Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Penyembuhan si busung pada hari sabat.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 14:1-6 dengan thema:” Penyembuhan si busung pada hari Sabat”. Hal ini terjadi ketika Yesus datang ke rumah salah seorang pemimpin orang-orang FArisi untuk makan di situ. Seluruh mata tertuju kepada Yesus. Tiba-tiba datanglah seorang yang sakit busung air dan berdiri di hadapan Yesus. Kemudian Yesus bertanya kepada para ahli Taurat dan orang-orang Farisi:” Bolehkan menyembuhkan orang pada hari sabat atau tidak?”. Namun semua orang diam saja. Yesus pun memegang tangan si sakit itu dan menyembuhkannya, serta menyruhnya pergi. Sesudah Yesus menyembuhkan orang itu, kemudian Yesus bertanya kepada mereka:” Siapakah di antara kalian yang anak atau lembunya terperosok ke dalam sumur, tidak segera menariknya ke luar, meski pada hari sabat”. Apa yang terjadi sesudah itu, mereka diam seribu bahasa.

Apa inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas hari ini? Dalam hidup ini, ada pilihan, antara pilihan yang baik dan yang jahat. Menurut orang Farisi, menyembuhkan orang sakit pada hari sabat dianggap melanggar hukum Taurat. Namun ketika Yesus bertanya kepada orang Farisi ‘membiarkan seoramg jatuh ke dalam sumur karena pada hari sabat atau segera menolong orang itu walau hal itu dianggap melanggar hukum Taurat. Yesus dalam kasus ini menegaskan bahwa keselamatan jiwa merupakan pilihan-Nya yang utama, walau itu dianggap melanggar hukum.

Dalam kehidupan nyata, kita terkadang disajikan pilihan-pilihan yang sulit. Tapi hendaknya kita memilihnya dengan rasa tanggung jawab. Ada baiknya kita dapat meneladani hidup Yesus yang berdoa sebelum kita mengambil keputusan yang sulit. Hal ini tercermin ketika Yesus berdoa semalam suntuk sebelum memilih para rasul-Nya. Yesus selalu memberikan keteladanan hidup dan kita semua dapat meneladani-Nya jika kita semua rajin membaca dan merenungkan Kitab Suci. Bisakah atau beranikah kita ambil pilihan yang bisa jadi tidak enak, tetapi menjadi pipihan yang terbaik dari semua pilihan yang ada? Oleh karena itu, jadikan Injil sebagai sumber inspirasi serta pegangan hidup dan menjadikan Yesus sebagai pusat kehidupan kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati. -***

kuasa 31 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Firman Allah sebagai pedang Roh.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diangkat dari Efesus 6:10-20 dengan thema” Firman Allah sebagai pedang Roh”. Hari ini Kuasa Doa mencoba menggali surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dengan thema sebagaimana tertulis di atas. Firman Allah sebagai pedang Roh, barangkali juga membingungkan bagi banyak orang. Orang pasti mengenal Firman Allah, tetapi bagaimana Firman Allah itu sebagai pedang Roh. Pedang itu adalah alat atau sarana untuk memperlengkapi diri melawan musuh. Tentu saja yang dimaksudkan di sini bukan sebagai senjata untuk melawan musuh (orang), tetapi musuh dalam arti rohani yakni melawan perbuatan jahat atau godaan setan.

Firman Allah adalah Sabda Tuhan yang menuntun manusia kepada perbuatan-perbuatan yang baik. Dengan perbuatan baik itulah, manusia bisa dikatakan telah berjalan dalam terang Tuhan. Dalam terang Tuhan artinya orang itu telah dipimpin oleh Roh Kudus.

Jika kita membaca Sabda atau Firman Tuhan dengan baik melalui permenungan, maka Firman itu dapat dimaknai sebagai ajaran, nasihat, hukum, moral, dll. Artinya Firman Tuhan itu menjadi pedoman seluruh kehidupan manusia.

Oleh karena itu Surat Santo Paulus kepada jemaat di Efesus hari ini mengajak umat beriman agar memperlengkapi diri dengan Firman Tuhan sebagai senjata untuk melawan goda dunia. Jika kita mempersenjatai diri dengan pedang Roh untuk melawan goda dunia, maka itu berarti kita sudah berjalan dalam track yang benar. Dengan kata lain, apabila kita tekun membaca Sabda Tuhan dengan baik, serta merenungkan dan melaksanakannya dengan baik pula, maka kita sudah mengikuti jejak hidup Kristus sebagai Guru dan Tuhan kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa, Tuhan memberkati.-***

kuasa 30 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Pintu yang sempit.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 13:22-30 dengan thema “Pintu yang sempit”. Injil Lukas hari ini mengisahkan perjalanan Yesus ke Yerusalem dengan berkeliling dari kota ke kota serta dari desa ke desa. Pada sat Yesus mengajar, bertanyalah orang kepada-Nya:” Tuhan, sedikit sajakah orang yang akan diselamatkan?”. Yesus pun menjawab mereka dengan mengatakan:” Berusahalah masuk melalui pintu yang sempit itu! Sebab Aku berkata kepada, banyak orang akan berusaha untuk masuk, tetapi tidak akan dapat. Jika tuan rumah telah bangkit dan menutup pintu, kalian akan berdiri di luar dan mengetok-ngetok pintu sambil berkata ‘ Tuan, bukakan pintu bagi kami’. Tetapi, dia akan berkata:” Aku tidak tahu dari mana kalian datang”. Maka kalian akan berkata:” Kami telah makan dan minum di hadapan-Mu, dan Engkau telah mengajar di jalan-jalan kota kami. Tetapi, ia akan berkata:” Aku tidak tahu dari mana kalian datang. Enyahlah dari hadapanku, hai kalian semua yang melakukan kejahatan” Di sanalah akan terdapat ratap dan kertak gigi, apabila kalian melihat Abraham dan Ishak dan Yakub dan semua nabi ada di dalam Kerajaan Allah, tetapi kalian sendiri dicampakkan ke luar”.

Inspirasi bathin dari Injil Lukas hari ini antara lain adalah bahwa jalan menuju kepada Kerajaan Allah tidak gampang. Ada begitu banyak hambatan yang menghadang. Hal ini dapat digambarkan seperti ketika Yesus dalam perjalan akhir ke Yerusalem harus dengan sengsara dan wafat-Nya di kayu salib. Yesus mengingatkan para pengikut-Nya agar tetap setia kepada-Nya dalam perjalanan menuju Tanah Surgawi. Perjuangan untuk masuk ke dalam keselamatan semakin sulit ketika pintu yang harus dimasuki ternyata adalah pintu yang sempit. Semua orang ingin memasukinya, tetapi hanya mereka yang berjuang yang akan mendapati pintu itu terbuka dan bisa masuk ke dalamnya.

Perjuangan hidup kita adalah ibarat sebuah kompetisi untuk berbagi kebaikan dan dari kebaikan itulah kita dikenal oleh sang empunya pintu yang akan mengizinkan kita masuk dan duduk makan di dalam perjamuan keselamatan. Oleh karena itu, pintu yang sempit akan terbuka lebar melalui sebuah perjuangan hidup yang terus berpegang pada perbuatan yang yang baik melalui ajaran Yesus Tuhan kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 29 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Kuasa Yesus Yang Menyembuhkan.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambildari Injil Lukas 6:12-19 dengan thema:” Kuasa Yesus yang menyembuhkan”. Hari ini Yesus selain memilih para rasul-Nya, Ia juga menyembuhkan banyak orang . Pemandangan yang sangat menarik dari Injil Lukas hari ini adalah Yesus berdoa semalaman kepada Bapa di surga. Ada suatu peristiwa yang istimewa yakni Yesus harus memilih rasul-rasul yang nantinya akan meneruskan tugas-tugas pewartaan khabar gembira. Oleh karena itu, Yesus sungguh-sungguh serius dalam memilih orang-orang-Nya yang akan menggantikan tugas perutusan-Nya.

St. Simon dan Yudas

Hari ini pula Gereja merayakan pesta Rasul Simon orang Zelot, dan Yudas anak Yakobus. Kedua orang ini adalah rasul-rasul Yesus di antara kedua belas rasulnya.

Setelah memilih para rasulnya, Yesus bersama rasulnya menemui orang banyak yang sudah berkumpul untuk mendengarkan Sabda-Nya. Mereka datang dari berbagai kota di Yudea, Yerusalem dan daerah pantai Tirus dan Sidon. Mereka rindu untuk mendengarkan sabda-Nya dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Banyak orang berusaha menjamah Yesus, karena dari pada-Nya keluar kuasa, dan semua orang disembuhkan-Nya.

Thema Kuasa Doa hari ini adalah ‘Kuasa Yesus yang menyembuhkan’. Banyak orang rindu datang untuk bertemu Yesus baik pada jaman dahulu , sekarang mau pun yang akan datang. Mengapa? Kehadiran Yesus di mana pun adalah ibarat magnit yang menarik semua orang. Hal ini harus dimengerti karena Yesus adalah Mesias, utusan dan sekaligus Anak Allah yang tunggal. Dari diri-Nya, keluar kuasa dan tenaga Ilahi yang mampu menyembuhkan. Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup, telah diberi kuasa atas kehidupan dan kematian. Dengan kata lain, Yesus bukan hanya sekedar nabi sebagaimana banyak orang sangka, tetapi Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, Ialah yang tersulung di antara segala ciptaan ( Kol.1:15). Sementara Kitab Wahyu mengatakan Yesus adalah Alpha dan Omega’.

Dengan kata lain, sebagai Allah dan sebagai manusia, Yesus punya kuasa apa pun termasuk kuasa yang menyembuhkan. Dalam karya-karya-Nya, Yesus diakui oleh para musuh-Nya dan diakui pula oleh Iblis bahwa Yesus adalah yang kudus dari Allah. Namun demikian, banyak orang masih mempertentangkan tentang siapak sosok Yesus itu. Kita sungguh bersyukur karena kita telah dipilih seperti para rasul-Nya untuk mengenal lebih dalam tentang Dia, dan juga mempunyai tugas perutusan untuk mewartakan khabar keselamatan. Sebagai murid-Nya, kita juga diberi kuasa dan tenaga Ilahi untuk menyembuhkan banyak orang. Dengan kata lain, Yesus juga membekali diri kita kuasa untuk menjalankan tugas perutusan dengan menyembuhkan banyak orang baik secara jasmani dan rohani.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 28 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Yesus Mengusir Roh Jahat.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 13:10-17 dengan thema:” Yesus mengusir roh jahat”. Karena belas kasih-Nya, Yesus pun membebaskan seorang wanita yang telah 18 tahun kerasukan roh jahat. Penderitaan itu telah menyebabkan punggungnya bungkuk, dan tidak dapat berdiri tegak. Ketika Yesus melihat wanita itu, dipanggil-Nyalah dia, kata-Nya:” Hai ibu, penyakitmu telah sembuh”. Kemudian wanita itu ditumpangi tangan, dan seketika itu wanita itu sembuh.

Namun perbuatan Yesus itu diamati oleh kepala rumah ibadat, karena Yesus menyembuhkan seseorang pada hari Sabat. Kemudian ia berkata pada orang banyak katanya:”Ada 6 hari untuk bekerja. Karena itu, datanglah pada salah satu hari itu untuk disembuhkan dan jangan pada hari Sabat”.

Apa kata Yesus kepadanya:” Hai orang-orang munafik, bukankah kalian semua melepaskan lembu dan keledaimu pada hari Sabat dan membawanya ke tempat minum? Wanita ini sudah 18 tahun diikat oleh Iblis. Bukankah dia harus dilepaskan dari ikatannya itu karena dia keturunan Abraham?”. Waktu Yesus berbicara demikian, semua lawannya merasa malu, sedangkan orang banyak bersukacita karena segala perkara mulia telah dilakukan-Nya.

Kecaman Yesus kepada orang-orang munafik demikian keras karena mereka sangat tertutup terhadap perbuatan-perbuatan mulia pada hari Sabat. Mereka sangat berpegang teguh pada hukum Taurat dengan hari Sabatnya, tetapi mereka sangat tertutup mata dan hatinya terhadap perbuatan mulia. Perbuatan mulia seperti menyembuhkan wanita yang diikat oleh iblis dianggap telah melanggar hukum Sabat. Mereka tidak mengerti antara perbuatan baik dan bekerja pada hari Sabat.

Apa yang dilakukan oleh Yesus adalah suatu perbuatan mulia, karena Ia telah membebaskan seorang wanita yang telah dikuasai oleh iblis selama 18 tahun. Perbuatan ini sangat dibenarkan oleh orang bnayak, karena Tuhan telah hadir di antara umat-Nya. Ia sangat berbela rasa kepada mereka yang menderita. Namun demikian, perbuatan mulia ini dianggap melanggar hukum karena perbuatan itu dilaksanakn pada hari Sabat.

Oleh karena itu, teguran Yesus kepada orang-orang munafik barangkali menyakitkan hati mereka, sehingga Yesus makin dibenci oleh para musuh-Nya.

Inspirasi bathin yang dapat kita ambil dari bacaan Injil Lukas hari ini antara lain adalah bahwa keteladanan Yesus untuk perbuatan mulia harus kita jalankan, walau pun resiko itu akan mengancam diri kita. Kita tidak perlu takut berbuat baik pada hari mana pun. Karen bagi Tuhan, setiap saat adalah hari baik, dan tidak ada larangan sedikitpun untuki berbuat baik apalagi perbuatan mulia.

Demikian renungang singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 27 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Hukum Kasih sebagai hukum utama.

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari Injil Matius 22:34-40 dengan thema:” Hukum kasih sebagai hukum utama”. Thema ini coba diangkat kembali agar para pembaca merefreshing bahwa hukum yang paling utama dan pertama dari seluruh hukum para nabi adalah kasih. Mengapa demikian? Banyaknya tindak kekerasan dalam kehidupan masyarakat karena banyak orang tidak mengerti tentang hukum kasih. Secara tekstual, mereka mengerti, tetapi sulit melaksanakannya.

Hukum kasih dibagi menjadi dua hal. Yang pertama adalah kasih kepada Allah. Dalam hal ini Yesus berkata kepada orang banyak khususnya para ahli Taurat yang ingin mencobai-Nya, kata-Nya:” Kasihilah Tuhan Allahmu, dengan segenap hatimu, dengan segenap jiwamu, dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang utama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah:”Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Pada kedua hukum inilah tergantung seluruh hukum Taurat dan kitab para nabi”.

Berbicara tentang kasih St. Paulus mengatakan:” Sekalipun aku berkata-kata semua bahasa manusia dan bahasa malaikat, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama dengan gong yang berkumandang dan canang yang bergemerincing. Sekali pun aku mempunyai karunia untuk bernubuat dan aku mengetahui segala rahasia dan memiliki seluruh pengetahuan dan sekalipun aku memiliki iman yang sempurna untuk memindahkan gunung, tetapi jika aku tidak mempunyai kasih, aku sama sekali tidak berguna. Sekali pun aku membagi-bagikan segala sesuatu yang ada padaku, bahkan menyerahkan tubuhku untuk dibakar, tetapi jika tidak mempunyai kasih, sedikitpun tidak ada faedahnya bagiku”

Kemudian St. Paulus menegaskan:” Kasih itu sabar; kasih itu baik hati; kasih itu tidak cemburu. IA tidak memegahkan diri dan tidak sombong. Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. Ia tidak bersukacita karena tidak ketidakadilan, tetapi ia bersukacita karena kebenaran. Ia menahan segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu dan menanggung segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu”. (! Kor 13:1-7).

Baik Injil Matius dan Surat St. Paulus kepada jemaat di Korinthus saling melengkapi bagiamana hukum kasih merupakn hukum yang tertinggi. Sebagai hkum yang utama dan pertama, maka hukum ini tidak bertentangan dengan hukum mana pun termasuk hukum para nabi.

Seperti disampaikan bahwa banyak orang mengerti tentang hukum kasih ini, tetapi sulit melaksanakannya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 26 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Pertobatan itu pangkal keselamatan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 13:1-9 dengan thema’ pertobatan itu pangkal keselamatan’. Injil Lukas hari ini berbicara tentang buah pertobatan yang akan membawa keselamatan bagi setiap orang. Untuk itu, Yesus berbicara tentang hal ini kepada banyak orang, kata-Nya:” Sangkamu orang Galilea ini lebih besar dosanya dari pada semua orang Galilea lain, karena mereka mengalami nasib itu? Tidak. Jikalau kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian. Atau kedelapan belas orang yang ditimpa menara dekat Siloam, lebih besar kesalahannya dari pada semua orang lain yang tinggal di Yerusalem? Tidak. Tetapi jika kalian tidak bertobat, kalian semua pun akan binasa dengan cara demikian”. Sesudah itu Yesus menceriterakan perumpamaan tentang pohon ara yang tidak berbuah. Pohon ara ini sudah berumur selama 3 tahun, tapi tidak pernah berbuah. Karena itu diberilah kesempatan satu tahun lagi, tapi jika tidak berbuah, maka boleh ditebang saja.

Inspirasi bathin dari Injil Lukas hari ini antara lain bahwa kunci keselamatan tidak terletak pada panjang atau pendeknya umur, baik atau buruknya keadaan, melainkan pada buah yang dihasilkan. Kehidupan hanya bermakna bila menghasilkan buah. Kalau pun manusia berusia panjang, maka kalau tidak bermakna juga tidak akan selamat. Makna yang dimaksud tak lain adalah kebaikan bagi kepentingan pihak lain, bukan diri sendiri.

Keselamatan bukan diukur dengan tinggi prestasi atau banyaknya harta yang dimiliki. Tentu usaha itu memang bermakna, tapi hanya untuk dirinya sendiri dan bukan untuk sesama.

Yesus tidak pernah memaknai hidup dan karya-Nya bagi diri sendiri atau hanya pada taraf keselamatan fisik atau materiil, tetapi terutama keselamatan bersama-Nya bagi semua orang. Mencukupi kebutuhan secara materiil memang memiliki makna, namun dangkal, karena sebatas kebutuhan fisik.

Oleh karena itu, memberi perhatian dan kasih sayang memiliki makna yang lebih dalam. Yang terdalam adalah pemberian diri perkembangan iman dan keselamatan jiwa sesama, karena hal ini erat kaitannya dengan keselamatan bagi banyak orang. Buah hidup yang dinantikan bukan hanya keselamatan kita sendiri, apalagi secara fisik, tetapi juga secara rohani, agar banyak orang selamat, karena mereka sungguh bertobat. Jadi, tepatlah kalau dikatakan bahwa pertobatan adalah pangkal keselamatan.

Demikianlah renungan singkat hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 25 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Rumahku adalah rumah doa.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 19:45-48 dengan thema:’ rumahku adalah rumah doa’. Injil Lukas hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengusir semua pedagang di Bait Allah. Ia berkata:” Ada tertulis ‘ Rumah-Ku adalah rumah doa”. Kemudian Ia menambahkan’kalian telah menjadikan sarang penyamun’. Tiap-tiap hari Yesus mengajar di Bait Allah. Para imam kepala dan ahli Taurat serta orang-orang terkemuka bangsa Israel berusaha membinasakan Yesus. Tetapi, mereka tidak tahu bagaimana harus melakukannya, sebab seluruh rakyat terpikat kepada-Nya dan ingin mendengarkan Dia.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Kesalehan rohani kedua orang tua Maria serupa dengan orang-orang Yahudi pada umumnya yakni dengan mempersembahkan puterinya kepada Allah. Tentu hal ini dimaksudkan agar kelak Maria memiliki kesalehan rohani yang baik. Dengan cara ini pula, anak sudah dibiasakan mengenal rumah Allah, agar nantinya anak menjadi anak yang baik dan saleh.

Seperti diketahui bahwa Maria telah dipilih Allah secara khusus untuk menjadi Bunda Yesus. Mengapa Maria, dan bukan orang lain? Inilah misteri Allah. Rahasia Allah tidak ada orang yang tahu.

Kembali kepada thema Kuasa Doa:” Rumah-Ku adalah rumah doa”. Apakah maksudnya? Secara harfiah, ‘Rumah-Ku adalah rumah doa”, dimaksudkan bahwa Bait Allah adalah rumah doa sehingga tempat itu harus terbebas dari sarang penyamun. Tentu kata-kata ini sangat keras. Yesus mengajak kita semua agar rumah Allah sungguh-sungguh dimanfaatkan sebagai rumah doa atau sebagai tempat ibadat dan bakti kepada Allah. Kemarahan Yesus kepada orang Farisi, ahli Taurat serta imam-imam kepala, karena mereka tidak bisa memberikan keteladanan yang baik kepada banyak orang dengan memanfaatkan Bait allah sebagai rumah doa.

Keteladanan kedua orang tua Maria yakni Yoakim dan Ana mempersembahkan Maria ke dalam Bait Allah seharusnya juga menginspirasi agar orang tua juga mengikuti keteladanan keluarga orang tua Maria dengan mempersembahkan atau selalu mengajak anak-anaknya pergi ke Gereja. Gereja atau Bait Allah adalah serupa, karena keduanya merupakan rumah doa. Dengan cara ini, kita sebagai orang tua telah mengajarkan keteladanan kepada anak-anak mereka untuk membiasakan bertemu dengan Allah di dalam Bait Allah atau Gereja.

Rumah-Ku adalah rumah doa seharusnya menginspirasi bahwa Gereja adalah rumah doa. Dengan kata lain, gereja adalah rumah Allah, sebagai Rumah Allah dengan sendirinya menjadi tempat yang sakral. Oleh karena sakral, maka Gereja atau Bait Allah harus dipakai sebagai Rumah Allah, di mana Allah bertahta. Untuk itu, maka sebagai umat beriman bahwa Gereja sebagai Rumah Allah harus dihormati sebagai tempat yang sakral.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 24 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Yesus sebagai tanda pertentangan.

Renungn Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 12:49-53 dengan thema:” Yesus sebagai tanda pertentangan”. Mengapa Yesus berbicara demikian? Injil Lukas hari ini mengisahkan Yesus yang mengajar para murid-Nya. Ia mengatakan:” Aku datang melemparkan api ke bumi, dan betapa Kudambakan agar api itu selalu menyala!Aku harus menerima baptisan dan betapa susah hati-Ku sebelum hal itu berlangsung. Kalian sangka Aku datang membawa damai ke bumi?Bukan! Buakn damai, melainkan pertentangan! Karena mulai sekarang akan ada pertentangan antara lima orang dalam satu rumah, tiga melawan dua dan dua melawan tiga. Mereka akan saling bertentangan, bapa melawan puteranya, dan putera melawan bapaknya, ibu melawan puterinya, dan puterinya melawan ibunya, ibu mertua melawan menantu dan menantu melawan ibu mertuanya”.

Bagaimana memahami ajaran Yesus ini! Jika membaca sepintas, seolah Yesus seorang provokator. Pada hal selalu dikatakan bahwa Yesus adalah pembawa damai. Tentu saja kehadiran Yesus selalu membawa damai, tapi kata-kata Yesus hari ini cukup menyulitkan bagi banyak orang. Apakah itu memang kehendak Yesus untuk saling bertentangan. Karena nampaknya pertentangan itu bukan semata dengan orang lain, tetapi juga pertentangan dalam keluarga antara orang tua melawan anak dan sebaliknya, antara menantu melawan mertua dan sebaliknya.

Yesus sebagai tanda pertentangan dimaksudkan bahwa kehadiran Yesus menjadikan sebuah pertentangan, namun bukan asal pertentangan, melainkan pertentangan demi suatu kebenaran dan kebaikan. Dikatakan oleh Yesus bahwa Ia datang melempar api dan mengharapkan api itu menyala. Api adalah Roh Kudus, Roh Yesus yang membawa hikmat, pengertian, keperkasaan, pengenalan akan Allah, kesalehan dan takut Allah. Demi terwujudnya karunia Roh Kudus itu, orang bisa bersikap tegas dan hal inilah yang antara lain menimbulkan pertentangan. Oleh karena itu, bisa dipahami kalau seseorang itu marah karena demi kebenaran.

Dalam menjalani kehidupan ini, memang harus tegas menentukan pilihannya. Ketegasan itu perlu demi sebuah kebenaran. Yesus adalah kebenaran itu sendiri sebagai dikatakan:”Akulah jalan, kebenaran dan hidup” (Yoh 14:6). Dengan kata lain, pertentangan itu merupakan perang bathin untuk memilih antara kebenaran dan kejahatan. Tentu hal ini akan berlaku untuk siapa saja termasuk di dalam kehidupan berkeluarga. Kebenaran hakiki harus dicari dan didapatkannya karena kebenaran pada diri Yesus adalah kebenaran Ilahi.

Yesus sebagai tanda pertentangan itu sudah dinubuatkan oleh Simeon ketika Yesus dipersembahkan di dalam bait Allah. Salah satu nubuatan Simeon antara lain bahwa Yesus akan menjadi tanda pertentangan bagi banyak orang (Luk 2:34).

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 23 October, 2014 Leave A Comment Permalink

Menjadi hamba yang baik.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Lukas 12:39-48 dengan thema ‘menjadi hamba yang baik’. Injil Lukas hari ini antara lain mengisahkan tentang bagaimana menjadi hamba yang baik. Hamba yang baik itu dikatakan sbb:”Berbahagialah hamba yang didapati tuannya sedang melakukan tugasnya ketika tuan itu datang. Tetapi bila itu jahat dengan memukuli hamba yang lain, pria dan wanita, dan makan minum serta mabuk, maka tuannya akan membunuh dia serta membuat dia senasib dengan orang-orang yang tidak setia. Yesus juga menambahkan dengan mengatakan:”Hamba yang tahu akan kehendak tuannya, tetapi tidak mengadakan persiapan atau tidak melakukan apa yang dikehendaki tuannya, ia akan menerima banyak pukulan. Tetapi barangsiapa tidak tahu akan kehendak tuannya dan melakukan apa yang harus mendatangkan pukulan, ia akan menerima sedikit pukulan. Barangsiapa diberi banyak, banyak pula yang dituntut darinya. Dan barangsiapa dipercaya banyak, lebih banyak lagi yang dituntut darinya”.

St. Yohanes Paulus II, pelayan agung.

Inspirasi bathin dari ajaran Yesus hari ini antara lain bahwa hamba yang baik bukan sekedar menunggu perintah tuannya, tetapi juga peka terhadap kebutuhan tuannya. Hamba yang baik tidak mumpung dalam artian memanfaatkan kedudukannya untuk kenikmatan dan kesenangan dirinya sendiri. Bagi seorang hamba, kebahagiaan utama adalah ketika majikan yang dilayani merasa puas akan pelayanan yang diberikannya. Yesus menegaskan semakin tinggi jabatan seseorang, makin tinggi pula tanggungjawab yang dituntut darinya. Pelayan yang baik memanfaatkan kedudukannya untuk menggembirakan tuannya.

Sebenarnya menjadi hamba yang baik tidaklah susah, jika mau. Hal yang sangat mempengaruhi dalam hidup kita yang utama adalah kemauan dan kehendak baik. Kehendak baik merupakan kehendak bebas yang dimiliki oleh setiap orang. Kehendak bebas ini pula yang menentukan apakah orang itu selamat atau binasa.

Menjadi hamba yang baik tentu saja akan mendapat ganjaran sesuai dengan fungsinya dan dilaksanakan tugas-tugasnya dengan baik. Menjadi hamba yang baik bagi umat beriman adalah melaksanakan kehendak Bapa di surga. Jika hal ini dilaksanakn dengan baik, maka pada suatu saat tuan kita atau majikan kita yakni Yesus Kristus Juru Selamat kita akan menyongsong kita untuk memasuki Kerajaan Allah sesuai dengan janji-Nya.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 22 October, 2014 Leave A Comment Permalink