yesus untuk meningggalkan daerah itu. Itulah kisah singkatnya Injil Matius hari ini.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius itu antara lain ‘dialog Yesus dengan iblis’. Kita menyaksikan sendiri bahwa setan (iblis) itu mengenal dengan baik ‘siapakah Yesus itu?’. Dia mengenal Yesus sebagai Anak Allah, dan ia juga takut akan kuasa Yesus. Satu hal yang kita simak di sini adalah bahwa Yesus sebagai Anak Allah diminta untuk tidak menyiksa sebelum waktunya. Artinya, nasib dari iblis nantinya adalah kegelapan di dalam neraka. Hal ini juga berarti bahwa iblis itu masih gentayangan di dunia dengan tujuan untuk menggoda manusia untuk menjadi pengikutnya. Karena itu di dunia ini sebenarnya hanya terdiri dari dua kekuatan besar, yang satu berasal dari Allah, dan satunya lagi dari iblis. Kekuatan iblis bisa dipatahkan dengan kuasa Allah dalam Nama Yesus, karena iblis sangat tahu betapa Yesus mempunyai kuasa atas mereka. Kalau iblis saja tahu siapakah sosok Yesus, mengapa di antara kita banyak menolak-Nya, walau itu hak mereka untuk menerima atau menolak. Bagi kita orang beriman, menerima Yesus adalah selamat dan menolak-Nya berarti kebinasaan.

Dalam ‘dialog Yesus dan iblis’, jelas sekali siapakah sosok Yesus dan siapakah sosok iblis.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Siapakah Sosok Yesus itu?

Injil Matius (Mat 8:23-37) hari ini mengisahkan Yesus yang menghardik angin dan danau. Ketika Yesus dan para murid-Nya berada dalam perahu, sekonyong-konyong angin ribut mengamuk, sehingga mengguncang perahu itu. Para murid ketakutan, sementara Yesus tertidur. Para murid pun akhirnya membangunkan Yesus katanya:” TUhan, tolonglah, kita binasa”. Apa kata Yesus kepada mereka:” Mengapa kalian takut, hai orang yang kurang percaya?” Yesun pun bangun dan menghardik angin dan danau. Danau itu menjadi teduh. Dan heranlah orang-orang, katanya:” Orang apakah Dia ini, sehingga angin dan danau taat kepada-Nya?”

Yesus menghardik angin ribut.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius hari ini antara lain ‘siapakah sosok Yesus itu?’. Pertanyaan itu tidak hanya menjadi pertanyaan banyak orang waktu itu, tetapi juga sekarang dan yang akan datang. Jika kita membuka Kitab Suci pada masa kecil sebaimana dinubuatkan oleh Simeon dalam Lukas 2:34, dikatakan:”Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan”.

Dari nubuatan Yesus sebagai tanda yang menimbulkan perbantahan, maka itu menjadi nyata bagi kita dan banyak orang bahwa Yesus apakah manusia biasa atau Tuhan. Bagi mereka yang antikristus, maka sosok Yesus itu hanylah manusia biasa, bukan apa-apa. Bagi mereka yang menerima dan mengimani Yesus sebagai manusia dan sekaligus Tuhan, maka Yesus itu adalah sosok Tuhan yang hidup di tengah manusia. Dari beberapa kutipan di dalam Kitab Suci seperti kata Santo Paulus kepada jemaat do Kolose dikatakan:” Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Dialah yang tersulung di antara segala ciptaan” (Kol 1:15). Atau dalam Kitab Wahyu (Why 1:8): Yesus itu adalah Apha dan Omega”. Dari hal-hal tadi, maka Yesus itu adalah Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Jika orang ingin bertemu dengan Allah, maka mengertilah dahulu atau carilah sosok Yesus, karena Dia pada dasarnya adalah gambar Allah yang tidak kelihatan. Banyak bukti bahwa Yesus itu bukan manusia biasa, tetapi sungguh Allah dan sungguh manusia. Dari seluruh nubuatan para nabi, dan seluruh ajaran-Nya serta dari karya-Nya, dapat disimpulkan bahwa sosok Yesus itu sungguh Allah dan sungguh manusia.

Bagaimana Anda? Masih meragukan akan karya Yesus?

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Menjadi saksi-saksi Kristus.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Petrus dan Paulus, yang merupakan dua saksi-saksi Kristus yang handal pada jamannya. Hari Raya Santo Petrus dan Paulus merupakan salah saru hari raya besar, di mana umat Katolik di seluruh dunia dipersatukan dalam kesaksian hidup mereka. Keduanya adalah tokoh besar, dan keduanya adalah saksi-saki Kristus yang luar biasa. Santo Petrus adalah sosok murid yang dikashihi Yesus dan dipercaya untuk membangun jemaat perdana. Petrus dalam kesaksiannya selalu menyerukan bahwa Tuhan Yesus sudah bangkit dan akan menjadi penyelamat sejati. Petrus jugalah yang dipercaya oleh Yesus untuk memegang pintu Kerajaan Surga. Keberanian Petrus untuk menyebut Yesus adalah Mesias, utusan Allah yang hidup telah membuatnya menjadi salah satu murid yang hebat.

Sementara itu Santo Paulus adalah sosok pembela dan penyebar iman Kristiani yang hebat pula pada awal Gereja. Berkat Santo Paulus, penyebaran iman Kristiani meluas di luar masyarakat Yahudi. Kita tahu pula bhawa Paulus sebelum menjadi pengikut Kristus adalah orang Farisi yang sangat fanatik. Bahkan ia juga termasuk orang yang membenci para pengikut Kristus. Ia sendiri menyaksikan bagaimana Stefanus dirajam oleh orang-orang Farisi karena ia dianggap menghujat Allah. Setelah Paulus dipanggil oleh Yesus melalui penglihatannya, ia segera melupakan masa lalu dan menjadi pengikut Kristus yang hebat pula. Bahkan direlakan seluruh hidupnya untuk melayani serta mewartakan kebaikan Tuhan. Nampaknya pertobatan karena perjumpaan dengan Tuhan telah mengubah seluruh perjalanan hidupnya.

Santo petrus dan Paulus sebagai saksi-saksi Kristus.

Inspirasi dari bacaan Injil Matius (Mat 16:13-19) hari ini mengisahkan bagaimana Yesus telah menyerahkan kunci pintu Kerajaan Surga kepada Petrus. Yesus percaya sepenuhnya kepada iman Petrus walau ia sempat menyangkal tiga kali sebelum Yesus disalibkan. Petrus adalah salah seorang saksi Kristus di dalam Gereja Perdana. Pengkuan Petrus bahwa Yesus adalah Mesias (sebagai diurapi) sebagai Anak Allah yang hidup. Pengkauan iman Petrus itu sekarang diteruskan kepada para pengikutnya bahwa Kristus adalah Allah yang hidup. Sementara pengakuan Santo Paulus adalah bahwa Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang tersulung di antara segala ciptaan (Kolose 1:15). Dengan demikian, kedua sosok itu merupakan saksi-saksi Kristus yang handal. Iman kedua saksi Kristus itu diteruskan oleh Gereja dari dahulu, sekarang dan yang akan datang.

Saksi-saksi Kristus itu sekarang diteruskan kepada kita, dan kita terus diminta untuk mewartakan kebaikan dan cintakasih Tuhan. Gereja beserta seluruh anggotanya diutus untuk meneruskan kesaksian kedua orang hebat itu yakni diutus untuk mewartakan kebaikan dan cintakasih Tuhan.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Yesus Sang Penyembuh.

Injil Markus (Mrk 5:21-43) hari Minggu ini antara lain berkisah tentang Yesus yang membangkitkan anak Yairus yang sudah mati. Apa yang dikerjakan Yesus adalah mukjizat yang luar biasa. Bagaimana seorang yang sudah mati bisa hidup kembali. Apa mungkin kalau hal ini bukan pekerjaan yang Ilahi. Tak mungkin terjadi kan!. Pekerjaan Yesus membangkitkan orang mati membuat takjub bagi banyak orang. Namun sebelum peristiwa yang luar biasa ini terjadi, banyak orang menertawakan Dia.

Yesus membangkitkan anak Yairus yang sudah mati

Inspirasi dari bacaan Injil Markus ini antara lain Yesus Sang Penyembuh. Dalam karya-Nya Yesus membuat takjub bagi banyak orang. Bahkan tidak hanya mereka yang sakit disembuhkan, tetapi angin ribut dan orang mati mampu diredakan dan dibangkitkan. Dari pada para pendengar-Nya, Yesus cuma mengharapkan agar mereka percaya saja. Apa yang dikerjakan oleh Yesus ini disaksikan oleh para murid-Nya terutama Petrus, Yohanes dan Yakobus. Jadi apa yang dikerjakan oleh Yesus disaksikan oleh para murid-Nya yang menjadi saksi kunci atas perbuatan Yesus sebagai Sang Penyembuh.

Seharusnya yang harus kita sadari bahwa Yesus bukan sekedar Sang Penyembuh hal-hal jasmani, tetapi sebagai Sang Penyembuh hal-hal yang rohani. Dialah Sang Firman yang menjadi daging! Sebetulnya arah karya Yesus adalah agar banyak orang percaya kepada-Nya bahwa kehadiran-Nya di dunia adalah bukan untuk menghakimi tetapi untuk menyelamatkan. Keselamatan ini harus diartikan secara rohani bukan semata jasmani saja. Sebagai Sang Penyelamat, Ia mampu menyelamatkan ada saja yang Tuhan kehendaki. Tidak yang mustahil bagi bagi Tuhan.

Karya penyembuhan Yesus memang bukan karya manusia biasa. Karya Yesus adalah karya Ilahi, karena Yesus sungguh Allah dan sungguh manusia. Keilahian Yesus inilah yang menjadikan Dia sebagai Sang Penyembuh, sekaligus Sang Penyelamat.

Kehadiran-Nya di dunia adalah menawarkan keselamatan. Keselamatan yang ditawarkan adalah melalui jalan pertobatan. Karena tidak ada keselamatan tanpa pertobatan. Dengan kata lain, pertobatan adalah jalan utama menuju kepada keselamatan. Jadi, kehadiran Yesus yang hanya singkat itu terutama menawarkan keselamatan manusia.

Sebagai Sang Penyembuh, Yesus menawarkan kesembuhan rohani, bukan hanya kesembuhan fisik. Jadi ajakan Yesus untuk percaya adalah sebuah tawaran keselamatan bagi banyak orang.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Ada apa dengan Kuasa Doa edisi Juli 2015.

Cover KD Juli 2015 r55_Final

Ada begitu banyak artikel Kuasa Doa edisi Juli 2015. Di antaranya adalah orang kudus dari Palestina yang baru saja dikanonisasi oleh Bapa Paus Fransiskus serta banyak artikel lainnya.
Jika Anda ingin membaca secara elektronik (ekuasadoa), gabunglah dengan www.wayangforce.com. Dapat diupload melalui Android anda. Selamat membaca. Efektif Juli 2015, Kuasa Doa berkantor di Pulo Gebang Permai B7/12, Jakarta 13950. Phone: 021 4605138.-Selamat menikmati.-***

Kuasa Yesus.

Injil Matius (Mat 8:5-17) hari ini mengisahkan tentang kuasa Yesus atas orang lumpuh, demam dan roh jahat. Ketika Yesus masuk kota Kapernaum, datanglah seorang perwira kepada Yesus dan mohon kepada-Nya untuk menyembuhkan hambanya yang kini sakit lumpuh dan menderita. Atas permohonan itu, Yesus menyanggupinya dan akan datang ke rumah perwira itu. Tetapi perwira itu mengatakan bahwa Yesus tak perlu datang ke rumahnya, dan meminta Yesus mengatakan sepatah saja, maka hamba itu akan sembuh. Yesus memuji iman perwira itu yang tak pernah dijumpainya. Selain Yesus menyembuhkan si lumpuh, Yesus juga menyembuhkan demam mertua Petrus dan serta mengusir roh-roh jahat.

Yesus mengajar orang banyak.

Inspirasi dari Injil Matius hari ini antara lain kuasa Yesus atas orang lumpuh, demam dan roh jahat. Namun di antara banyak kesembuhan itu, Yesus sangat memuji iman perwira itu, walau ia seorang kafir. Ia adalah salah seorang bala tentara Romawi yang selalu dianggap kafir. Walau demikian, ia mengalami sukacita, karena ia sungguh mengimani akan kuasa Yesus yang luar biasa itu.

Inspirasi Injil Matius hari ini membuka mata dan hati kita, jika kita mempunyai iman seperti perwira itu, maka kita yakin Yesus Tuhan tidak membiarkan permohonan kita. Dengan demikian benarlah kata Yesus tentang Nubuat Yesaya:” Dialah yang memikul kelemahan kita dan menanggung penyakit kita“. Dan nubuatnya itu benar, karena kehadiran Allah dalam diri Yesus akan mengubah wajah dunia yang penuh kelemahan dikuatkan kembali. Agar dunia makin beriman akan daya kuasa Yesus yang menyembuhkan. Oleh karena itu kehadiran Yesus dalam Gereja-Nya khususnya dalam perayaan Ekaristi, seharusnya mempunyai daya kuasa Yesus yang sama yang dahulu, sekarang dan yang akan datang. Tapi semuanya itu dibutuhkan yang namanya ‘iman” paling tidak sekuat iman perwira itu.

Apakah kita memiliki iman seperti iman perwira itu? Jika demikian, kita boleh bersyukur karena diberi iman akan kuasa Yesus yang luar biasa.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Kuasa atas kusta

Injil Matius (Mat 8:1-4) hari ini mengisahkan tentang seorang kusta yang disembuhkan oleh Yesus. Ketika rombongan orang banyak datang kepada Yesus, ada pula seorang kusta yang mohon kesembuhan kepada Yesus, katanya:” Tuan, jika Tuan mau, Tuan dapat mentahirkan aku”. Yesus pun melakukannya dengan berkata:” Aku mau, jadilah engkau tahir”. Seketika itu pula, si kusta ini tahir. Namun Yesus berpesan agar ia menghadap imam, dan persembahkanlah persembahan sebagaimana diperintahkan Musa, sebagai bukti bagi mereka”.

Yesus punya kuasa atas kusta

Inspirasi dari Injil Matius hari ini antara lain bahwa Yesus punya kuasa atas kusta. Dalam penyembuhan orang kusta, ada beberapa pesan di antaranya: permohonan penderita kusta supaya disembuhkan, jawaban Yesus dan jawaban Yesus yang menakjubkan, dan perintah terakhir supaya yang disembuhkan menunjukkan diri kepada imam di Bait Suci.

Yesus sebagai Mesias punya kuasa atas segala sakit penyakit termasuk sakit kusta. Bagi masyarakat Yahudi, penyakit kusta dianggap sebagai kutukan, dan belum atau tidak ada obatnya. Oleh karena itu orang kusta harus keluar dari lingkungan keluarganya dan hidupnya dari minta-minta. Dan apabila sudah sembuh, ia harus melaporkannya kepada imam yang diberi kuasa untuk memastikan apa seorang itu sudah sembuh atau belum. Namun Yesus juga mengajarkan untuk bersyukur sebagaimana dianjurkan oleh Musa.

Dalam karya-Nya Yesus begitu banyak menyelesaikan masalah kepada banyak orang, karena belas kasih-Nya. Ia berbuat demikian bukan karena ingin mendapat pujian dunia, tetapi karena belas kasih-Nya kepada mereka yang terpinggirkan seperti orang miskin, orang sakit kusta, dll. Namun demikian, semuanya itu agar dimohonkan kepada Tuhan. Dengan kata lain pula, segala sesuatu dapat dimohonkan kepada Tuhan. Namun semuanya itu terserah kepada kehendak Tuhan, jika Tuhan mau seketika itu orang itu akan tahir atau menjadi sembuh. Kuasa atas kusta membuktikan bahwa Yesus punya kuasa untuk itu dan oleh karenanya tak perlu meragukan kuasa-Nya.

Bagi orang beriman, kuasa atas kusta atau penyakit lainnya tidak hanya terbatas pada waktu itu, tetapi juga atas seluruh kehidupan ini sampai sekarang dan yang akan datang. Yesus yang dahulu, sekarang dan yang akan datang tetap sama sebagai Tuhan yang punya kuasa atas segala benuk kehidupan di dunia ini, tetapi tetap harus dinyatakan dalam suatu permohonan atau doa. Walau Tuhan sudah tahu atas permohonan kita, tetapi segalanya harus dinyatakannya.

Penyakit kusta barangkali cukup menjijikkan, tetapi sebenarnya dosa kita lebih menjijikkan Tuhan dari pada sakit penyakit. Karena dosa yang menjijikkan itu lebih ‘ganas’ dari pada penyakit badani ini, karena bagaimana pun jiwa jauh lebih penting dari pada sakit badani.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Melakukan kehendak Bapa.

Injil Matius (Mat 7:21-29) hari ini kita diajak untuk mendengarkan kotbah Yesus di Bukit. Kita mendengar bahwa Yesus mengatakan:”Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku ‘Tuhan, Tuhan’ akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, melainkan dia yang melakukan kehendak Baka-Ku di surga. Kemudian Yesus menambahkan bahwa pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku ‘Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi Nama-Mu, dan mengusir setan demi Nama-Mu dan mengadakan banyak mukjizat demi Nama-Mu juga?Pada waktu itu Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata:”Aku tidak pernah mengenal kalian!Enyahlah dari pada-Ku, kamu semua pembuat kejahatan”. Kemudian Yesus melanjutkan:”Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya pula, ia sama dengan orang bijaksana, yang mendirikan rumah di atas wadas. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir lalu angin melanda rumah itu, tetapi rumah itu tidak roboh sebab didirikan di atas wadas.

Sebaliknya orang yang mendengarkan perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Kemudian turunlah hujan dan datanglah banjir, lalu angin melanda rumah itu, sehingga robohlah rumah itu dan hebatlah kerusakannya”. Ajaran yesus ini dikagumi oleh banyak orang sebab pengajaran-Nya penuh kuasa, dan bukan seperti ahli Taurat.

Inspirasi dari Injil Matius hari ini antara lain tentang ‘melakukan kehendak Bapa’. Kehendak Bapa itu yang mana? Kehendak Bapa adalah percaya kepada Yesus sebagai Mesias utusan Allah, dan melaksanakan perintah-Nya. Jika kita berbuat demikian, maka kita menjadi orang yang bijak yang mendirikan rumahnya di atas wadas. Sebaliknya walau kita mendengar ajaran serta ajakan Yesus atau bahkan menolak-Nya maka kita ibarat orang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir. Melakukan kehendak Bapa memang tidak mudah, ada begitu banyak godaan dunia sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam hidup kita.

Dengan demikian, melakukan kehendak Bapa berarti menjadi orang bijak yang mendirikan rumah di atas wadas. Orang yang mendirikan kediaman hidupnya di atas wadas, maka ia akan sangat kokoh kuat, tidak takut akan hujan lebat, banjir, atau bencana lainnya, tetapi ia berdiri kokoh dengan landasan yang begitu kuat.

Oleh karena itu, menjadi pengikut Kristus, kita harus menjadi orang bijak, karena dengan demikian kita telah menjalankan kehendak Bapa di surga.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***