Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Imanuel: Allah menyertai kita,

“Imanuel: Allah menyertai kita”, demikian thema Kuasa Doa hari ini, yang merupakan inspirasi dari bacaan Injil Matius 1:18-24. Injil Matius hari ini mengisahkan tentang kelahiran Yesus dari seorang gadis perawan bernama Maria. Waktu itu Maria bertunangan dengan seorang pemuda bernama Yusuf. Yusuf mengetahui bahwa Maria sudah mengandung dari ‘kuasa Roh Kudus’, sehingga ia bermaksud meninggalkannya secara diam-diam. Tapi peristiwa ini tidak terjadi karena malaikat Allah telah bertemu dengan Yusuf dalam mimpinya untuk tidak meninggalkan Maria. Dalam pesannya kepada Yusuf, malaikat itu berkata:”Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang ada di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Maria akan melahirkan anak laki-laki, dan engkau akan menamai Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka”. Hal ini terjadi supaya genaplah firman Tuhan yang disampaikan oleh nabi:” Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamai Dia Imanuel yang berarti “Allah menyertai kita”. Setelah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan oleh malaikat Tuhan, dan ia mengambil Maria sebagai isterinya.

Kisah kelahiran Yesus merupakan perluasan dari silsilah Yesus. Kelahiran Yesus bersifat kemesiasan melalui Yusuf keturunan raja Daud.Secara manusia, Yesus yang berayah dari Yusuf syah secara hukum. Pertunangan dalam tradisi masyarakat Yahudi di zaman Yesus merupakan suatu relasi yang kuat dari pada yang terjadi secara umum dalam masyarakat sekarang. Mendengar Maria konon sudah mengandung membuat Yusuf berpikir untuk mengurungkan niatnya mengambil Maria sebagai isterinya. Mengapa? Yusuf adalah seorang yang tertib menurut hukum Perjanjian Lama, maka ia tidak dapat mengambil Maria sebagai isterinya. Ia tidak ingin Maria dipermalukan di depan pengadilan sebagai wanita yang dituduh berzina. Yusuf mmemutuskan untuk mendahului proses pengadilan dan mengambil sendiri tanggungjawab untuk menceraikan. Proses perceraian dilaksanakan bukan dalam sidang pengadilan, melainkan tergantung dari inisiatif pria.

Rencana Yusuf itu dibatalkan oleh penampakan malaikat Tuhan dalam mimpinya, cara yang cukup dikenal dalam Perjanjian Lama. Pesan malaikat itu berisi pemberitahuan mengenai pengandungan Yesus dari perawan Maria oleh Roh Kudus dan pentingnya memusatkan perhatian kepada Mesias. Sebagai anak sah dari Yusuf, Yesus diberi nama “Anak Daud”. Nama lain adalah Yesus yang dalam bahasa Ibrani berarti “Menyelamatkan”. Namun yang lain sebagaimana dinubuatkan oleh nabi Yesaya adalah “Immanuel”, yang berarti ” Tuhan beserta kita”. Yang tak kalah menarik dari gelar “Yesus dan Immanuel”, mengisyaratkan bahwa Ia juga melampaui semua nenek moyangnya”.

Inspirasi bathin dari Injil Matius hari ini bahwa Yesus yang berarti ‘menyelamatkan”, dan Yesus sebagai “Immanuel” yang berarti “Tuhan beserta kita”, mengandung makna yang dalam bahwa Yesus bukan hanya sekedar manusia dan secara hukum sah, Ia ternyata melampaui segala kuasa nenek moyang mereka, karena Ia adalah Allah yang menjadi manusia, tetapi secara sah menurut hukum.

Demikianlah renungan Kuasa Doa hari ini, God bless you all.-***

kuasa 18 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Silsilah Yesus Kristus, Anak Daud.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 1:1-17 dengan thema:” Silsilah Yesus Kristus, Anak Daud”. Natal yang sebentar lagi akan dirayakan oleh semua umat beriman di seluruh dunia merupakan perayaan menyambut kedatangan Yesus Kristus, Sang Mesias Yang Kudus dari Allah. Yesus Kristus berdasarkan silsilah adalah keturunan raja Daud. Yusup suami Maria yang merupakan 14 keturunan dari Daud sampai pembuangan Babel, dan 14 keturunan dari pembuangan ke Babel sampai Kristus.

Membaca silsilah Yesus Kristus, maka kita diajak untuk merenungkan tentang siapakah Yesus Kristus. Ada kemungkinan kita tidak tertarik dengan nama-nama yang tercantum dalam silsilah Yesus Sang Mesias itu. Deretan nama-nama itu banyak yang asing dan tidak begitu penting, namun jika ditarik garis lurus dari Abraham sampai Daud, raja Israel yang berjaya, maka Yesus Kristus merupakan sosok yang sangat dihormati. Paling tidak Ia adalahketurunan raja Daud, raja Israel yang sangat dihormati oleh orang-orang Yahudi hingga saat ini. Singkatnya, Yesus adalah keturunan raja Daud, keturunan Yehuda, anak Israel atau Yakub.

Silsilah seseorang biasanya dimanfaatkan untuk melihat garis keturunan atau garis asal-usulnya. Biasanya hanya terbatas pada beberapa keturunan saja, tetapi kalau sampai berlapis-lapis, nampaknya capai juga membaca atau mendengarnya. Sosok Yesus Kristus yang selalu disembah oleh umat beriman selain dari keturunan orang yang terpandang (raja Daud, atau nabi Daud) tetapi juga kelahiran-Nya bukan karena hubungan biologis manusia. Ia terlahir dari dari kuasa Roh Kudus, atau Roh Allah sendiri.

Sebagai manusia, sosok bayi Yesus adalah sosok yang penuh misteri. Kehadiran-Nya di dunia sudah dinubuatkan oleh para nabi ribuan tahun yang lalu. Misteri kehadiran-Nya sudah diramalkan, bukan dadakan. Visi dan misi ‘Kehadiran Kristus’ yang sudah dinubuatkan itu adalah untuk menebus dosa manusia, bukan menjadi pemimpin politik. Banyak orang yang salah sangka tentang kehadiran Kristus.

Sebagai umat beriman, maka silsilah Yesus Kristus paling tidak secara manusia kita mengerti bahwa Yesus yang sungguh manusia itu berasal dari keturunan raja Daud, sosok raja atau nabi dari bangsa Yahudi. Kita mengimani bahwa Yesus adalah sungguh Allah dan sungguh manusia. Inilah misteri yang sulit diterima oleh banyak orang. Sebagai umat beriman, tentu kita mengimani bahwa Yesus Kristus itu sungguh Allah dan sungguh manusia, walau iman itu banyak ditentang atau ditolak oleh banyak orang.

Demikianlah renungan pendek Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 17 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Kalian melihat, namun tidak menyesal dan percaya.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Matius 21:28-32 dengan thema:” Kalian melihat, namun tidak menyesal dan tidak percaya”. Melalui Injil Matius hari ini, Yesus menyalahkan lawan-lawan-Nya khususnya imam-imam kepala dan pemuka-pemuka bangsa Yahudi. Untuk jelasnya, Yesus memberikan perumpamaan sbb. “Ada orang mempunyai dua anak laki-laki. Ia pergi kepada yang sulung dan berkata ‘anakku, pergilah bekerja di kebun anggur hari ini. Jawab anak itu ” baik, bapa”. Tetapi, ia tidak pergi. Lalu orang itu kepada anak yang kedua dan berkata demikian juga. Dan anak itu menjawab ‘tidak mau’. Tetapi , kemudian menyesal, lalu pergi juga. Pertanyaan Yesus ‘ siapakah di antara kedua anak itu yang melakukan kehendak ayahnya?’. Jawab mereka’Yang kedua’. Maka berkatalah Yesus kepada mereka:’Aku berkata kepadamu, sesungguhnya pemungut-pemungut cukai dan pelacur-pelacur akan mendahului kalian masuk ke dalam Kerajaan Allah. Sebab Yohanes Pembaptis datang menunjukkan jalan kebenaran kepada kalian, dan kalian tidak percaya kepadanya”. Dan meskipun kalian melihatnya, namun kemudian kalian tidak menyesal, dan kalian tidak juga percaya kepadanya”.

“Kalian melihat, namun tidak menyesal dan tidak percaya” sebagaimana thema Kuasa Doa hari ini dimaksudkan agar kita sebagai umat beriman tidak meniru perbuatan imam-imam kepala dan para pemuka orang Yahudi. Mereka tidak hanya sekedar mendengar, tetapi menyaksikan sendiri Mesias yang yang hadir di tengah mereka, walau demikian mereka tidak menyesal dan tidak percaya. Pada hal Mesias ini lebih tinggi derajatnya dari pada Yohanes Pembaptis. Sewaktu Yohanes datang, banyak orang-orang berdosa percaya kepadanya.

Banyak orang telah mendengar tentang Yesus Kristus, Mesias utusan yang kudus dari Allah, namun mereka tidak percaya dan bahkan cenderung menolak-Nya. Yang tidak kalah menariknya, adalah kata-kata Yesus tentang anak laki yang pertama:” Baik pa”, tetapi ternyata ia tidak melakukannya. Jawaban anak pertama ini terdengar baik, sopan, manis dan penurut, tetapi justru sebaliknya. Sedangkan anak yang kedua yang nampaknya kasar, bersifat menolak, malah melakukannya. Dengan kata lain, kata-kata dan perilaku ternyata belum bisa menjadi tolok ukur kualitas seseorang.

Bagaimana dengan anda, memilih anak yang pertama atau kedua, jawablah dalam bathin saja.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 16 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Antara Kuasa Allah atau kuasa manusia

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Matius 21:23-27 dengan thema:” Antara kuasa Allah atau kuasa manusia”. Terkadang manusia tidak dapat membedakan antara kuasa Allah atau kuasa manusia. Bahkan kuasa Allah dianggap sebagai kuasa manusia. Untuk mengerti tentang hal ini, mari kita merenung sejenak apa kata Injil Matius hari ini.

Suatu hari datanglah imam-imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi ingin mencobai Yesus dengan mengajukan pertanyaan:” Dengan kuasa manakah Engkau melakukan hal-hal itu? Siapakah yang memberikan kuasa itu kepada-Mu? Yesus tidak menjawab langsung pertanyaan mereka, tetapi balik Ia bertanya kepada mereka, dan jika kalian memberikan jawaban, maka Aku akan memberikan jawaban atas pertanyaan kalian. Lalu Yesus bertanya kepada mereka:” Dari manakah pembaptisan yang diberikan Yohanes? Dari surga atau dari manusia? Mereka pun berunding satu sama lain, ” Jika kita katakan dari surga, maka Ia akan berkata kepada kita “Kalau begitu, mengapa kalian tidak percaya kepadanya?”. Tetapi, jika katakan ‘ dari manusia’ kita takut kepada orang banyak, sebab semua orang menganggap Yohanes itu seorang nabi”. Lalu mereka pun menjawab:” Kami tidak tahu”. Atas jawaban itu, Yesus pun berkata kepada mereka:” Jika demikian, Aku pun tidak mau mengatakan kepada kalian dengan kuasa manakah Aku melakukan hal-hal itu?”.

Analog dengan bacaan Injil Matius hari ini ‘siapakah sosok Yesus itu?”. Apakah Ia sungguh Allah atau hanya manusia biasa? Pertanyaan itu sulit memperoleh jawaban. Yesus yang sungguh Allah dan sungguh manusia tidak akan menjawab seperti pertanyaan imam kepala dan pemuka-pemuka Yahudi. Seharusnya kita tidak mudah terperosok untuk mengadili seseorang dari luarnya saja. Tapi lihatlah perbuatannya atau tindakannya. Kalau kita memperhatikan dan menyimak dengan cermat Kitab Suci, maka kita akan menilai apakah Yesus itu hanya manusia biasa, atau sesungguhnya Ia itu Allah yang menjadi manusia. Tentu untuk menilainya sungguh dibuktikan keterbukaan dan hati yang tulus, sehingga penilaian itu sungguh ‘fair’. Banyak orang mempertanyakan apakah Yesus dari Nazareth, anak Maria dan Yusup itu sungguh Allah? Kalau kita membatasi diri dengan nalar manusia, maka kita tidak akan pernah sampai kepada misteri Allah, dan kita tidak pernah akan dapat memahami rahasia Allah. Allah itu sungguh penuh dengan misteri, dan untuk memahami misteri Allah, kita perlu keterbukaan hati dan melalui iman, maka kita sedikit banyak akan memahami misteri Allah.

Kembali kepada ‘antara kuasa Allah atau kuasa manusia’ yang menjadi thema Kuasa Doa hari ini, maka kita diajak belajar rendah hati. Dengan kerendahan hati, maka kita akan membiarkan rahmat Tuhan tinggal di dalam diri kita.

Sebentar lagi kita akan merayakan pesta Natal untuk menyambut kedatangan Mesias, Yang Kudus dari Allah. Untuk itu kita memang membutuhkan suasana kerendahan hati, agar kita dapat merayakan pesta rohani dengan tulus.

Bagaimana persiapan anda dalam menyongsong Natal? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 15 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Luruskanlah jalan Tuhan.

Renungan singkat Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari Injil Yohanes 1:6-8,19-28 dengan thema:” Luruskanlah jalan Tuhan”. Injil Yohanes hari Minggu ini mengisahkan tentang kesaksian Yohanes Pembaptis. Ia datang sebagai saksi terang supaya semua orang menjadi percaya. Yohanes sendiri bukan terang itu, tetapi ia memberi kesaksian tentang terang itu. Ketika Yohanes ditanya oleh banyak orang, dengan jujur ia mengatakan bahwa ia bukan Mesias atau Elia. Dengan tegas ia mengatakan:” Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun. ‘Luruskanlah jalan Tuhan, seperti yang telah dikatakan Nabi Yesaya”.

Hari Minggu adven ketiga ini merupakan minggu gembira atau ‘gaude te”. Mengapa? Karena sesaat lagi, kita akan menyambut kedatangan Imanuel, Tuhan beserta kita. Kedatangan Mesias akan membawa sukacita bagi umat manusia, karena Ia datang dengan membawa misi untuk menyelamatkan manusia dari dosa dan maut. Oleh karena itu, masa adven adalah masa penantian sekaligus masa pertobatan. Menyambut hadirnya Mesias bukan dengan pesta pora atau kemabukan tetapi dengan pertobatan, karena melalui pertobatan, ada keselamatan.

Nabi Yesaya mengatakan:” Roh Tuhan ada padaku, sebab ia telah mengurapi aku untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang sengsara dan merawat orang-orang yang remuk hati. Aku diutus untuk memberitakan kebebasan kepada orang-orang tawanan; dan kepada orang-orang yang terkurung kelepasan dari penjara, Tuhan Allah berkenan kepadaku untuk memberitahukan tahun rahmat Tuhan dan hari pembalasan Allah kita. Aku bersukacita di dalam Tuhan, jiwaku bersorak sorai di dalam Allahku. Sebab Ia mengenakan pakaian keselamatan kepadaku dan menyelubungi aku dengan jubah kebenaran, karena Tuhan akan menumbuhkan kebenaran dan puji-puji di depan semua bangsa. Yang barusan adalah nubuatan nabi Yesaya tentang Sang Terang, yang sebentar lagi akan kita sambut.

“Luruskanlah jalan Tuhan”, bermakna agar kita berjalan dalam kebenaran. Dan jalan, kebenaran dan hidup adalah melalui Yesus sebagai Mesias. (Yohan 14:6).

Bagaimana persiapan anda sendiri dalam mempersiapkan kehadiran Mesias? Andalah yang tahu.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 14 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Elia datang dan memulihkan segalanya.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Matius 17:10-13 dengan thema:” Elia datang dan memulihkan segalanya”. Bagaimana kisahnya? Injil Matius hari ini mengisahkan Yesus yang menjawab pertanyaan dari para murid-Nya, dengan mengatakan:” Mengapa ahli-ahli Taurat berkata bahwa Elia harus datang dahulu? Yesus menjawab:”Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu. Dan Aku berkata kepadamu, Elia sudah datang tetapi orang tidak mengenal dia, dan memperlakukannya menurut kehendak mereka. Demikian pula Anak Manusia akan menderita seperti mereka’. Pada waktu itulah mengertilah murid-murid Yesus bahwa Ia berbicara tentang Yohanes Pembaptis.

Elia baru yaitu Yohanes Pembaptis telah datang. Kehadirannya adalah untuk mempersiapkan Mesias Sang Juru Selamat. Yohanes telah mewartakan tentang siapakah Mesias yang akan datang.

Elia adalah nabi dari abad IX SM. Ia memaklumkan bahwa Yahwe adalah satu-satunya Allah yang benar. Ia menyerukan agar orang bertobat dari penyembahan berhala palsu dari mengabaikan perjanjian, dan dari dosa melawan hukum Taurat. Ia diangkat ke surga dalam kereta kuda berapi dan angin badai sehingga beredar ceritera bahwa ia akan kembali lagi sebelum datangnya Mesias. Kepercayaan ini tercermin dalam Kitab Sirakh (4:1-11) dan Makabe, di mana Matatias menjelaskan bahwa nabi Elia diangkat ke surga secara istimewa karena kegiatannya yang penuh semangat untuk Hukum Taurat ( 1 Mak 2:58).

Memang Yohanes Pembaptis mau pun Elia dipandang sebagai orang-orang yang ‘radikal”. Keduanya tinggal di padang gurun. Jadi mereka berlatar belakang dengan pengalaman hidup yang keras. Mereka tidak memiliki apa-apa dan jauh dari hiruk pikuk kehidupan dan kemabukan.

Yohanes Pembaptis dan Elia adalah orang-orang heroik yang penuh dengan resiko dengan memproklamirkan sabda Allah. Di atas segalanya, setia kepada Allah menjadi hal terpenting bagi mereka. Sebagai pengikut Kristus, sudah seharusnya kita tidak takut memperjuangkan kebenaran sebab Allah selalu berpihak pada yang benar.

Dalam masa adven ini, tidak ada salahnya kita mempersiapkan hati untuk merayakan pesta kehadiran Mesias, Yang Kudus dari Allah. Marilah kita persiapkan hati agar kita layak dan pantas untuk menyambut Juru Selamat pada perayaan Natal nanti. Kehadiran Yesus dengan sendirinya melebihi Elia dan Yohanes. Yesus adalah Mesias, Sang Anak Domba Allah yang harus menderita di salib demi keselamatan umat manusia.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 12 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Yohanes Pembaptis adalah Elia baru.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 11:11-15 dengan thema:” Yohanes Pembaptis adalah Elia baru”. Injil Matius hari ini mengisahkan Yesus yang berbicara tentang siapakah sosok Yohanes Pembaptis. Bagaimana kisahnya? Yesus berkata kepada orang banyak, kata-Nya:” Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan, tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. Namun, yang terkecil dalam Kerajaan Surga lebih besar dari padanya. Sejak tampilnya Yohanes Pembaptis hingga sekarang, Kerajaan Surga dirongrong, dan orang yang merongrongnya mencoba menguasainya. Sebab, semua kitab para nabi dan kitab Taurat bernubuat hingga tampilnya Yohanes. Dan jika kalian mau menerimanya, Yohanes itulah Elia yang akan datang itu. Barangsiapa bertelinga hendaklah ia mendengar!”.

Melalui Injil Matius hari ini Yesus mengidentifikasi sosok Yohanes sebagai seorang nabi. Yohanes adalah nabi Elia baru. Dalam Mal 4:5, Allah mengutus Elia, nabi dari surga, sebelum hari besar dan dasyat pada saat kedatangan Allah. Tetapi, kendati seluruh kebesaran Yohanes dinyatakan, belum memungkinkan baginya untuk membuka zaman baru yang menentukan untuk mewujudkan kedatangan Kerajaan Allah.

Orang-orang Yahudi yakin bahwa sebelum Mesias datang, nabi Elia akan datang untuk menyiapkan jalan bagi-Nya. Sampai sekarang kalau mereka Pesta Paskah, ada satu kursi yang dikosongkan untuk Elia kalau-kalau ia akan datang. Kepercayaan itu konon dilandaskan pada nubuat Malakhi:” Sesungguhnya Aku mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya Tuhan yang besar dan dahsyat” (Mal 4:5). Analog dengan nubuatan ini, maka Yesus adalah Mesias yang akan datang, dan kedatangan-Nya diwartakan oleh Yohanes Pembaptis. Jadi, benarlah nubuatan itu, bahwa Yohanes Pembatis adalah sosok nabi Elia yang baru. Peran yang dijalankan oleh Yohanes ini amatlah penting bahkan menentukan. Oleh karena itu Yesus berkata:” Sesungguhnya dari antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis.

Sebentar lagi kita akan merayakan pesta Natal, menyongsong hadirnya Mesias Juru Selamat kita. Untuk itu, kita persiapan bathin agar kita layak dan pantas menyambut-Nya. Oleh karena itu, dalam masa adven itu, kita selayaknya mempersiapkan diri dengan perlengkapan rohani kita sehingga layak menerima Tuhan ketika Ia melawat umat-Nya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 11 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Allah: Sumber kekuatan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari Injil matius 11:28-30 dengan thema:”Allah: sumber kekuatan”. Injil Matius hari ini mengatakan bahwa sekali peristiwa bersabdalah Yesus:” Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat. Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Ku-pasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. Maka hatimu akan mendapat ketenangan. Sebab enaklah kuk yang Kupasang dan ringanlah beban-Ku”. Demikianlah Yesus berbicara kepada kita semua melalui Injil Matius.

Inspirasi bathin dari Injil hari ini antara lain bahwa Yesus Tuhan merupakan sumber kekuatan hidup kita secara rohani. Pesan Yesus hari ini hendaklah disikapi dengan iman yang benar bahwa melalui Dia, ada kekuatan. Jati diri manusia adalah ciptaan yang lemah, tidak bisa berbuat apa-apa tanpa bantuan Tuhan. Tapi karena manusia itu sombong, maka seringkali manusia ingin menyamai Tuhan, dan ini sesuai dengan saat manusia pertama jatuh dalam dosa, karena dosa kesombongan. Manusia tidak taat perintah Tuhan, akhirnya manusia harus menanggung segala beban hidup hingga detik ini. Untuk itulah, Allah mengutus Anak-Nya yang kudus ke dunia. Namun Ia ditolak oleh sebagian orang, dan bahkan berani menyalibkan-Nya. Waktu disalibkan Ia sama sekali tidak berteriak minta tolong seolah sebagai anak domba yang tidak mengembik. Pernah dalam salib-Nya Ia berseru:” Allah-Ku, ya Allah-Ku, mengapa Engkau meninggalkan Daku”. Banyak orang mengartikan seruan Yesus itu sebagai bukti bahwa Dia bukan Tuhan. Pada hal maksudnya adalah bahwa itu sebuah doa yang diambil dari Mazmur 22 “Allah-Ku, yang Allah-Ku mengapa Engkau meninggalkan Daku“. Ini suatu keteladanan, agar manusia mempercayakan hidupnya kepada Allah saja.

Inspirasi bathin Injil Matius hari ini seharusnya makin meneguhkan hati dan pikiran kita bahwa Allah adalah sumber kekuatan hidup kita. Kita seharusnya selalu berpasarah kepada-Nya. Seruan Yesus:” Datanglah kepada-Ku, kalian semua yang letih lesu dan berbeban berat”. Yesus telah menegaskan agar kita datang kepada-Nya, kalau kita mengimani bahwa Yesus punya kuasa itu, maka apa yang disampaikan Yesus hari ini akan menjadi kenyataan.

Dalam masa adven II, kita diajak untuk kembali menyadari bahwa dosa telah merusak martabat kita yang luhur di hadapan Allah. Dosa telah membuat kita tersesat dan semakin jauh dari kasih Allah. Namun kita bersyukur karena Allah tidak membiarkan atau meninggalkan kita. Oleh karena kasih-Nya, Ia mengutus Putera-Nya untuk mencari dan memperbaiki martabat luhur kita yang dirusakkan oleh dosa. Melalui nabi Yesaya hari ini, kita semua diajak untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan yang sedang melawat kita. Hendaknya kita semakin berusaha bergerak mendekati Tuhan dengan jalan pertobatan. Dengan pertobatan, kita memberi ruang untuk menerima Yesus Kristus sebagai Juru Selamat.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 10 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Kehendak Bapa: semua orang selamat.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Matius 18:12-14 dengan thema:” Kehendak Bapa:semua orang selamat”. Thema ini merupakan inspirasi dari bacaan Injil Matius hari ini yang mengisahkan perumpamaan tentang seekor anak domba yang tersesat. Kisahnya sebagai berikut: Pada suatu hari Yesus berkata kepada para murid-Nya dengan bertanya:”Bagaimana pendapatmu?Jika seseorang mempunyai seratus ekor domba, dan seekor di antaranya sesat, tidakkah ia akan meninggalkan yang 99 ekor di pegunungan, lalu pergi mencari yang sesat itu? Dan Aku berkata kepadamu, sungguh, jika ia berhasil menemukannya, lebih besarlah kegembiraannya atas seekor itu dari pada atas yang 99 ekor yang tidak sesat. Demikian pula Bapamu yang di surga tidak menghendaki seorang pun dari anak-anak ini hilang”.

Inspirasi bathin dari bacaan Injil Matius hari ini betapa Allah Bapa kita yang di surga tidak menghendaki seorang pun di antara kita hilang atau sesat. Allah yang sangat mengasihi kita mengutus Putera-Nya untuk mencari dan menemukan ia yang hilang sehingga kita tetap menjadi milik-Nya.

Dalam masa adven II, sadar atau tidak bahwa dosa telah merusak hubungan kita dengan Allah. Martabat kita sebagai anak Allah telah hancur. Oleh karena itu, Allah telah mengutus Putera-Nya untuk mendamaikan Allah dengan ciptaan-Nya yang paling dikasihi. Masa adven adalah masa penantian untuk menyambut kehadiran Mesias utusan Allah yakni Yesus Krisuts yang akan kita rayakan pada pesta rohani Natal nanti. Yang akan kita songsong adalah Yang kudus dari Allah sebagai Juru Selamat manusia. Oleh karena itu, penyambutan kehadiran Yang kudus dari Allah harus dipersiapkan dengan hati yang bersih. Penyambutannya bukan dengan pesta pora atau kemabukan, tetapi dengan hati yang bersih, tulus, dan rendah hati. Natal adalah pesta rohani untuk penyambutan kedatangan Imanuel (Tuhan beserta kita).

Masa adven sebagai masa penantian hendaknya kita manfaatkan sebagai sarana mempersiapkan diri menyambut kedatangan Mesias-Yang Kudus dari Allah. Nabi Yesaya hari ini juga mengajak kita semua untuk mempersiapakn jalan bagi Tuhan yang sedang melawat umat-Nya. Hendaknya kita pun semakin berusaha bergerak mendekati Tuhan yang sedang mendatangi kita jalan pertobatan. Dengan pertobatan berarti kita membuka hati untuk menyambut kehadiran Tuhan secara rohani, karena pertobatan adalah pangkal keselamatan. Artinya tanpa pertobatan, tidak terjadi keselamatan. Sekiranya kita menjalankan pertobatan, maka kita selamat. Jika kita selamat artinya Kerajaan Surga juga bergembira, karena kita tidak berjalan di dalam kesesatan, jauh dari Allah, kita tidak lagi menjadi anak domba yang hilang. Dan itu berarti pula, kita menjalankan kehendak Bapa yakni agar semua orang selamat.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, God bless you all.-***

kuasa 9 December, 2014 Leave A Comment Permalink

Maria menjadi ibu semua orang hidup

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 1:26-38 dengan thema:”Maria menjadi ibu semua orang hidup”. Sesuai kalender liturgi Gereja, hari ini Gereja juga merayakan pesta Santa Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda. Oleh karena itu Injil Lukas hari ini mengisahkan tentang peran Bunda Maria sebagai bagian dari rencana keselamatan Allah secara menyeluruh. Dari bacaan-bacaan Kitab Suci hari ini, kita diarahkan untuk mengenal Maria lebih dalam.

Perayaan lituegi Gereja hari ini menyatakan bahwa Bunda Maria sejak dalam kandungan adalah suci. Kesuciannya terbukti dari sikap hidupnya yang selalu mencari kehendak Tuhan dan mendahulukan kehendak-Nya.

Injil hari ini melukiskan tentang Bunda Maria yang menerima khabar dari malaikat Gabriel. Maria akan menjadi ibu Yesus sebagai Anak yang kudus dari Allah. Awalnya berita malaikat itu sangat mengejutkan hati dan pikirannya, bagaimana mungkin ia akan menjadi ibu Anak Allah. Namun demikian kegalauan itu akhirnya pupus, dan ia lebih mengedepankan kehendak Allah. Meski tugas itu berat dan tidak mudah serta bahkan membingungkan, ia menjawab dengan hati yang rendah hati:”Aku ini hamba Tuhan, jadilah padaku menurut perkataanmu itu”. Bunda Maria selalu mengadhulukan kehendak Tuhan dalam hidupnya dan bukan untuk keinginannya sendiri.

Bunda Maria adalah model permuridan yang selalu mendahulukan kehendak Tuhan. Karena sikapnya yang selalu mencari dan mendahulukan kehendak Tuhan, Gereja meyakini bahwa Maria memang suci sejak kecil dan telah dipilih Allah sejak dalam kandungan ibunya. Gereja yakin bahwa Maria memang suci sejak kecil, bahkan Gereja dengan yakin menyatakan imannya bahwa Maria dikandung tanpa noda dosa. Karena kesuciannya itulah, kita yang mengikuti dan dibimbing olehnya juga akan sampai pada Allah. Dalam naungannya, kita merasa aman dan akan dibantu sampai pada Yesus, Putranya dan pada Allah Bapa sendiri.

Bunda Maria sering juga disebut Hawa Baru. Ia adalah role model dalam menjalankan kehendak Allah. Oleh karena itu, kita sungguh bersyukur memiliki ibu yang selalu menjadi suri teladan dalam hidup ini. Jadi tak salah kalau umat beriman selalu berdevosi kepada Bunda Maria. Dialah yang menjadi ibu semua orang hidup.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 8 December, 2014 Leave A Comment Permalink