Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Menjadi Saksi Kebenaran.

Hari Minggu ini merupakan Hari Raya Pentakosta. Bacaan Injil pada hari raya ini diambil dari Injil Yohanes 15:26-27; 16:12-15 dengan tema:” Menjadi saksi kebenaran “. Pada hari Pentakosta, para murid menerima curahan Roh Kudus dalam bentuk lidah-lidah api dan angin kencang. Dengan curahan Roh Kudus ini, dikenal sebagai kelahiran Gereja. Memang dalam Kitab Suci tidak tertulis secara eksplisit tentang kelahiran Gereja, tapi dengan curahan Roh Kudus yang juga merupakan Roh Allah sendiri telah diberikan kepada para murid Yesus. Hari Raya Pentakosta adalah hari yang ke-50 setelah kebangkitan Kristus dari alam maut dan merupakan hari yang 10 setelah Yesus naik ke surga. Seperti janji Kristus sendiri, bahwa Ia akan mengutus Roh Penolong yakni Roh Kudus yang menginsafkan akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Roh Kudus inilah yang bekerja dalam Gereja-Nya yang kudus.

Inspirasi dari hari raya Pentakosta dengan turunnya Roh Kudus adalah untuk menjadi saksi kebenaran. Oleh karena itu, sebagai pengikut Kristus, kita juga harus menjadi saksi kebenaran. Sebagai pengikut Kristus, kita menerima Roh Kudus sewaktu kita menerima Sakramen Baptis. Sesudah itu kita dikuatkan sewaktu menerima Sakramen Krisma (Penguatan).Allah Bapa dan Putra begitu mengasihi kita sehingga mengaruniakan Roh-Nya sendiri kepada kita. Demikianlah ketiga Pribadi dalam diri Allah memberikan diri-Nya kepada kita yang kecil dan lemah ini, agar kita dapat dibebaskan dari dosa, dan dikuduskan untuk masuk dalam persekutuan yang erat dengan-Nya. Roh Kudus—yang menerima, memeteraikan dan memahkotai kasih timbal balik antara Allah Bapa dan Putra—diberikan kepada kita! Ya, Roh Kasih Allah itu, yang turun atas para Rasul, juga turun atas kita. Betapa seharusnya kita pun dapat mengalami pengalaman serupa yang dialami oleh para Rasul itu, sebab Roh yang diutus adalah Roh Allah yang sama. Semoga kita, seperti para Rasul itu, juga diubah oleh Roh Kasih Allah itu, sehingga kita dapat semakin menampakkan dalam kehidupan kita, buah Roh Kudus, yaitu: “kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, sikap lemah lembut dan penguasaan diri” (Gal 5:22). Dengan demikian kita hidup dipimpin oleh Roh-Nya “ke dalam seluruh kebenaran” (Yoh 15:13).

Jadikanlah aku taat, ya Tuhan, supaya aku tidak lagi dipimpin oleh kesombonganku, tetapi hanya oleh dorongan ilahi. Dengan demikian, semua yang ada padaku akan digerakkan oleh kasih, supaya ketika aku bekerja, aku bekerja oleh karena kasih; dan ketika aku menderita, aku dapat menanggungnya oleh karena kasih. Buatlah ya Tuhan, agar hal-hal surgawi dapat menjadi bagian yang tak terpisahkan dari keseharianku, yang menggerakkan jiwaku. Ya, Tuhan jadikan aku saksi kebenaran.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Murid yang dikasihi Tuhan

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 21:20-25 dengan tema:” Murid yang dikasihi Tuhan”. Setelah Yesus bangkit dan meminta kepada Petrus untuk menggembalakan domba-domba-Nya, Yesus juga menegaskan kepada Petrus:” Ikutlah Aku”. Dalam dialog antara Yesus dan Petrus, Petrus berpaling dan melihat bahwa murid yang dikasihi sedang mengikuti mereka yaitu murid yang pada waktu mereka sedang makan bersama duduk dengan Yesus; dia inilah yang berkata:”Tuhan, siapakah dia yang akan menyerahkan Engkau?” Ketika Petrus melihat itu, ia berkata kepada Yesus:”Tuhan, apakah yang terjadi dengan dia ini”. Jawab Yesus:” Jikalau Aku menghendaki, supaya ia tinggal hidup sampai Aku datang, itu bukan urusanmu. Tetapi engkau ikutlah Aku”. Dialah murid, yang memberi kesaksian tentang semuanya ini, dan yang telah menuliskannya, dan kesaksiannya itu benar. Dan kalau kita menyimak sejenak tentu murid yang dikasihi itu adalah Yohanes.

Murid yang dikasihi TuhanInspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini adalah tentang ‘ murid yang dikasihi Tuhan’. Dalam konteks ini, maka murid yang dikasihi di sini adalah Yohanes. Dialah saksi hidup Yesus. Dialah murid itu dan yang menuliskan hal-hal yang diperbuat oleh Yesus. Dalam Injil pamungkas Yohanes disebutkan bahwa jikalau semuanya itu harus dituliskan satu per satu, maka agaknya dunia ini tidak dapat memuat semua kitab yang harus ditulis itu. Hal ini juga untuk menjawab bahwa kebenaran itu hanya pada Injil saja yang dikenal sebagai ‘sola scriptura’. Pandangan sola scriptura ini ditolak oleh Gereja, seolah hanya kitab suci saja (sola scriptura) yang menyelamatkan. Semantara pandangan serta ajaran Gereja, maka sumber keselamatan atau sumber iman itu selain Kitab Suci, juga Tradisi Suci dan Magisterium (otoritas mengajar oleh Gereja). Jadi Injil Yohanes 21:25 yang merupakan pamungkas Injil Yohanes menjadi apologetika iman Katolik bahwa sumber iman itu tidak hanya Kitab Suci saja (sola scriptura), tetapi juga Tradisi Suci dan Magisterium.

Tentang ‘murid yang dikasihi Tuhan’ di sini adalah tentang Yohanes. Karena dia adalah salah seorang murid yang hidupnya terus mengikuti Yesus sampai saat-saat terakhir. Dia lah yang menulis Injil Yohanes, kitab-kita Yohanes dan juga Kitab Wahyu. Murid yang dikasihi Tuhan yakni Yohanes, yang sampai saat terakhir meninggal di Pulau Patmos. Inilah sedikit gambaran tentang ‘murid yang dikasihi Tuhan’.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Panggilan untuk melayani Tuhan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 21:15-19 dengan tema:” panggilan untuk melayani Tuhan”. Ketika Yesus telah bangkit dari kematian dan menampakkan diri kepada para murid-Nya, Ia berkata kepada Simon Petrus:” Simon Anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku lebih dari pada mereka?”. Jawab Petrus kepada-Nya:” Benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau” Pertanyaan Yesus itu diulangi sampai tiga kali, dan Petrus pun sangat sedih. Kita ingat bagaimana Petrus sempat menyangkal Yesus sampai tiga kali sebelum ayam berkokok dan menyatakan penyesalannya dan kesedihannya. Kini Yesus bertanya sampai tiga kali dengan pertanyaan yang sama yakni ‘apakah engkau mengasihi Aku’ dan perintah Yesus ‘gembalakanlah domba-domba-Ku” adalah suatu penegasan. Jawaban Petrus itu membawa konsekuensi tanggungjawab diembannya. Dalam perjumpaan-Nya dengan para murid-Nya, Yesus mengakhiri kata-kata-Nya:” Ikutlah Aku”.

Inspirasi bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain ‘panggilan untuk melayani Tuhan’ sangat menonjol. Ketika Yesus berkata kepada Petrus, ‘apakah ia mengasihi lebih dari mereka dan perintah Yesus ‘gembalakanlah domba-domba-Ku’ , Yesus mau menegaskan bahwa jawaban Petrus itu membawa konsekuensi logis. Ia mengatakan kepada Yesus:” Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu!Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau”, kemudian Yesus mengatakan:” Gembalakanlah domba-domba-Ku”. Jawaban Petrus bahwa ia sungguh mengasihi Yesus secara sungguh-sungguh membawa tanggungjawab untuk menerima tugas dari Yesus yakni menggembalakan domba-domba-Nya. Setelah Yesus kembali kepada Bapa-Nya di surga, Yesus harus memikul tanggungjawab untuk meneruskan penggembalaan domba-domba-Nya agar tidak tercerai berai.

Panggilan untuk melayani Tuhan membawa tanggungjawab yang besar, sebagaimana dikatakan:” benar Tuhan, Engkau tahu bahwa aku mengasihi Engkau lebih dari pada mereka”. Artinya kasih kepada Tuhan jauh lebih besar dari pada kasih kepada sesama. Dengan demikian, panggilan untuk melayani Tuhan tidak semata ditujukan kepada Petrus tetapi juga kepada setiap murid-Nya. Petrus adalah teladan dalam hidup ini. Walau sempat menyangkal Yesus, tetapi bertobat, sehingga relasi antara dirinya dengan Tuhan dipulihkan. Oleh karena itu Tuhan memberi tanggungjawab kepada kita semua untuk menerima panggilan Tuhan untuk melayani-Nya. Pelayanan Tuhan itu dapat diwujudkan melalui kepedulian kita kepada sesama. Yesus sendiri mengatakan:” Jikalau kamu berbuat sesuatu kepada salah seorang yang paling hina ini, kamu telah melakukan untuk Aku” ( Mat.25:40).Dan inilah salah satu bentuk panggilan untuk melayani Tuhan.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Persatuan kasih yang sempurna.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Yohanes 17:20-26 dengan tema:” persatuan kasih yang sempurna”. Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya di surga. Dalam doa-Nya Yesus antara lain berdoa begini:” …agar menjadi satu, supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau,…agar mereka juga ada di dalam kita…supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku, agar mereka sempurna menjadi satu”. Inilah persatuan kasih yang sempurna, sehingga pewartaan kasih ini bisa diwartakan secara efektif kepada dunia. Hanya melalui persatuan kasih yang nyata kelihatan dari para murid, dunia dapat dipercaya dan dapat mengetahui bahwa Bapa telah mengutus Yesus dan bahwa kasih Bapa dapat ditemukan dalam para murid seperti itu ditemukan dalam Yesus sendiri. Di mana persatuan kasih para murid ditemukan, di situ juga akan ditemukan penyertaan Yesus, kehadiran Ilahi, kekuatan Nama Ilahi dan kasih, hidup di dalam Bapa mau pun di dalam Anak.

Inspirasi sentral doa Yesus adalah persatuan kasih-persatuan para murid sekarang dan masa mendatang, persatuan yang mencontoh penyertaan Bapa dan Putera, yang berakar pada kasih Bapa dan Putera yang dianugerahkan kepada murid. Dalam Injil Yohanes hari ini ada penekanan yang sangat kuat pada persatuan kasih: kasih Bapa kepada para murid, kasih Bapa kepada Yesus, kasih Bapa kepada Yesus dan para murid. Kasih Bapa adalah pewahyuan tertinggi Injil. Yesus, Sabda yang menjadi daging, berbicara kepada Bapa dalam satu kata: kasih. Melalui seluruh doa ini, jelas bahwa Gereja dimaksudkan sebagai jemaat kasih, tanda atau sakramen hidup untuk saling mengasihi antara Bapa dan Anak.

Kita semua telah dipesatukan dalam persatuan kasih yang sempurna, oleh karena itu kita harus saling mengasihi, bukan sebaliknya. Sangat menyedihkan dewasa ini kita telah terjangkiti virus kebencian yang terus mewabah sehingga dalam persatuan kasih pun sering terjadi perpecahan antar komunitas, antar anggota. Sebenarnya doa Yesus adalah doa oikumenis, suatu doa sentral untuk menyatukan satu sama lain seperti persatuan kasih yang sempurna antara Bapa dan Yesus sendiri.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Dunia membenci mereka.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Yohanes 17:11b-19 dengan tema:” Dunia membenci mereka”. Bacaan Injil hari ini sama dengan bacaan Injil Yohanes pada hari Minggu. Tapi Kuasa Doa mau merenungkan Firman Tuhan ini dari sisi lain yakni ‘ dunia membenci mereka. Tentang ‘dunia membenci mereka’, Yesus menegaskan karena mereka milik Yesus yang juga menjadi milik Bapa. Oleh karena itu, Yesus memohon kepada Bapa-Nya agar para murid yang masih di dunia, mereka dipelihara dan disatu padukan. Yesus telah memelihara mereka, dan karena Ia harus kembali kepada Bapa, maka Ia mohon kepada Bapa-Nya untuk memelihara mereka.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain agar Bapa memelihara para murid-Nya, karena mereka masih berada di dunia. Sementara itu dunia membenci mereka luar biasa. Mereka harus dipelihara, karena mereka telah dipersatukan dengan Yesus dan mereka telah memuliakan Nama-Nya. Mereka tidak lagi menjadi miliki dunia, oleh karena dunia membenci mereka. Sekiranya mereka milik dunia, pasti dunia tidak akan membenci mereka.

Oleh karena itu dalam doa-Nya Yesus meminta kepada Bapa-Nya agar mereka selain dijauhkan dari kejahatan, juga dikuduskan di dalam kebenaran. Karena tanpa hidup benar, dan tanpa kekudusan, mereka tidak akan memasuki Kerajaan Allah, sehingga mereka mengalami damai sukacita dalam terang Roh Kudus.

Tentang ‘dunia membenci mereka’, bukannya saat Yesus masih di dunia ini, tetapi sekarang pun ‘dunia masih membenci mereka’. Oleh karena itu doa Yesus kepada Bapa-Nya untuk memelihara mereka adalah kebenaran Firman, karena tanpa campur tangan Bapa-Nya maka para murid-Nya akan tercerai berai bagaikan domba yang kehilangan gembalanya. Dengan demikian, Roh Kudus yang juga merupakan Roh Kebenaran akan diutus-Nya untuk menjagai mereka dengan menginsafkan mereka akan dosa, kebenaran dan penghakiman.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Saatnya datang, kamu akan dicerai beraikan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 1:29-33 dengan tema:” Saatnya datang, kamu akan dicerai beraikan”. Inilah salah satu amanat Yesus dalam perpisahan-Nya dengan para murid-Nya. Yesus telah berkata terus terang kepada mereka, bahwa mereka akan dicerai beraikan. Masing-masing ke tempatnya sendiri dan mereka akan meninggalkan Yesus sendirian. Namun Yesus menegaskan bahwa Ia tidak seorang diri, karena Bapa beserta-Nya. Semuanya ini dikatakan oleh Yesus supaya mereka memperoleh damai sejahtera dalam Nama-Nya. Dalam dunia kamu menderita penganiayaan. tetapi kuatkanlah hatimu, karena Yesus telah mengalahkan dunia”.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini tentang ‘saatnya datang, kamu akan dicerai beraikan”, merupakan amanat Yesus kepada para murid-Nya. Dunia akan membenci dan menganiaya mereka karena mereka telah memilih jalan hidupnya menjadi pengikut Kristus. Yesus berulang kali menegaskan kepada murid-Nya termasuk Gereja-Nya bahwa jalan yang ditempuh adalah ‘via dolorosa’. Jalan yang penuh kesengsaraan.

Namun demikian, setelah Yesus kembali kepada rumah Bapa-Nya di surga, Ia akan mengutus Roh Kudus-Roh Kebenaran kepada Gereja-Nya agar mereka berani dan teruji dalam menghadapi dunia yang telah dikalahkan. Dengan kematian Yesus di salib, Yesus telah mengalahkan dunia. Dosa dan maut telah dikalahkan-Nya dan tidak menguasai lagi. Roh Kudus yang dicurahkan kepada para murid-Nya dan juga kepada Gereja-Nya agar mereka kuat. Roh Kudus yang akan menginsafkan mereka akan dosa, kebenaran dan penghakiman. Oleh karena itu Yesus juga berdoa kepada Bapa-Nya dalam perjamuan terakhir agar Bapa-Nya memelihara mereka, menjadikan mereka bersatu padu, dijauhkan dari yang jahat serta dikuduskan dalam kebenaran. Itulah permohonan Yesus kepada Bapa-Nya agar para murid dan Gereja-Nya bisa bertahan menghadapi dunia ini. Mereka terus dikuatkan walau bada dunia terus menghantam mereka. Yesus sendiri sudah berjanji akan menyertai mereka dan juga Gereja-Nya sampai akhir zaman. Berkat Roh Kudus, Gereja Kristus yang didirikan lebih dari 2000 tahun yang lalu, tetap kokoh kuat menghadapi gempuran dunia. Itulah karya Roh Kudus yang terus menjaganya agar mereka nantinya memperoleh damai sukacita. Itulah sedikit gambaran tentang ‘saat datang, kamu akan dicerai beraikan’.

Demikianlah refleksi Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-**8

Doa Yesus bagi para murid-Nya.

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari bacaan Injil Yohanes 17:11b-19 dengan tema:” Doa Yesus bagi para murid-Nya”. Dalam perjamuan malam terakhir, Yesus menengadah ke langit dan berdoa bagi semua murid-Nya, tentu saja termasuk para pengikut-Nya. Bagaimana doa Yesus itu para murid-Nya? Ada beberapa hal doa Yesus kepada murid-Nya.
Doa Pertama, Yesus berdoa Bapa-Nya kudus untuk memelihara mereka dalam nama-Nya.
Doa Kedua, Yesus berdoa kepada Bapa-Nya agar para murid-Nya menjadi satu.
Doa Ketiga, Yesus memohon kepada Bapa-Nya melindungi mereka dari yang jahat.
Doa Keempat, Yesus memohon agar para murid-Nya dikuduskan di dalam kebenaran.

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari Minggu ini antara lain bagaimana Yesus berdoa bagi para murid-Nya serta para pengikut-Nya yakni agar Bapa memelihara hidup mereka, agar mereka menjadi satu, agar melindungi mereka dari yang jahat serta menguduskan dalam kebenaran.

Tentu saja doa Yesus ini masih berlaku hingga saat ini yang intinya agar Tuhan selalu memelihara kita, dan melalui Kuasa Roh Kudus kita bersatu sama lain, menjauhkan dari yang jahat serta menguduskan mereka dalam kebenaran. Untuk itu Yesus telah memberikan Firman-Nya kepada mereka. Namun demikian, dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia. Untuk itu Yesus berdoa agar mereka dijauhkan dari yang jahat. Dan doa terakhir adalah agar mereka dikuduskan di dalam kebenaran.

Seperti diketahui tanpa kekudusan hidup, maka kita pun tidak mungkin ambil bagian di dalam Kerajaan Allah. Dan mereka yang memiliki Kerajaan Allah adalah mereka yang hidupnya benar. Dan apabila mereka dikuduskan di dalam kebenaran, maka mereka pasti akan memiliki damai sejahtera dan sukacita dalam Terang Roh Kudus.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

Yesus datang dari Allah.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Yohanes (Y0h 16:23b-28) dengan tema:” Yesus datang dari Allah”. Dalam amanat perpisahan-Nya dengan para murid-Nya Yesus berkata:”Sesungguhnya segala sesuatu yang kamu minta kepada Bapa, akan diberikan-Nya kepadamu dalam Nama-Ku. Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam Nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya sukacitamu penuh”. Kemudian Yesus juga menambahkan:” Pada hari ini kamu akan berdoa dalam Nama-Ku. Dan tidak Kukatakan kepadamu bahwa Aku meminta bagimu kepada Bapa, sebab Bapa sendiri mengasihi kamu, karena kamu telah mengasihi Aku dan percaya bahwa Aku datang dari Allah. Aku datang dari Bapa dan Aku datang ke dalam dunia; kini Aku meninggalkan dunia lagi dan pergi kepada Bapa”.

Yesus datang dari Allah

Inspirasi dari bacaan Yohanes hari ini antara lain bahwa Yesus datang dari Allah. Dengan kata lain, Yesus yang oleh banyak disebut sebagai ‘nabi’, bukan sekedar nabi, tapi mengatasi segala nabi, dan bahkan Dialah yang mengutus para nabi. Mengapa? Ia berasal dari Allah, dan bahkan Allah sendiri yang menjadi manusia. Ia telah merendahkan diri sebagai seorang hamba, agar Ia dapat berkomunikasi dengan baik dengan manusia. Dalam pengajaran-Nya dengan manusia, Ia telah memilih para para murid-Nya agar karya penyelamatan umat manusia masih diteruskan oleh para murid-Nya. Sekarang Yesus yang datang dari Allah itu tidak nyata secara visual (kasat mata)kita raba dan kita lihat, tetapi karya-Nya terus berjalan hingga saat ini. Karya Yesus itu sekarang diteruskan oleh Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Gereja Yesus telah ada sejak jemaat pertama hingga saat ini berkat karya Roh Kudus yang terus menyertainya sampai sekarang dan sepanjang masa.

Karena Yesus datang dari Allah, maka sifat pekerjaan-Nya bersifat Ilahi, dapat dirasakan secara bathiniah. Dalam berdoa pun Yesus telah mengajarkan dengan terus terang untuk meminta kepada Bapa dalam Nama-Nya, supaya sukacita kita menjadi penuh.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Perjumpaan yang menggembirakan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil Yohanes 16:20-23a dengan tema:”Perjumpaan yang menggembirakan”. Dalam amanat perpisahan-Nya dengan para murid-Nya, Yesus berkata:” Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira; kamu akan berduka, tetapi dukacitamu akan berubah menjadi sukacita. Tentang hal ini Yesus memberikan perumpamaan seorang perempuan yang akan melahirkan anaknya. Tetapi sesudah melahirkan seorang manusia, betapa sukacitanya. Demikian juga kamu sekarang kamu diliputi dukacita, tetapi ‘Aku akan melihat kamu lagi dan hatimu akan bergembira’. Inilah perikop Injil Yohanes hari.

Kehadiran Tuhan dalam Sakramen Mahakudus

Inspirasi dari bacaan Injil Yohanes hari ini antara lain tentang ‘perjumpaan yang menggembirakan’. Yesus akan berpisah dengan para murid-Nya, dan tentu saja perpisahan ini akan membawa duka bagi yang ditinggalkannya. Tetapi Yesus berjanji akan melihat lagi mereka, artinya Yesus akan bertemu lagi dengan mereka tidak di dunia ini tentunya, tetapi di dalam Kerajaan Allah. Namun demikian, Yesus akan mengutus Sang Penolong yakni Roh Kudus yang akan menjadi ‘saksi’ apa yang telah dikerjakan Yesus bersama-sama mereka di dunia. Roh Kudus ini yang akan menginsafkan akan mereka tentang ‘dosa, kebenaran dan penghakiman’. Dan janji Yesus ini ditepati dengan mencurahkan Roh Kudus kepada murid-Nya sehingga mereka berani menjadi saksi tentang ajaran Yesus.

Tentang ‘perjumpaan yang menggembirakan’ tentu saja bermakna ganda. Dalam peziarahaan di dunia, apakah kita pernah merasakan bertemu dengan Tuhan? Kapan Anda pernah merasakan bertemu dengan Tuhan? Kapan dan di mana? Bagaimana perasaan Anda bertemu dengan Tuhan? Iman kita mengatakan bahwa kita bertemu dan bersatu dengan Tuhan kalau kita menerima Komuni Kudus. Karena saat itulah Anda bersatu dengan Yesus. Kalau Anda menghayatinya, maka Anda pun akan mengalami damai sukacita. Itulah perjumpaan yang menggembirakan bersama Tuhan. Kapan lagi kita bertemu dengan Tuhan? Sewaktu kita beradorasi, ini juga suatu ‘perjumpaan yang menggembirakan’, karena dalam adorasi, di mana Yesus ditahtakan dalam Sakramen Mahakudus, Yesus pun hadir. It is real presence of Jesus Christ. Apakah kita sungguh mengimani?

Demikianlah sedikit renungan singkat Kuasa Doa hari ini tentang ‘perjumpaan yang menggembirakan’, Tuhan memberkati.-***

Pewartaan keselamatan.

Pada hari Raya Kenaikan Yesus Tuhan hari ini, Kuasa Doa mencoba menyajikan renungan singkat yang diambil dari Injil Markus 16:15-20, yang bertemakan:” Pewartaan keselamatan”. Injil Markus mengisahkan tentang kebangkitan Kristus dan menampakkan kepada 11 murid-Nya dengan mengatakan:” Pergilah ke seluruh dunia, beritakan Injil ke segala makhluk. Siapa yang percaya dan dibaptis akan diselamatkan, tetapi siapa yang tidak percaya akan dihukum. Tanda-tanda ini akan menyertai orang-orang yang percaya: mereka akan mengusir setan-setan demi Nama-Ku; mereka akan berbicara dalam bahasa-bahasa baru bagi mereka; mereka akan memegang ular, dan sekalipun minum racun maut, mereka tidak akan mendapat celaka; mereka akan meletakkan tangannya atas orang sakit, dan orang itu akan sembuh”. Itulah beberapa pesan Yesus kepada para murid-Nya sebelum Ia terangkat ke surga dan duduk di sebelah kanan Allah.

Yesus Tuhan naik ke surga

Inspirasi bacaan Injil Yohanes hari ini yang bertemakan:” pewartaan keselamatan” merupakan pesan Yesus sebelum terangkat ke surga. Pesan ini disampaikan kepada para murid-Nya dan sekarang kepada Gereja-Nya agar terus mewartakan keselamatan kepada segala makhluk. Pewartaan keselamatan di sini ditujukan kepada segala makluk artinya tidak semata-mata kepada manusia, tetapi segala makhluk hidup termasuk hewan dan tumbuh-tumbuh termasuk juga makluk-makluk lain yang kelihatan mau pun yang tidak kelihatan.

Warta keselamatan harus terus disampaikan dan tidak boleh berhenti, karena kehadiran Yesus Tuhan di dunia adalah untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Setelah Kristus duduk di sebelah kanan Allah, Yesus mengutus Roh-Nya yang kudus kepada para murid dan Gereja-Nya untuk menyelamatkan dunia. Dengan kenaikan Kristus ke surga, maka Roh Kuduslah yang bekerja, yang menyadarkan manusia akan dosa, kebenaran dan kebangkitan. Roh Kuduslah yang berkarya kepada Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik. Karena tanpa pendampingan Yesus melalui Roh Kudus, Gereja-Nya pasti lemah dan barangkali sudah hancur. Yesus sendiri sudah menegaskan bahwa Yesus akan menyertai Gereja-Nya sampai akhir jaman. Inilah sumber kekuatan Gereja melalui janji Yesus dan Roh Kudus sebagai Roh Kebenaran yang mendampinginya sampai akhir zaman.

Yesus sudah menegaskan bahwa Ia harus pergi kepada Bapa, dan menyediakan banyak tempat untuk kita, dan akan mengutus Penghibur yakni Roh Kudus, Roh Kebenaran yang terus akan mendampingi Gereja-Nya sampai akhir jaman. Oleh karena pewartaan keselamatan harus disampaikan kepada dunia dan kita ada saksi-saksinya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***