Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Larantuka Berbenah diri.

Pekan suci Semana Santa hari Rabu ini dala persiapan. Hari Kamis besok, ada penghormatan kepada Tuan Ana (Tuhan Yesus) dan Tuan Ma (Bunda Maria). Masyarakat Katolik Larantuka dewasa ini sibuk sekali mempersiapkan diri. Tahun lalu hampr 11.000 peserta membludak di kota kecil Larantuka. Puncak acara Semana Santa adalah prosesi lilin yang dimulai pukul 19.00 sampai jam 02.00 pagi. Semana Santa adalah upacara religi pekan suci yang sangat unik di Larantuka ini.

Admin Kuasa Doa saat ini berada di tempat ini untuk mengikuti acara Semana Santa. Jadi kalau beberapa hari tidak muncul di Kuasa Doa, karena susahnya koneksi di kota kecil ini. Catatan ini dibuat di Maumere, yang kebetulan ada akses wi-fi.

Salam dan doa dari kami di Larantuka.-***

Kuasa Doa:”Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Yohanes 12:1-11 dengan thema:”Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku”.

Injil Yohanes hari ini berbicara tentang Yesus yang berkesempatan singgah di rumah Maria dan Marta di daerah Betania. Ketika Yesus datang ke rumah Maria dan Marta, maka Maria segera menyongsong dan tersungkur di depan kaki Yesus. Ia meminyaki kaki Yesus dengan rambutnya dengan minyak yang mahal harganya. Dari seluruh peristiwa, tergambar bagaimana Maria selalu merendahkan diri di hadapan Tuhan. Disebutkan bahwa tindakan Maria menjadi persiapan menghadapi saat kematian-Nya.”Biarkanlah dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku…, demikian kata Yesus, sedangkan bagi Maria, apa yang dikerjakan di kaki Yesus adalah tanda penyesalan atas dosa yang dilakukannya.

Perendahan diri yang dilakukan oleh Maria disempurnakan oleh Yesus. Penderitaan dan kematian yang akan ditanggung oleh Yesus menjadi perendahan serta penyerahan diri kepada kehendak Bapa-Nya. Perendahan diri dan penyerahan diri Yesus kita kepada pembebasan dan pembersihan dosa.

Pada Jumat Agung nanti, Yesus akan menyerahkan diri-Nya kepada kehendak Bapa-Nya secara total. Sengsara dan wafat-Nya di kayu salib sudah diramalkan oleh para nabi bagaimana Yesus akan mati.

Namun sengsara dan wafat Yesus adalah untuk membebaskan manusia dari hamba dosa. Oleh karena itu, kata Kayafas Imam Agung bangsa Yahudi menubuatkan :”Lebih baik seorang mati dari pada seluruh bang sa binasa”. Dengan kata lain, sengsara dan wafat Yesus untuk kebahagiaan seluruh bangsa manusia agar terbebas dari dosa.

“Biarkanlah Dia melakukan hal ini mengingat hari penguburan-Ku” yang menjadi thema Kuasa Doa hari ini mau menggambarkan bahwa apa yang dilakukan oleh Maria sebagai tanda atas peristiwa yang akan terjadi para Yesus.

Inti dari Injil Yohanes hari ini antara lain bahwa perendahan diri Yesus Kristus secara hina di salib mengantar kita kepada pembebasan dan pembersihan kita dari dosa.

Untuk menguatkan renungan di atas, Kuasa Doa mengutip kata-kata nabi Yesaya yang mengatakan:” Lihat, itu hamba-Ku yang Ku-pegang, orang pilihan-Ku, yang kepadanya Aku berkenan. Aku telah menaruh Roh-Ku ke atasnya, supaya ia menyatakan hukum kepada bangsa-bangsa. Ia tidak akan berteriak atau menyaringkan suaranya…”. Apa yang disampaikan oleh nabi Yesaya adalah menggambarkan tentang kondisi Yesus.

Oleh karena itu, apa yang nampak, apa yang terjadi pada diri Yesus merupakan kehendak Bapa-Nya.

Demikiankan renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Marilah kita berdoa (oratio).

Allah Bapa yang mahakasih, ampunilah dosa-dosaku. Tambahkanlah imanku agar aku makin mengerti bahwa Engkau telah mengutus Putera-Mu untuk membebaskan aku dari kuasa dosa dengan perantaraan Yesus Kristus Tuhan, amin.

Kuasa Doa:”Ia telah merendahkan Diri-Nya dan taat sampai mati”.

Hari ini merupakan hari pertama pekan suci yang diwarnai dengan Minggu Palma. Minggu Palma menggambarkan bagaimana Yesus dielu-elukan orang banyak dengan hamparan apa adanya termasuk dengan daun-daun palma. Yesus sebagai raja telah memasuki Yerusalem.

Pekan Suci

Mengapa disebut Pekan Suci? Dalam seminggu ke depan, umat beriman akan merayakan tiga peristiwa istimewa yakni Kamis Putih, Jumat Agung serta Malam Paskah. Selama seminggu ini, umat beriman akan merayakan Kamis Putih, Jumat Agung, dan Minggu Paskah.

Kembali kepada thema Kuasa Doa hari Minggu adalah” Ia telah merendahkan diri dan taat sampai mati” . Yesus itu adalah gambar Allah yang tidak kelihatan dan yang tersulung di antara segala ciptaan (Kolese 1:15). Dengan kata lain Yesus sejatinya Allah sendiri yang merendahkan diri-Nya menjadi manusia. Namun demikian, hal ini tidak dimengerti oleh manusia. Banyak orang mempertanyaakan ‘statement’ itu yang dianggap tanpa dasar. Mana mungkin Allah menjadi manusia?
Inilah berbagai pertanyaan –pertanyaan yang muncul di kalangan banyak orang.

Sebagai umat beriman, yang selama ini telah mengikuti keteladanan Yesus Kristus adalah sikap rendah hati. Karena dengan kerendahan hati serta keterbukaan , maka kita akan sampai pada iman bahwa Yesus Kristus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia.

Dialah Allah yang merendahkan diri sebagai sosok manusia dan taat sampai mati tapi bangkit pada ketiga. Dengan kata lain, Yesus yang menderita sengsara dan wafat itu bangkit dan hidup hingga saat ini.

Selamat menjalankan Pekan Suci, Tuhan memberkati.-***

Kuasa Doa:”Yesus akan mati untuk seluruh bangsa”.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini berthemakan :”Yesus akan mati bagi seluruh bangsa” yang diambil dari Injil Yohanes 11:45-56.

Bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain berbicara tentang Yesus akan mati untuk mengumpulkan dan mempersatukan anak-anak Allah yang tercerai berai. Menjelang sengsara dan kematian Yesus, Yesus makin diburu oleh orang-orang Yahudi khususnya orang Farisi dan ahli Taurat. Mereka makin mengeraskan hati mereka untuk menangkap Yesus.

Sengsara dan kematian Yesus sebenarnya sudah diramalkan bahwa hari ini Kayafas, imam besar pada tahun itu, berkata kepada mereka:” Kamu tidak tahu apa-apa! Kamu tidak insaf, bahwa lebih berguna bagimu, jika satu orang mati untuk bangsa kita dari pada seluruh bangsa kita binasa”.

Nabi Yeheskiel hari ini berbicara tentang bagaimana Tuhan menjemput bangsa (umat Allah) yang tercerai berai karena perpecahan. Tuhan akan mentahirkan bangsa-Nya dari kenajisan dan berhala-berhala. Nampaknya tidak ada kekuatan lain yang akan melawan dan membatalkan rencana Tuhan yang mahakuasa. Tuhan menginginkan kerukunan, kesatuan bagi umat. Tuhan yang sama yang hadir dalam penebusan umat manusia melalui Yesus Kristus. Yesus telah diberi kuasa atas sejarah umat manusia. Yesus berkurban dan menguasai sejarah hidup manusia. Yesus menjalani kematian agar seluruh bangsa manusia memperoleh keselamatan.

Yesus akan mati bagi seluruh bangsa. Satu orang bagi seluruh bangsa. Yesus membangun umat manusia dengan mengurbankan diri-Nya bagi keselamatan seluruh manusia.

Dengan demikian, kematian Yesus adalah demi keselamatan seluruh umat manusia. Pengurbanan yang sedemikian besar yang tidak bisa ditandingi siapa pun.

Besok pagi kita akan merayakan Minggu Palma di mana Yesus diarak dengan menunggang keledai dan dilambaikan dengan daun palma. Itulah satu-satunya ‘raja’ yang sangat-sangat sederhana. Dia tidak dikawal pasukan, atau kemewahan sedikitpun. Namun kuasa-Nya luar biasa yakni atas kehidupan dan kematian, penguasa atas dunia ini.
Namun bagi banyak orang sulit menerima Dia bahwa Dia adalah Allah yang merendahkan Diri-Nya sebagai manusia. Dan hal ini tetap hangat hingga saat ini.

Siapa pun akan mengalami kesedihan jika salah seorang di antara kita meninggal. Tetapi kematian Yesus Kristus bagi seluruh bangsa manusia membawa keselamatan. Kristus memang akan mati, tetapi juga Kristus akan bangkit dan hidup hingga saat ini. Inilah iman yang mengalahkan segala logika manusia.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Marilah kita berdoa (oratio):

Bapa di surga yang penuh belaskasih, kasih-Mu yang sedemikian besar bagi umat-Mu sehingga Engkau mengirim Putera-Mu . Namun Putera-Mu ditolak dan bahkan dibunuh. Bapa, jadikan aku orang yang rendah hati sehingga mau membuka hati dan menerima-Mu dengan perantaraan Yesus Kristus pengantaraku, amin.