Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Roti Hidup.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 6:30-35 dengan tema:” Roti hidup”. Injil Yohanes hari ini mengisahkan perjalanan Yesus di Kapernaum. Di tempat ini orang berkumpul dan mendengarkan ajaran Yesus. Mereka bertanya kepada-Nya:” Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya kami dapat melihatnya dan percaya kepada-Mu?”. Ketika mereka berbicara tentang nenek moyang mereka diberi makan manna di padang gurun, maka kata Yesus kepada mereka:” Sesungguhnya bukan Musa yang memberi kamu roti dari surga, melainkan Bapa-Ku lah yang memberi roti yang benar dari surga. Sebab roti yang turun dari Allah akan memberi hidup kepada dunia”. Dalam penutupnya Yesus mengatakan:” Akulah roti hidup! Barang siapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi”.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes tentang “roti hidup” antara lain sbb bahwa roti dari surga yang tidak hanya diberikan Yesus, tetapi Yesus sendirilah roti itu. Yesus sebagai roti dari surga diterima dan disantap melalui iman. Dengan kata lain, roti hidup dalam Yesus itu adalah santapan iman. Yesus adalah roti dari surga yang memberi makan kepada semua orang yang percaya.

Apakah kita sebagai pengikut Kristus sudah menerima Yesus sebagai roti hidup yang turun dari surga? Tidaklah mudah menerima statement seperti itu. Oleh karena itu, menghayati iman akan Yesus dengan berbagai gelar yang disandang-Nya terkadang tidak mulus dalam hati kita. Ada begitu banyak rintangan dan godaan yang setiap saat menghalangi hati dan pikiran kita untuk datang dan terus mencari Yesus.

Untuk tekun dan setia kepada-Nya, dibutuhkan suatu kerjasama dengan rahmat Tuhan sendiri. Karena berkat rahmat Tuhan itu, iman kita dikuatkan sehingga kita terus berusaha mencari Yesus sebagai santapan rohani kita. Firman atau sabda-Nya yang penuh kuasa sungguh menjadi sumber kekuatan hidup rohani kita.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Mencari Makanan Rohani

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 6:22-29 dengan tema:”Mencari makanan rohani”. Injil Yohanes hari ini mengisahkan bagaimana banyak orang mencari Yesus. Namun sedikit kekecewaan mereka, karena mereka tidak menemukan Yesus. Akhirnya dalam pencahariannya, mereka menemukan Yesus juga di daerah Kapernaum. Lalu mereka bertanya:” Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”. Jawab Yesus:”Sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti sampai kenyang. Bekerjalah, bukan untuk makanan yang dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya“. Kemudian mereka bertanya kepada-Nya:” Apakah yang harus kami perbuat, supaya kami mengerjakan pekerjaan yang dikehendaki Allah?”. Jawab Yesus:” Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah”.

Inspirasi dari Injil Yohanes ini antara lain bahwa kita diminta untuk mencari makanan yang tidak binasa. Makanan apakah yang tidak binasa itu? Bukankah semua makanan yang tersedia akan menjadi basi dan kemudian dibuang? Untuk itu Yesus menegaskan agar kita semua mengusahakan mencari makanan yang bertahan sampai hidup kekal? Tentu hal ini akan menimbulkan pertanyaan? Karena semua makanan pasti ada masanya (expired), jadi tidak ada makanan yang bertahan lama apalagi bertahan sampai kepada hidup kekal. Tentu saja ini bukan makanan duniawi, tetapi makanan rohani. Yesus berkehendak agar kita semua mencari makanan yang diberikan oleh-Nya. Bagaimana bentuk makanannya? Makanan pertama, percaya kepada-Nya bahwa Dia lah yang disahkan oleh Bapa di surga. Makanan kedua, turutilah perintah-Nya dan melaksanakannya”. Inilah makanan yang tidak akan membawa kebinasaan. Analog dengan ini dalam Matius 4:4 juga dikatakan:” Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi setiap Firman yang keluar dari mulut Allah“. Dari ungkapan di atas, maka dalam hidup ini kita tidak semata berburu rezeki atau mencari uang semata, kita juga harus memperhatikan kebutuhan rohani kita. Yang paling ideal itu adalah hidup seimbang (balanced) antara kebutuhan jasmani mau pun rohani.

Inspirasi mencari makanan untuk hidup kekal berarti mencari makanan rohani bukan untuk kepentingan jasmani tetapi makanan untuk hati kita, iman kita.

Demikianlah relfkesi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Menjadi Saksi Kristus

Inspirasi Injil Lukas (Luk 24:35-48) hari Minggu ini antara lain “Menjadi saksi Kristus”. “Kamu adalah saksi akan semuanya ini”, demikian pesan Yesus kepada murid-Nya (Luk 24:35). Untuk itu mereka dipersiapkan lewat penampakan-penampakan Yesus sesudah kebangkitan. Mengapa perlu dipersiapkan? Para murid ternyata tidak mudah percaya. Untuk itu pula Yesus memperlihatkan luka-luka-Nya kepada mereka, di samping makan ikan goreng dan memakannya di hadapan mereka, yang sering menjadi kebiasaannya, baru mereka percaya.

Jangan lupa bahwa kita juga dijadikan saksi kebangkitan Kristus di dunia ini. Menjadi saksi Kristus berarti berani menyatakan bahwa Yesus adalah orang Nazaret yang menderita sengsara, wafat, namun bangkit di antara orang mati. Ia telah berjanji akan menyelamatkan mereka yang percaya kepada-Nya. Selain diselamatkan, kita juga terus dibangkitkan oleh-Nya. Menjadi saksi Kristus berarti hidup kita harus menandakan hidup dalam kebangkitan, hidup dalam harapan, hidup dalam kasih.

Ada yang mengatakan bahwa kata “saksi” terdiri atas 5 huruf yang terdiri dari kata “s” (selalu), “a” (aku), “k” (kabarkan), “s”(sukacita), “i” (Injil). Dengan kata lain menjadi saksi Kristus artinya “selalu aku kabarkan sukacita Injil” tentang Yesus yang bangkit, dan hidup kembali di antara kita.

Dalam setiap penampakan-Nya kepada para murid-Nya Yesus selalu menyampaikan ” damai sejahtera bagi kamu”, artinya selain kabar sukacita Injil yang kita sampaikan, tetapi juga salam perdamaian. Selain menjadi kebangkitan Kristus, kita juga harus selalu menjadi pembawa damai. Kita menyaksikan sendiri saat ini, banyak negara yang dilanda konflik, sulit mencari kedamaian.

Oleh karena itu sebagai pengikut Kristus kita harus berani membawa panji-panji kedamaian bagi semua orang, karena itu berarti kita telah menjadi saksi Kristus yang bangkit.

Apakah kita berani menjadi saksi Kristus yang bangkit dan membawa damai kepada setiap orang yang kita jumpai? Andalah yang tahu? Salam damai.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Jangan takut.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes (Yoh 6:16-21) dengan tema:” Jangan takut”. Injil Yohanes hari ini mengisahkan tentang para murid Yesus yang ingin menyeberang ke Kapernaum karena hari sudah gelap. Karena hari sudah gelap Yesus belum juga datang bersama mereka, sementara itu laut bergelora karena angin kencang. Sesudah mereka mendayung kira-kira tiga mil jauhnya, mereka melihat Yesus berjalan di atas air mendekati perahu itu. Mereka pun menjadi ketakutan. Yesus pun berkata kepada mereka:”Aku ini, jangan takut”.

Yesus berjalan di atas air.

Inspirasi Injil Yohanes hari antara lain mau mengatakan bahwa kehadiran Yesus itu memberikan keselamatan, bukan sebaliknya. Dalam karya-karya Yesus, kehadiran Yesus selain menyembuhkan banyak orang, tetapi juga menyelamatkan. Namun dalam kegalauan hati manusia, terkadang kehadiran Tuhan yang menyelamatkan tidak nampak, bahkan mungkin malah menimbulkan ketakutan.

“Jangan takut” sebagaimana disampaikan oleh Yesus hari ini harus dipahami bahwa kehadiran Tuhan itu menyelamatkan, terkadang itu pertolongan Tuhan itu tidak kita ketahui sama sekali. Banyak sekali dalam perjalanan hidup ini, Tuhan selalu memberikan pertolongan kepada kita. Cuma kita sering tidak menyadari. Oleh karena itu, hidup penuh syukur harus sering kita utarakan kepada Tuhan, betapa Tuhan itu selalu berbelas kasih kepada kita.

Dengan demikian, “Jangan takut”, bukan pepesan kosong, karena selalu mengandung harapan, bahwa pertolongan Tuhan pasti datang, yang terkadang itu jauh jangkauan pikiran kita. Karena bagaimana pun hati sedih, hati yang galau, sering tidak melihat pertolongan Tuhan itu telah datang.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Mukjizat 5 roti dan 2 ikan.

Injil Yohanes 6:1-15 hari ini mengisahkan tentang perbuatan Yesus yang membuat mukjizat 5 roti dan 2 ikan yang diberikan kepada sekitar 5000 laki-laki. Yang perempuan ke mana? Atau apakah tidak ada anak-anak? Mukjizat 5 roti dan 2 ikan ini menggambarkan gerakan sejarah perayaan Ekaristi. Ekaristi berasal dari bahasa Yunani “eucharisteo” yang artinya ‘ucapan syukur”. Mukjizat 5 roti dan 2 ikan ini merupakan model perayaan Ekaristi di mana para imam mengucapkan berkat dan memecah-mecahkan roti. Dengan Ekaristi ini, Yesus telah memberikan roti hidup bagi banyak orang agar mereka selamat.

Berbicara tentang mukjizat, dalam karya-Nya Yesus banyak sekali membuat mukjizat. Ia tidak hanya menggandakan 5 roti dan 2 ikan, tapi juga menyembuhkan penyakit-penyakit, mengusir roh – roh jahat dan bahkan membangkitkan orang mati. Apa yang diperbuat Yesus bukan untuk dipuji oleh banyak orang, tetapi agar orang membuka mata dan membuka telinga apa yang dikerjakan oleh Yesus adalah karya Allah sendiri. Yesus sendiri tidak menyebut dirinya ‘nabi’, atau ‘Allah”, namun apa yang dikerjakan Yesus adalah perbuatan-perbuatan Ilahi. Di samping, ajaran Yesus tentang ‘kasih’, seharusnya itu juga dilihat dari pekerjaan Ilahi, bukan semata-mata perbuatan manusia. Ajaran tentang ‘mengampuni’ adalah ajaran tentang perbuatan Ilahi, karena pada dasarnya manusia sulit untuk mengampuni sesama.

Mukjizat 5 roti dan 2 ikan merupakan ajakan Tuhan, agar kita sering berkumpul, makan bersama, serta mengucap syukur atas anugerah Tuhan dalam hidup ini.

Dalam Kisah Para Rasul yang merupakan bacaan hari ini juga mengisahkan apakah pekerjaan yang dilakukan para rasul itu pekerjaan manusia atau berasal dari Allah. Adalah seorang Yahudi yang bernama Gamaliel bagaimana ia menasehatkan mahkamah agama Yahudi untuk melepaskan para rasul yang ditahannya karena mengajar dalam Nama Yesus. Para pemuka Yahudi makin takut karena pengikut para rasul makan banyak, dan mereka percaya kepada ajaran para rasul dalam Nama Yesus. Apa yang disampaikan oleh Gamaliel itu terbukti bahwa apa yang dikerjakan para rasul khususnya Ekaristi tetap hidup hingga hari ini. Maka hal ini berarti bahwa ajaran para rasul juga merupakan ajaran Yesus sendiri, yang kemudian diteruskan oleh Gereja. Mukjizat 5 roti dan 2 ikan ini tetap hidup hingga hari ini dalam bentuk perjamuan Ekaristi. Ini juga merupakan mukjizat bagi orang beriman.

Inilah sedikit gambaran refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Kesaksian Yohanes tentang Yesus.

Renungan Kuasa Doa hari ini bertemakan:” Kesaksian Yohanes tentang Yesus”, yang diangkat dari Injil Yohanes 3:31-36. Dalam Injil itu dikisahkan bagaimana Yohanes Pembaptis yang bersaksi tentang Yesus. Salah satu kesaksian Yohanes antara lain:” Barangsiapa percaya kepada Anak, ia beroleh hidup kekal, tetapi barangsiapa tidak taat kepada Anak, ia tidak akan melihat hidup, melainkan murka Allah tetap ada di atasnya ” (Yoh 3:36).

Mari kita renungkan kata “percaya” dan “taat” yang menjadi kata kunci orang beriman. Kalau kita mengikuti seseorang, namun yang kita ikuti tidak dipercaya, tentu langkah kita ragu-ragu. Setiap kali dia memberi tugas kepada kita, belum tentu kita dengan mudah menaatinya. Mengapa? Karena kita tidak mempercayai orang itu.

Salah satu ciri khas orang beriman adalah “taat” dan ” setia”. Kalau mau meneladani orang-orang besar dalam sejarah keselmatan umat manusia, kita bisa menemukan tokoh-tokoh besar baik di dalam Perjanjian Lama mau pun perjanjian Baru. Dalam Perjanjian Lama antara lain tokoh seperti Abraham yang taat kepada Allah untuk meninggalkan tanah nenek moyangnya menuju tanah air baru yang ditunjukkan oleh Allah. Musa taat kepada Allah untuk memimpin umat Israel dari tanah Mesir. Nabi Yesaya, Yeremia, dan Yeheskiel juga taat kepada Allah. Dalam Perjanjian Baru, Bunda Maria, dan St. Yusuf suaminya taat kepada Allah melalui mimpi untuk membawa Yesus kecil ke tanah Mesir. Demikian pula, para murid Yesus taat kepada sabda Yesus yang penuh kuasa dengan menebarkan jalanya, dan menghasilkan ikan yang berlimpah. Paulus taat kepada Yesus Tuhan untuk mewartakan kabar keselamatan bagi orang-orang non Yahudi.

Sebagai orang beriman apakah kita setia, taat dan percaya kepada kesaksian Jesus atau pun kesaksian Yohanes tentang kabar keselamatan itu. Kita percaya kepada Yesus karena apa yang diperbuat-Nya, atau apa yang diajarkan-Nya, adalah tentang kebenaran hidup.( Akulan jalan, kebenaran dan hidup-Yoh 14.6) Keteladanan hidup ini yang menjadikan diri kita percaya kepada-Nya. Di samping itu kesaksian para murid-Nya yang kemudian diteruskan kepada Gereja-Nya merupakan saksi-saksi hidup tentang kebenaran hidup Yesus yang sungguh kita percayai. Kita mempercayai Yesus karena Ia adalah saksi kebenaran atas hidup ini. Yesus adalah teladan sosok kebenaran akan perbuatan-perbuatan Allah di dunia.

Bagaimana dengan kita, apakah kita juga berani mengritisi sikap hidup ini tentang kebenaran dalam diri Yesus? Andalah yang tahu?

Demikian refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Anak Manusia harus ditinggikan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Yohanes 3:7-15 dengan tema:” Anak Manusia harus ditinggikan”. Injil Yohanes hari ini masih berkisah tentang dialog antara Yesus dan Nikodemus. Dalam dialog itu terungkap bahwa Nikodemus tidak mampu menangkap apa yang disampaikan oleh Yesus. Nikodemus adalah seorang pemimpin agama Yahudi yang terpandang, seorang pengajar Israel, namun sama sekali tidak mengerti apa isi Kitab Suci. Sebagai pengajar saja tidak mampu mengerti tentang Kitab Suci, apalagi yang tidak pernah membaca Kitab Suci. Yesus juga mencela sikap Nikodemus atau pun banyak orang lain, yang tidak percaya akan kesaksian – Nya. ” Kamu tidak percaya waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal surgawi?Tak seorang pun yang telah naik ke surga, selain Dia yang telah turun dari surga, yaitu Anak Manusia. Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup kekal”.

“Anak Manusia harus ditinggikan” merupakan inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini dalam artian bahwa Yesus sebagai Anak Manusia harus ditinggikan dari pada sosok manusia mana pun. Mengapa? Dalam dialog dengan Nikodemus, Yesus mencela sikap hidup para pemuka agama, yang sebenarnya tidak tahu apa yang mereka baca. Yesus yang dalam karya-Nya membuat banyak mukjizat itu adalah Mesias yang sudah dinubuatkan oleh ribuan tahun yang lalu.

Meskipun orang melihat kuasa dan mukjijat yang dilakukan, orang-orang akan menolak-Nya dan Dia akan menderita dengan cara yang begitu kejam, dimana Yakub menggambarkannya bahwa Dia akan melumuri jubahnya dengan darah. Daniel memperkuat nubuat ini dengan mengatakan bahwa Mesias akan disingkirkan, walaupun Dia tidak melakukan kesalahan apapun. Dan nabi Yesaya menggambarkan-Nya sebagai Hamba yang menderita Kemudian, nabi Yesaya melanjutkannya dengan memberikan gambaran yang begitu jelas tentang bagaimana Mesias menderita. Dinubuatkan juga bahwa Mesias harus menderita untuk menebus dosa manusia sehingga manusia akan menerima keselamatan. Kemudian, Daud di dalam Mazmur dan Kitab Kebijaksanaan memberikan drama penyaliban Mesias. Namun, Daud juga menceritakan kebangkitan Mesias, ketika Daud mengatakan bahwa Tuhan tidak akan menyerahkan-Nya ke dunia orang mati. Walapun Mesias mengalami semua penderitaan yang begitu berat, Tuhan telah memberitakan kepada Adam dan Hawa, dan juga kepada ular, bahwa Mesias akan memenangkan pertempuran dengan meremukkan kepala Setan melalui penderitaan Kristus, yang dilambangkan dengan meremukkan tumit-Nya. Semua nubuat ini dipenuhi oleh Kristus dalam kehidupan-Nya, pelayanan-Nya, penderitaan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya.

Anak Manusia harus ditinggikan sudah sesuai dengan nubuatan para nabi. Kita wajib mengimani apa yang telah diwartakan para nabi, serta para murid-Nya yang telah menjadi saksi Kristus yang kemudian diteruskan oleh Gereja. Gereja adalah representasi Kristus. Sebagai pengikut Kristus kita wajib mewartakan kebangkitan-Nya agar kita memperoleh hidup yang kekal.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Lahir kembali.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Yohanes 3:1-8 dengan judul:”Lahir kembali”. Injil Yohanes hari ini mengisahkan Nikodemus seorang pemimpin agama Yahudi. Malam-malam ia datang kepada Yesus dan bertanya jawab, katanya:” Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorang pun dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya”. Jawab Yesus:” Sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah”. Kata Nikodemus kepada-Nya:” Bagaimana mungkin seorang yang sudah tua bisa dilahirkan kembali? Dapatkah ia masuk ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan?”. Jawab Yesus:”Sesungguhnya, jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging adalah daging, dan apa yang yang dilahirkan dari Roh adalah roh”.

Dialog Yesus dan Nikodemus

Apa yang dimaksud dengan dilahirkan kembali? Inspirasi dari “lahir kembali” antara lain adalah perubahan yang benar-benar radikal dalam artian hidup sesuai dengan kehendak Allah. Dan ini terjadi karena anugerah Allah dan kuasa Allah. Sedangkan Nikodemus mengartikan lahir kembali secara harafiah yaitu lahir untuk kedua kalinya. Oleh karena itu dilahirkan kembali harus diartikan suatu sikap perubahan hidup yang radikal untuk memasuki Kerajaan Allah sebagai anak Allah demi kehidupan kekal. Perubahan itu tak mungkin dengan mengandalkan kepada kekuatan sendiri. Dibutuhkan anugerah Allah dan hanya melalui Yesus kita dapat dilahirkan kembali. Dengan cara ini, maka kita dilahirkan dari air dan Roh. Air dan Roh simbul kuasa Kristus yang membersihkan dosa-dosa kita dan memberikan kekuatan untuk hidup baru.

Dilahirkan kembali dapat terjadi kalau kita mengasihi Yesus dan membuka diri kepada-Nya sehingga kita mendapat pengampunan dosa dan dipersenjatai Roh Kudus untuk masuk kehidupan Allah sendiri. Oleh karena itu sebagai pengikut Kristus sudah seharusnya kita memusatkan kehidupan kita pada Yesus, dan Injil-Nya sebagai sumber inspirasi dan pegangan hidup kita.

Itulah sedikit makna tentang “lahir kembali”, semoga bermanfaat renungan Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Damai sejahtera bagi kamu

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diangkat dari Injil Yohanes 20:19-31 dengan tema:” Damai sejahtera bagi kamu”. Dalam Injil Yohanes hari Minggu ini dikisahkan bagaimana Yesus setelah kebangkitan-Nya menampakkan diri kepada murid-Nya di suatu tempat tertutup, karena mereka takut dengan orang-orang Yahudi. Ketika Yesus bertemu dengan para murid-Nya, maka salam yang disampaikan bagi mereka adalah ” Damai sejahtera bagi kamu”. Kata-kata ” damai sejahtera” ini seringkali disampaikan kepada para murid-Nya. Damai sejahtera atau salom seringkali kita mendengarnya pula dalam kehidupan sehari-hari.

Kemudian damai sejahtera itu digantikan menjadi salam damai, dan yang lain, yang tentunya maknanya kurang lebih sama. Damai sejahtera sebagaimana disampaikan oleh Yesus kepada para murid-Nya dimaksudkan ‘rasa damai’ di hati menjadi sangat penting dalam hidup kita. Banyak orang dalam hidupnya tidak pernah merasa damai. Orang yang selalu membenci kepada sesamanya, maka dalam hatinya tidak pernah akan merasakan kedamaian di hatinya. Oleh karena itu seruan Yesus kepada para murid-Nya tentang ‘damai sejahtera’, adalah kedamaian di hati yang sungguh-sungguh tulus. Setiap orang membutuhkan rasa damai atau ketenangan bathin, karena dengan memiliki ketenangan bathin maka segala sesuatunya dapat dimanajemeni dengan baik.

Hidup tanpa ada rasa suka cita, damai sejahtera, maka hal itu akan menyengsarakan hidup bathinnya. Pusat kehidupan kita bukan pada logika (nalar) tetapi berpusat di hati. Tapi hal itu bukan berarti nalar tidak penting. Nalar (logika) tetap jalan, tapi bathin sebagai pusat kehidupan yang paling menentukan.

Dengan demikian, damai sejahtera itu berpusat pada hati dan bukan pada nalar. Ada yang mengatakan bahwa bathin(hati) dan nalar itu sama, saya katakan tidak. Nalar memang memberi perintah kepada seluruh kehidupan, tapi pusat hidup itu berpusat pada kebathinan kita. Melalui bathin ini pula kita merasakan pahit getirnya suatu kehidupan. Demikian kalau kita berbicara tentang iman, maka bathinlah yang berperan.

Damai sejahtera yang kita peroleh harus kita syukuri. Coba lihat daerah-daerah konflik, tidak ada sedikitoun damai sejahtera dalam hidup mereka. Yang ada adalah perasaan cemas, kuatir dan ketakutan. Semua perasaan ini berpusat di hati mereka.

Oleh karena ‘damai sejahtera’ yang diberikan atau ditawarkan oleh Yesus seharusnya kita syukuri, karena damai sejahtera ini sungguh menjadi kehendak Tuhan sendiri, agar setiap orang ada damai sejahtera secara tulus. Dengan demikian, ‘salom’ (damai sejahtera) dari Tuhan harus kita bagikan kepada sesama, agar kita sungguh-sungguh mengalami kedamaian sejati di dunia ini bersama Tuhan sendiri.

Demikian refleksi Kuasa Doa tentang ‘damai sejahtera” hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Hati yang degil.

Setelah Yesus bangkit di antara orang mati, Ia menampakkan diri-Nya mula-mula kepada Maria Magdalena. Wanita ini yang telah dibebaskan dari 7 roh jahat (setan). Kemudian Maria memberitakan hal ini kepada para murid-Nya, namun mereka tidak percaya. Ketika Yesus menampakkan kepada dua murid lainnya, mereka juga tidak percaya. Akhirnya Yesus menampakkan diri kepada sebelas murid yang kala itu sedang makan. Dalam pertemuan-Nya itu Yesus mencela sikap ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, karena tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia setelah kebangkitan-Nya. Lalu Yesus berkata kepada mereka:” Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makluk”. Inilah penggalan Injil Markus 16:9-15.

“Degil” dalam bahasa Jawa artinya ” sangat kotor”. Anak-anak yang suka bermain di lumpur dan tidak cepat mandi, nah anak ini sering dikatakan ” degil” sekali. Berkaitan dengan Injil Markus hari ini di mana Yesus mencela sikap ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid untuk menegaskan bahwa hati yang degil (kotor) sulit untuk mengerti hal-hal yang disampaikan oleh orang lain, apalagi menyangkut soal iman. Kebangkitan Kristus di antara orang mati sulit diterima oleh banyak orang. Tidak masuk akal!!!Jadi wajarlah kisah kebangkitan Kristus juga tidak mudah diterima oleh para murid-Nya. Oleh karena itu kalau orang Saduki tidak percaya kepada kebangkitan harus dapat dimengerti, karena tak mungkin orang yang sudah mati akan bangkit lagi. Dengan demikian orang sulit menerima pemahaman tentang kebangkitan Kristus.

Kalau meneliti Kitab Suci, maka kebangkitan Kristus sudah dinubuatkan. Kitab Taurat Musa, kitab para nabi dan kitab Mazmur, menjelaskan tentang nubuatan kebangkitan Kristus. Para murid adalah saksi Kristus. Dalam kisah para rasul banyak disampaikan bagaimana para rasul yang telah menjadi saksi Kristus menyembuhkan banyak orang dalam Nama Yesus dari Nazareth, sehingga penduduk Yerusalem banyak yang percaya kepada Kristus. Mereka tidak degil hati seperti halnya para imam-imam kepala atau orang-orang Farisi atau bahkan orang Saduki yang tidak percaya kepada kebangkitan. Berhati yang degil menjadi penghalang akan iman kita.

Kita bersyukur karena kita berani mengimani Kristus yang dianiaya, wafat dan bangkit di antara orang mati. Kita memiliki Kristus yang bangkit, artinya memiliki Kristus yang hidup dari dulu hingga sekarang sampai yang akan datang.
Oleh karena itu, seyogyanya menjauhkan hati yang degil agar rahmat Tuhan bekerja dalam diri kita, sehingga kita makin mengerti akan makna kebangkitan Kristus.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***