Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Penyerahan Total Dari Kekurangan.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 21:1-4 dengan thema:” Penyerahan total dari kekurangan”. Bagaimana hal ini dimengerti? Suatu ketika Yesus berada di Bait Allah, Ia melihat orang-orang kaya memasukkan persembahan mereka ke dalam peti persembahan. Yesus juga melihat seorang janda miskin memasukkan persembahan sejumlah dua peser ke dalam peti itu. Yesus pun berkata kepada mereka:”Sesungguhnya janda miskin ini memberi lebih banyak dari pada semua orang itu. Sebab mereka semua memberikan persembahannya dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberikan dari kekurangannya, bahkan ia memberikan selurh nafkahnya”.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta santo Andreas Duc Lac dan kawan-kawannya yang menjadi martir di Korea Selatan. Kehidupan Gereja di Korea Selatan cukup maju dan berkembang, karena kita mengimani darah para martir akan menjadi darah pertumbuhan kekristenan di mana para para martir itu telah mengurbankan hidupnya. Penyerahan hidup Santo Andreas dan kawan-kawannya merupakan penyerahan dari seluruh apa yang dimilikinya kepada Tuhan. Hal ini analog dengan persembahan janda miskin sebagaimana tergambar dalam bacaan Injil Lukas hari ini. Penyerahan total dari kekurangan yang dimilikinya seperti yang dilakukan oleh Santo Andreas merupakan teladan bagi kita umat beriman.

Panggilan hidup beriman akan tumbuh subur jika kita memiliki sikap hidup penuh penyerahan. Gereja Katolik Korea Selatan berkembang karena umat beriman berani berkurban tanpa memperhitungkan apa yang dimilikinya. Apakah kita juga mempunyai semangat seperti Santo Andreas Duc Lac dan kawan-kawannya? Semoga saja.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 24 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Yesus Raja Semesta Alam.

Hari Minggu ini Gereja merayakan Hari Raya Yesus Raja Semesta Alam. Dalam perayaan pesta ini, maka kalender liturgi Gereja diambil dari Injil Matius 25:31-46. Yesus sebagai raja, maka Yesus identitik dengan raja-raja pada umumnya yang mempunyai daerah kekuasaan, mempunyai kuasa memerintah, menghakimi, mengadili, dan mempunyai kuasa untuk menentukan nasib orang banyak.

Raja Semesta Alam, maka Yesus berkuasa full atas seluruh kehidupan semua orang saat hidup di dunia mau pun pada saat kematian kelak. Namun demikian kuasa-Nya bukan kuasa politis, tetapi kuasa rohani. Kuasa Yesus antara lain melayani dan mendampingi manusia saat hidup di dunia, agar manusia tidak jatuh dalam dosa. Dengan cara demikian, maka manusia akan hidup saleh dan suci, dan akan memasuki kerajaan-Nya di dalam surga nantinya. Namun, jika manusia menentang dan menolak-Nya, maka manusia akan jatuh dalam dosa. Dan hadiah manusia berdosa adalah api kekal neraka.

Bukti bahwa Yesus mempunyai kuasa atas alam semesta, kita ingat akan kisah Yesus yang bersama murid-Nya dihajar oleh angin ribut di danau Genesaret. Para murid ketakutan, sementara Yesus dengan tenang tidur di dalam kapal. Yesus kecapaian setelah mengajar orang banyak. Karena murid-Nya ketakutan, Yesus pun menggertak angin ribut, dan angin pun berhenti. Tentu kalau kita mengimani bahwa apa yang disampaikan adalah suatu kebenaran, bukan kisah fiktif, maka kita akan percaya bahwa Yesus yang oleh banyak orang hanya manusia biasa (paling banter seorang nabi sebagaimana orang kira) adalah sosok yang luar biasa. Allam bisa tunduk pada-Nya. Artinya Yesus itu memang datang dari Allah atau bahkan Allah sendiri.

Ketika Yesus mengusir roh-roh jahat, banyak orang mendengar sendiri bagaimana roh-roh jahat itu mengatakan:” Kami tahu bahwa Engkau adalah Yang kudus dari Allah”. Dari omongan roh-roh jahat, maka Yesus memang berasal dari Allah sendiri. Artinya bahwa Yesus punya kuasa atas setan-setan serta roh-roh jahat lainnya, yang tidak dimiliki oleh manusia-manusia atau nabi sekali pun.

Yesus juga punya kuasa untuk membangkitkan orang mati. Kematian adalah akhir dari kehidupan, bahwa semua orang akhirnya harus mati. Namun Yesus punya kuasa untuk menghidupkan atau membangkitkan orang mati. Lazarus, anak Yairus, dan pemuda dari Naim, adalah ketiga contoh sosok manusia yang dihidupkan oleh Yesus. Kemahakuasaan Yesus tak mungkin dimiliki oleh manusia biasa.

Mukjizat Yesus menyembuhkan berbagai sakit penyakit yang tak mungkin disembuhkan oleh dokter (tabib), membutkikan bahwa kuasa Yesus yang dimiliki-Nya adalah kuasa Allah (Ilahi), yang taku mungkin dimiliki oleh manusia.

Dari kisah-kisah mukjizat di atas, maka Yesus adalah sungguh manusia dan sungguh Allah. Kealahan Yesus memang dipertanyakan oleh banyak orang, bahkan ditolak-Nya. Sebagai orang beriman, kita memang harus berani berbeda dengan orang lain, artinya, kita percaya bahwa Yesus itu sungguh manusia dan sungguh Allah yang merendahkan diri-Nya sebagai manusia.

Hari Minggu ini sebagai Hari Raya Yesus sebagai Raja Semesta Alam, maka berakhirlah seluruh kelender liturgi Gereja tahun, karena minggu depan kita sudah memasuki kalender liturgi baru, karena Minggu depan kita

kuasa 23 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Hidup baru di dunia lain.

Hari ini liturgi Gereja diambil dari bacaan Injil Lukas 20:27-40 dengan thema ‘Hidup baru di dunia lain’. Thema ini merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas, ketika orang-orang Saduki suatu saat datang kepada Yesus bertanya:” Guru, Musa menulis untuk kita perintah ini’ Jika seorang yang mempunyai saudara laki-laki mati meninggalkan isteri tetapi tidak meninggalkan anak, maka saudaranya harus kawin dengan wanita itu dan membangkitkan keturunan bagi saudaranya. Ada 7 orang bersaudara.Yang pertama kawin dengan seorang wanita lalu mati tanpa meninggalkan anak. Lalu wanita itu dikawini oleh yang saudara dan oleh yang ketiga, dan demikian lah berturut-turut oleh ketujuh saudara itu. Akhirnya semua mati tanpa meninggalkan anak. Akhirnya wanita itu pun mati. Bagaimana sekarang dengan wanita itu? Siapakah di antara orang-orang itu yang menjadi suaminya pada hari kebangkitan? Sebab ketujuhnya telah beristerikan dia”.

Maka Yesus pun menjawab dengan mengatakan kepada mereka:” Orang dunia ini kawin dan dikawinkan, tetapi orang yang layak mendapat bagian dalam dunia yang lain itu dan dalam kebangkitan dari antara orang mati tidak kawin dan dikawinkan. Sebab , mereka tidak dapat mati lagi. Mereka sama dengan malaikat-malaikat dan menjadi anak-anak Allah, karena mereka telah dibangkitkan”. Kemudian Yesus menambahkan bahwa tentang bangkitnya orang-orang mati, Musa telah memberitahukannya dalam nas tentang sema duri, di mana Tuhan disebut Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub. Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, karena di hadapan Dia semua orang hidup”. Mendengar hal itu, beberapa ahli Taurat berkata:” Guru, jawab-Mu itu tepat sekali”. Maka mereka tidak berani lagi mencobai Yesus lagi.

“Hidup yang penuh tanggungjawab” sebagai thema Kuasa Doa hari ini dimaksudkan bahwa kita mengimani bahwa setelah kehidupan di dunia masih ada kehidupan di dunia lain. Telah dijelaskan secara gamblang oleh Yesus bahwa mereka yang layak memasuki Kerajaan Surga merupakan anak-anak Allah yang tidak mati lagi, bahkan mereka menyerupai para malaikat.

orang-orang Saduki yang mencobai Yesus adalah mereka yang tidak percaya pada kebangkitan badan pada akhir zaman. Sementara ahli Taurat dan orang Farisi lainnya percaya akan adanya kebangkitan pada akhir zaman. Oleh karena itu orang Saduki ingin mencobai Yesus dengan kisah seorang perempuan yang secara berturut-turut menikahi tujuh laki-laki bersaudara. Dalam kesempatan ini, Yesus menegaskan dengan sangat gamblang tentang adanya kehidupan sesudah kematian di dunia. bagi Yesus kehdiupan itu berbeda dengan kehidupan duniawi. Dengan kata lain ada kehidupan baru setelah kehidupan di dunia ini.

Bagaimana kita sebagai orang beriman terhadap ‘hidup baru di dunia lain”. Tiada cari lain selain kita harus hidup penuh tanggungjawab. Hidup baru di dunia masih samar-samar, tetapi penjelasan Yesus sangat gamblang. Di tempat baru itu tidak ada kawin atau dikawinkan. Di tempat baru itu, semua orang yang layak memkasukinya mengalami hidup baru yang penuh damai sukacita, di mana setiap orang sudah tidak mempunyai pikiran dunia lagi, tapi damai sukacita. Kebahagiaan itu antara lain setiap saat mereka melihat kemuliaan Allah, tidak napsu-napsu lagi seperti waktu masih berada di dunia.

Inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas hari ini antara lain bahwa seharusnya kita menjalankan hidup ini dengan penuh tanggungjawab. Artinya hidup kita harus diarahkan kepada kehidupan baru setelah kita mati. Kita selalu mengimani bahwa ada kebangkitan sebagai kehidupan baru setelah di dunia ini. Hidup baru itulah yang kita kejar melalui kehidupan di dunia yang penuh dengan tanggungjawab, sedapat mungkin jauh dari perbuatan-perbuatan dosa.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Adsense Indonesia

kuasa 22 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Rumahku adalah rumah doa.

Hari ini Gereja merayakan Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah. Sebagaimana keluarga-keluarga Yahudi yang sangat menuruti hukum Taurat, demikian pula Yoakim dan Anna, orang tua Santa Perawan Maria memiliki kesalehan yang sama yakni dengan mempersembahkan Santa Perawan Maria kepada Allah dalam Bait Allah.

Berkaitan dengan perayaan Gereja tentang ‘Santa Perawan Maria dipersembahkan kepada Allah’, maka thema Kuasa Doa hari ini berjudul ‘ rumahku adalah rumah doa’, yang merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas 19:45-48. Dengan thema’ rumahku adalah rumah doa’, maka Gereja sebagai rumah doa harus dihormati, dengan tidak dikotori. Dalam Gereja dimana ditahtakan Sakramen Mahakudus sebagai lambang kehadiran Tuhan di Gereja, maka sebagai uamt beriman harus sangat hormat di tempat itu. Gereja sebagai rumah Tuhan, maka lokasi itu harus dijaga oleh semua pihak khususnya umat beriman. Pada dasarnya Tuhan tidak hanya bersemayam di dalam Gereja sebagai Bait Allah, tetapi juga Tubuh kita sebagai Bait Allah. Tubuh sebagai Bait Allah dalam diri kita juga harus dijaga. Untuk itu, kita harus menjaga diri kita melalui kesalehan hidup yang sejati. Kesalehan hidup yang sejati berarti kita sejauh mungkin tidak hidup dalam dosa. Karena bagaimana pun kecilnya dosa, tetap menjadi penghalang bagi siapa saja untuk memasuki Kerajaan Surga. Orang tidak akan dapat memasuki Kerajaan Surga jika orang tersebut tidak dalam kondisi suci.

Kembali kepada pesta Santa Perawan Maria yang dipersembahkan kepada Allah oleh kedua orang tuanya hendaknya kita juga dapat meneladaninya. Kita juga berani mempersembahkan anak-anak kita kepada Allah, tidak hanya sekedar dalam lindungan Tuhan, tetapi juga bermanfaat bagi pewartaan Kerajaan Allah.

Santa Perawan Maria adalah sosok manusia yang dipilih khusus oleh Allah untuk menjadi Bunda Allah. Oleh karena itu, sejak dalam kandungan, ia telah dipersiapkan oleh Allah. Dengan demikian, kita selalu dapat meneladani keluarga Yoakim dan Anna yang merupakan orang tua Santa Perawan Maria dengan mempersembahkan Santa Perawan Maria kepada Allah. Untuk itu, melalui ‘rumah adalah rumah doaku’ adalah sarana untuk membimbing anak-anak ke dalam kesalehan hidup melalui doa dan perbuatan-perbuatan kita.

Apakah kita sudah menjadikan ‘rumah adalah rumah doaku’, dalam hidup ini? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 21 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Yesus Menangisi Yerusalem.

Kuasa Doa hari menyampaikan renungannya dengan thema:” Yesus menangisi Yerusalem’ yang merupakan inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas 19:41-44. Perhatikan kata-kata Yesus hari ini. Andaikan pada hari ini juga engkau tahu apa yang perlu untuk damai sejahteramu!”. Dalam tangis-Nya, Yesus berduka karena senyatanya Yerusalem tidak tahu apa yang perlu untuk damai sejahteranya. Yerusalem telah dibangun menjadi kota besar, dengan Bait Allah yang dibangun dari batu-batu tersusun yang mengagumkan, tetapi kebesaran kota dan keindahan Bait Allah akan hancur dan tidak menjamin damai sejahtera hidup mereka.

Duka hati Yesus itu sepertinya juga duka hati Tuhan yang penuh kasih kepada kita yang sering juga tidak tahu apa yang perlu untuk damai sejahtera kita. Apa yang kita buru dalam hidup ini: uang, harta, jabatan, popularitas, atau yang lainnya?Itukah hal-hal yang perlu untuk damai sejahtera?” Semuanya akan dirobohkan”, kata Yesus. Apa yang tidak pernah akan roboh?Yang tidak akan roboh adalah kasih setia Allah untuk menyelamatkan kita dengan Darah Anak Domba yang telah disembelih, dan dengan darah-Nya membawa kepada Allah orang-orang dari setiap suku, bahasa, kaum dan bangsa (Why). Anak Domba tak lain tak bukan adalah darah Yesus yang harus mati di kayu salib karena ditolak oleh manusia yang dikasihi-Nya.

‘Yesus mengangisi Yerusalem’ sebagai thema Kuasa Doa hari ini menggambarkan betapa Tuhan sangat mengasihi umat pilihan-nya. Namun umat-Nya lebih memilih mencintai dunia dan bahkan mereka lebih suka menolak-Nya. Jadi, kesedihan Yesus karena kasih setia-Nya ditolak. Tawaran damai sejahtera yang merupakan tujuan akhir manusia tapi ditentangnya. Kita semua akan mengalami damai sejahtera kalau hidup kita berjalan di dalam kebenaran yang sejati. Kita semua akan selamat dan mengalami damai sejahtera, kita mau mengikuti Yesus sebagai jalan, kebenaran dan hidup ( Yoh 14:6)

Sebenarnya yang ditangisi Yesus bukan karena Yerusalem sebagai bangunan fisiknya, di mana Bait Allah itu dibangun. Bait Allah adalah tubuh kita sendiri. Allah akan bersemayam di dalam diri kita, sekiranya hidup kita di dalam jalan yang benar, dan kita memperoleh hidup yang penuh dengan damai sejahtera bukan dalam arti duniawi, tetapi sejahtera dalam arti rohani. Jika hidup kita seperti itu, maka Yesus tidak akan menangis lagi.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 20 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Menjadi hamba yang setia.

Thema Kuasa Doa hari ini adalah ‘menjadi hamba yang setia’, yang merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas 19:11-28. Yesus hari ini kembali memberikan perumpamaan tentang Kerajaan Allah yang diumpakan seorang bangsawan yang hendak beberpgian ke luar negeri. Maka dipanggillah sepuluh hambanya, dan masing-masing diberinya satu mina. Sekembalinya dari luar negeri, ia ingin mengadakaan hitung-hitungan dengan para hambanya. Yang pertama pun datang dan mengatakan:” Tuan, mina Tuan yang satu itu telah menghasilkan sepuluh mina”. Tuan itu sangat senang kepada hamba itu, katanya:” Baik sekali perbuatanmu itu, hai hamba yang baik. Engkau telah setia dalam perkara yang kecil, karena itu terimalah kekuasaan atas 10 kota’. Kemudian datanglah hamba yang kedua. Hamba ini pun telah mempertanggungkan jawabkan atas mina yang diberikan dan menghasilkan lima mina. Kembali tuannya memujinya dan akan memberikan ganjaran untuk menguasai 5 kota. Terakhir datanglah hamba yang malas dan tidak setia. Tuan itu sangat marah dengan mengatakan:” Hai hamba yang jahat dan tidak setia. Aku akan menghakimi dirimu menurut perkataanmu sendiri. … Lalu katanya kepada orang-orang yang berdiri di situ:”Ambillah mina yang satu itu dan berikanlah kepada orang yang mempunyai 10 mina”. kata mereka kepadanya:” Tuan, ia sudah mempunyai 10 mina”. Ia menjawabA:”Aku berkata kepadamu, setiap orang yang mempunyai ia akan diberi; tetapi siapa yang tidak mempunyai, darinya akan diambil, juga apa yang ada padanya. Akan tetapi, semua seteruku ini, yang tidak suka aku menjadi rajanya, bawalah mereka ke mari dan bunuhlah mereka di depan mataku”.

Apa makna ajaran Yesus hari ini? Menjadi hamba yang setia artinya ia membuka hati atas rahmat dan talenta yang diberikan Allah kepadanya. Tentu saja ini juga berlaku untuk diri kita. Makin setia kita, maka Allah juga akan memberikan lebih kelimpahan rahmat untuk hidup kita. Allah dengan sendirinya akan menghukum mereka yang tidak setia apalagi menolak Allah sebagai raja di dalam hati mereka.

Kesimpulan dari bacaan Injil Lukas hari ini adalah’keterbukaan terhadap tindakan Allah di dalam Yesus terus mengintensifkan seseorang untuk ambil bagian dalam Kerajaan Allah, tetapi orang yang tertutup dan penuh ketakutan tidak dapat menerima kekayaan ini. Oleh karena itu, menjadi hamba yang setia merupakan prasyarat untuk ambil bagian di dalam Kerajaan Allah.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 19 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku.

Injil Lukas 18:35-43 hari ini melukiskan Yesus menyembuhkan seorang buta yang kala itu sedang berjalan di dekat Yerikho. Waktu itu ada seorang buta yang duduk di pinggir jalan dan mengemis. Karena mendengar orang bnayk lewat, ia bertanya ‘ada apa nih!’. Kata orang kepadanya:” Yesus, orang Nazareth sedang lewat”. Maka si buta pun berseru:” Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”. Namun orang banyak yang yang berjalan di dekatnya menyuruhnya dia diam. Namun semakin dilarang, ia pun berteriak makin kencang, katanya:” Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”. Akhirnya Yesus pun berhenti dan menuruh orang mengantar dia kepada-Nya. Ketika Yesus berada di dekatnya, Ia berkata:” Apa yang kauinginkan Kuperbuat bagimu”. Jawab si buta itu:” Tuhan, semoga aku melihat”. Maka Yesus berkata:” Melihatlah, imanmu telah menyelamatkan dikau”. Saat itu pula si buta pun melihat, lalu mengikuti Yesus sambil memuliakan Allah. Mereka yang menyaksikan peristiwa itu bersyukur dan terus memuliakan Allah”.

“Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku” sebagaimana diserukan oleh si buta itu menjadi suatu ‘doa’, yang hingga saat ini tetap menjadi inspirasi dalam doa kita. Perjumpaan Yesus dengan si buta ini seharusnya menjadi inspirasi dalam hidup ini, bahwa Yesus mempunyai kuasa untuk menyembuhkan orang buta. Tentu saja, Yesus tidak hanya menyembuhkan mereka yang buta secara jasmani, tetapi juga mereka yang buta rohani. Walau kita secara fisik bisa melihat, namun secara bathin belum tentu kita melihat Yesus sebagai Tuhan yang punya kuasa menyembuhkan jasmani dan rohani.

Inspirasi bathin dari Injil Lukas hari ini antara lain bahwa perjumpaan Yesus dengan siapa pun seharusnya menjadi suatu yang sangat berharga karena pada kesempatan itulah akan terjadi dialog secara personal dan hasil akhirnya adalah rasa damai sejahtera. Apakah perjumpaan itu begitu intens dengan Dia. Tentu saja bisa. Melalui doa dan terus membiasakan membaca Kitab Suci, maka kita akan semakin bertemu dengan Yesus. Apakah kita sudah melaksanakan hal itu. Andalah yang tahu.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 17 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Hukuman bagi yang malas

Renungan Kuasa Doa pada hari Minggu ke XXXIII diangkat dari Injil Matius 25:14-30 dengan thema:” Hukuman bagi yang malas”. Thema ini diangkat dari Injil Matius yang mengisahkan sebuah perumpamaan tentang Kerajaan Allah kepada para murid-Nya. Perumpamaan itu sbb:” Hal Kerajaan Surga itu seperti seorang yang mau bepergian ke luar negeri, yang memanggil hamba-hambanya dan mempercayakan hartanya kepada mereka. Yang seorang diberinya lima talenta, yang seorang lagi dua, dan seorang yang lain lagi satu, masing-masing menurut kesanggupannya. Lalu ia berangkat. Lama sesudah itu pulanglah tuan hamba-hamba itu, lalu mengadakan perhitungan dengan mereka. Hamba yang menerima lima talenta itu datang dan membawa laba lima talenta. Ia berkata:” Tuan, lima talenta Tuan percayakan kepadaku, Lihat, aku memperoleh laba lima talenta’. Maka kata tuannya itu kepadanya:” Baik sekali perbuaanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia; engkau telah setia memikul tanggungjawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu’. Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta’. Maka kata tuannya kepadanya: ‘ baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggungjawab dalam perkara kecil, aku akan memberikan kepadamu tangggungjawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu”. Kini masukklah hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata:”Tuan, aku tahu bahwa tuan adalah manusia yang kejam yang menuai di tempat di mana tuan tidak menabur dan yang memungut dari tempat di mana tuan tidak menanam. Karena itu, aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah. Ini, terimalah kepunyaan tuan”. Maka jawab tuannya itu:”Hai, kamu, hamba yang jahat dan malas, jadi kamu sudah tahu, bahwa aku menuai di tempat di mana aku tidak menabur dan memungut dari tempat di mana aku tidak menanam. Karena itu seharusnya uangku itu kuberikan kepada orang yang menjalankan uang, supaya sekembaliku aku menerima serta dengan bunganya. Sebab itu ambillah talenta itu daripadanya dan berikan kepada orang yang mempunyai 10 talenta. Karena setiap orang yang mempunyai, kepadanya akan diberi sehingga ia kelimpahan. Tetapi siapa yang tidak mempunyai, apa pun juga yang ada padanya akan dimabil dari padanya. Dan campakanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap. Di sanalah akan terdapat ratapan dan kertakan gigi”.

Bagaimana memaknai “ukuman bagi yang malas”. Dalam kisah tadi ada tiga hamba yang dipanggil oleh tuannya. Dua hamba yang pertama yang menerima lima dan dua talenta telah mempertanggungjawabkan dan menerima pujian dari tuannya dan keduanya menerima kebahagiaan bersama tuannya. Sementara yang ketiga yakni menerima satu talenta, dicap sebagai hamba yang malas. Maka tuannya menjadi sangat marah bahkan sempat memaki tuannya. Hal ini yang menjadikan tuannya marah besar dan mencampakan hamba yang jahat yang malas. Hamba yang malas itu akan dibuang ke dalam tempat yang paling gelap.

Demikian pula, Tuhan akan marah kepada diri kita yang malas, apalagi sering menggerutu dan bahakan marah kepada Tuhan. Untuk itu kita tentu tidak layak untuk ikut menerima kebahagiaan di dalam Kerajaan Surga. Kita telah diberi talenta, maka kita harus mempertanggungjawabkan atas apa yang telah diberikan Tuhan kepada kkita. Segalanya memang gratis dari Tuhan, tetapi bukan berarti tanpa rasa tanggungjawab. Bagi kita yang malas dan tidak mempertanggungjawabkannya, maka kita layak dan pantas untuk dicampakkan ke dalam kegelapan (neraka).

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari Minggu XXXIII, Tuhan memberkati.-***

kuasa 16 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Ketekunan dalam doa.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini berthemakan ‘ketekunan dalam doa’ yang merupakan inspirasi bathin dari bacaan Injil Lukas 18:1-8. Tentang hal ini, Yesus memberikan perumpamaan berikut kepada para murid-Nya, kata-Nya:” Di suatu kota ada seorang hamkim yang tidak takut Allah dan tidak menghormati siapa pun. Di kota itu ada pula soerng janda yang selalu datang kepada hakim itu dan berkata:” Belalah hakku terhadap kawanku”. Beberapa waktu lamanya hakim itu menolak. Tetapi, ia kemudian berkata dalam hatinya:”Walau aku tidak takut Allah dan tidak menghormati siapa pun, namun karena janda ini memyusahkan daku, baiklah aku membenarkan dia supaya ia jang terus-menerus datang dan akhirnya menyerang aku”. Lalu Yesus berkata:”Camkanlah perkataan hakim yang lalim itu! Bukankah Allah akan membenarkan para pilihan-Nya yang siang malam berseru kepada-Nya? Dan adakah Ia mengulur-mengulur waktu sebelum menolong mereka? Aku berkata kepadamu:” Ia akan segera menolong mereka”. Akan tetapi, jika Anak Manusia datang, adakah Ia menemukan iman di bumi ini?”. Inilah perumpamaan yang disampaikan Yesus kepada para murid-Nya.

Apakah inspirasi bathin dengan bacaan Injil Lukas hari ini? Yesus melalui bacaan Injil Lukas hari mau mengajak kita semua agar tetap bertekun dalam doa. Gambaran tentang hakim jahat saja mengabulkan permintaan janda untuk membela haknya terhadap kawannya, apalagi Allah Bapa yang Mahabaik. Yesus mengambil hikmah dari anak yang meminta terus-menerus sebagai usaha yang tekun dan tak putus-putusnya untuk menyampaikan permohonan kepada Allah. Yesus telah menggambarkan sebagai Bapa-Nya yang murah hati yang tak mungkin mengabaikan permohonan manusia, sejauh dengan kehendak-Nya. Terkadang kita tidak sabar menunggu terkabulnya atas doanya, bahkan sampai bosan, yang bisa jadi menjadikan dirinya marah kepada Allah karena tidak dikabulkan doanya.

Terkadang kita menjadi putus asa apabila sudah berdoa berkali-kali dan bahkan memakan waktu yang sedemikian lama, namun doanya belum juga dikabulkan. Sadar atau tidak, kita sering memaksa Allah untuk segera mengabulkan doanya. Sebagai orang beriman, seharusnya kita berani belajar untuk berserah diri, karena Allah pasti akan mengabulkan doa kita, tetapi harus menyadari apakah doa permohonan kita sungguh-sungguh sesuai dengan kehendak Allah. Dalam hal ini Yesus membandingkan hakim yang jahat saja mengabulkan permohonan janda itu, apalagi Allah yang pemurah pasti akan mengabulkan doanya. Untuk itulah, kita diminta agar berdoa dengan tekun dan dengan penuh iman. Tuhan senantiasa mengabulan permohonan setiap orang beriman yang dengan tekun berdoa dengan cara dan waktu seturut yang dikehendaki-Nya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 15 November, 2014 Leave A Comment Permalink

Bagaimana Memiliki Kerajaan Allah?

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Lukas 17:26-37 dengan thema:” Bagaimana memiliki Kerajaan Allah”. Kerajaan Allah masih bagian dari bacaan Injil Lukas hari ini. Hari ini Yesus menggambarkan tentang kehadiran Anak Manusia (Diri-Nya) yang berbeda dengan jaman Nuh atau jaman Lot. Inti dari kedua peristiwa itu bahwa banyak orang terlalu melekatkan diri pada hal-hal duniawi, sehingga hal ini akan menyusahkan dirinya. Maksudnya antara lain adalah bahwa siapa saja berusaha menyelamatkan nyawanya ia akan kehilangan nyawanya, sebaliknya barangsiapa kehilanga nyawanya karena Yesus, ia akan menyelamatkannya. Hal ini menjadi sangat jelas sebagaimana dikatakan Yohanes dalam 2 Yoh 4-9 :” Tetaplah di dalam ajaran Kristus. Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia. Mereka tidak mengakui bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Mereka itulah penyesat dan antikristus. Waspadalah, jangan sampai kalian kehilangan apa yang telah kami kerjakan. Tetapi berusahalah agar kalian mendapat ganjaranmu sepenuhnya. Setiap orang yang tidak setia pada ajaran Yesus Kristus, tetapi menyimpang darinya, dia tidak memiliki Allah. Barangsiapa setia kepada ajaran itu, dia memiliki Bapa mau pun Putera”. Itulah nasihat Yohanes.

Situasi zaman sekarang ini ditandai oleh materi sebagai pusat hidup manusia dan kepuasan diri (tubuh), kesenangan (pesta pora). Oleh karena itu, jika kita memperhatikan dengan cermat, tanda-tanda di mana orang terus mencari kenikmatan dunia (pesta pora, kesenangan diri, serta keinginan duniawi yang sejenisnya), membuktikan bahwa orang-orang seperti itu pada suatu saatnya akan kehilangan nyawanya. Tanda-tanda kehadiran Anak Manusia tidak mempunyai signal apa pun. Jadi, ajakan Yesus itu adalah selalu siap sedia.

“Bagaimana memiliki Kerajaan Allah” sebagaimana thema Kuasa Doa hari ini seharusnya juga menjadi inspirasi bathin bagi kehidupan kita. Tentu saja setiap orang berkeinginan untuk memiliki Kerajaan Allah. Namun tentu saja tidak semua orang akan mendapatkannya, karena masing-masing orang mempunyai caranya sendiri-sendiri. Namun bagi mereka yang selalu siap sedia menerima ajaran Yesus (Anak Manusia) dan melaksanakannya, maka orang seperti itulah yang akan memperoleh Kerajaan Allah. Bagi para penyesat, maka tiada jalan lain selain akan kehilangan Kerajaan Allah.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 14 November, 2014 Leave A Comment Permalink