Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Majikan yang murah hati.

Kalender Liturgi Gereja hari ini masih diambil dari Injil Matius, khususnya Matius 19:1-16. Thema renungan Kuasa Doa hari ini adalah “Majikan yang murah hati”. Injil Matius hari ini mengisahkan perumpamaan tentang Allah yang baik yang tidak pernah membeda-bedakan kasih-Nya kepada siapa pun. Allah memberi kepada siapa pun termasuk musuh-musush-Nya ‘upah’ yang sama.

Dalam perumpamaan itu, seorang majikan yang telah memperkerjakan mereka yang dijumpainya. Dan sebelum mereka bekerja, sang majikan telah membuat kesepatakan untuk memberikan upah satu dinar. Dari berbagai kesempatan , ada yang bekerja mulai jam pagi, siang, sore dan petang. Semuanya menerima satu dinar. Ketika upah akan dibagikan, dipakailah sistem terbalik, maka dimulailah dari pekerja petang, sore, siang dan pagi. Sesuai kesepakatan, mereka masing-masing menerima satu dinar. Tentu saja hal ini akan menimbulkan kecemburuan di antara mereka, karena ada yang bekerja penuh hari, separuh hari, dan bahkan hanya beberapa jam saja. Tetapi sesuai kesepakatan, mereka hanya menerima satu dinar.

Dari kisah di atas, Allah digambarkan sebagai sosok yang berbelas kasih. Ia tidak memeras atau menindas, tetapi Ia memberikan rahmat yang cukup bagi masing-masing orang. Dengan kehendak bebas Allah, Allah bebas pula memberikan rahmat kepada siapa pun. Allah itu murah hati kepada siapa pun, baik mereka yang kecil, atau mereka yang besar, atau dalam Injil disebut mereka yang bekerja dari pagi, yang sore dan petang. Janganlah berprasangka buruk terhadap kemurahan hati Allah sehingga kita merasa berhak menerima lebih dari pada orang lain. Dengan kata lain, Allah sungguh tahu yang kita butuhkan, dan Allah juga tahu bahwa rahmat-Nya cukup bagi kita.

Keadilan dan kemurahan Allah dalam Injil Matius hari ini dimaksudkan pula untuk menjelaskan mengapa Yesus mewartakan kerajaan Allah baik kepada mereka yang sudah saleh mau pun mereka yang tersesat. Jika mereka menerima pewartaan-Nya, kedua kelompok itu akan menerima anugerah yang sama dalam kerajaan Allah.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 20 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Halangan Masuk Surga.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Matius 19:23-30 dengan thema:” Halangan masuk surga “. Yesus hari ini mmengajarkan kepada kita semua tentang kunci memasuki Kerajaan Surga. Kerajaan Surga tempat berkumpulnya para kudus merupakan tempat yang selalu disampaikan oleh Yesus. Untuk memasuki tempat itu ternyata tidak mudah. Ada persyaratan yang harus ditempuh atau harus dipenuhi. Kisah seorang pemuda kaya yang mau mengikuti Yesus kandas di tengah jalan karena ia memiliki harta kekayaan yang luar biasa. Ia sudah menjalankan hidupnya dengan baik dengan menuruti Sepuluh Perintah Allah, namun karena hartanya yang banyak dan Yesus memerintahkan untuk menjual seluruh hartanya dan membagikan kepada orang miskin, kemudian mengikuti Yesus, sangat berat hatinya.

Dari gambaran ini, Yesus memberikan gambaran lebih dengan ‘lebih mudah seekor memasuki lubang jarum dari pada seorang kaya memasuki Kerajaan Allah’. Ini tentu saja suatu simbolisme. Lubang jarum yang dimaksud adalah pintu gerbang Yerusalem, yang sangat sempit dimasuki seekor unta dengan beban yang sedemikian besar. Oleh karena itu, untuk memasukinya harus melepas semua bebannya, sehingga dapat memasuki pintu itu. Demikian pula, orang tak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga, kalau tidak meninggalkan harta duniawinya. Harta duniawi yang kita miliki jangan sampai menjadi halangan (batu sandungan) untuk memasuki Kerajaan Surga.

Akhirnya, konsep keselamatan dengan memasuki Kerajaan Surga harus dilihat dengan seimbang antara dua sisi, yaitu dari sisi kasih karunia Allah dan dari sisi mempertahankan karunia tersebut. Memang dari sisi menerima karunia Allah, kesannya mudah, namun dari mempertahankannya itu membutuhkan perjuangan seumur hidup. Hal ini juga telah diajarkan oleh Kristus, yaitu tentang sulitnya orang kaya masuk dalam kerajaan surga (Mat 19:24; Mrk 10:25; Luk 18:25). Kita manusia umumnya memang sulit untuk menanggalkan ‘kekayaan’ diri kita yaitu segala bentuk keterikatan kita dengan kenikmatan dunia dan segala ciptaan, untuk memusatkan diri kepada hal- hal surgawi.

Oleh sebab itu Gereja Katolik tidak mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh dengan mudah. Kita tidak dapat menekankan berat sebelah hanya kepada kasih karunia saja, atau sebaliknya hanya usaha perbuatan manusia saja. Jika kita ingin setia menjalankan seluruh ajaran dalam Kitab Suci, kita harus menerima bahwa keselamatan itu memang adalah rahmat kasih karunia dari Allah, namun juga membutuhkan kerjasama dari kita untuk terus berjuang hidup sesuai dengan rahmat itu, dengan pertolongan Tuhan Yesus. Kita harus mengingat bahwa Tuhan Yesus telah melakukan bagian “yang tersulit”, yaitu dengan pengorbanan-Nya di kayu salib untuk menyelamatkan kita. Maka bagian yang harus kita lakukan adalah bertobat, menerima rahmat keselamatan itu dan bertahan di dalamnya sampai kesudahannya. Awalnya mudah bagi kita, namun selanjutnya adalah perjuangan. Jadi keselamatan itu “gampang dan susah”, namun tidak ada yang mustahil bagi kita orang yang percaya, sebab tiada yang mustahil bagi Allah (lih. Luk 1: 37)!

Dengan kata lain, memasuki Kerajaan Surga itu tidak semudah membalikkan tangan. Artinya ada halangan untuk memasuki Kerajaan Surga. Oleh karena itgu harus ada kerjasama dengan kasih karunia Allah, dan menjaga agar kasih karunia itu terus diperjuangkan, agar kita tidak kehilangan rahmat tadi dengan perbuatan-perbuatan baik kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 19 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Harta Surgawi.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Matius 19:16-21 dengan thema:” Harta surgawi “. Hari ini Yesus memberikan pengajaran kepada kita semua tentang ‘harta surgawi’. Banyak orang mengejar harta surgawi, namun tidak sedikit yang kandas di tengah jalan. Sebagai gambaran, Injil hari ini mengisahkan seorang pemuda yang ingin hidup sempurna. Ia sudah terbiasa hidup baik menurut hukum, dan ingin hidup lebih sempurna lagi. Yesus pun menunjukkan jalannya agar ia menjual seluruh hartanya dan memberikannya kepada orang miskin dan mengikuti-Nya. Namun ajakan Yesus itu dirasakan sangat berat, ia pun sedih dan meninggalkan Yesus.

Yesus dan pemuda kaya

Mencari dan mengumpulkan harta surgawi sering mernjadi cita-cita banyak orang, namun tidak sedikit yang kandas di tengah jalan. Harta surgawi adalah sesuatu yang sifatnya rohani, dan ini berbeda dengan harta dunia. Harta dunia lebih mudah dimengerti dengan kasat mata, dan lebih mudah diburu untuk didapatkannya. Harta surgawi walau sifatnya rohani, ternyata ini jauh lebih mulia dari pada harta duniawi. Harta dunia sifatnya sementara saja, sementara harta surgawi jauh lebih mulia. Karena pada dasarnya, tujuan akhir dari seluruh manusia adalah menuju tanah yang subur, damai sejahtera, dan itu semuanya berada di dalam Kerajaan Surga.

Dalam hidup ini, kita semua ingin mengikuti Yesus dengan setia. Banyak orang ingin berbuat baik dan ingin hidup sempurna, namun terkadang kita sulit meninggalkan sifat, kebiasaan atau harta dunia yang kita miliki. Godaan dunia terkadang sangat menggiurkan kita semua, sehingga kita terkadang lupa pula akan akhir tujuan hidup kita. Kita terlena oleh kenyamanan dunia yang menjadikan diri makin hari makin jauh dari Tuhan, walau pun pada dasarnya Tuhan itu dekat sekali.

Masih berkaitan dengan Injil hari ini, Yesus pun pernah berkata :” Manusia tidak hanya hidup dari roti, tetapi juga setiap Firman yang keluar dari mulut Allah” (Mat 4:4). Artinya hidup itu harus seimbang, tidak semata mencari harta dunia saja, tetapi juga harta surgawi. Dalam kisah antara Maria dan Martha, Yesus sangat memuji Maria yang terus mendengarkan ajaran Yesus, sementara Martha sibuk dengan hal-hal yang remeh-temeh.

Mencari harta surgawi sebagaimana ditawarkan oleh Yesus hari ini menjadi suatu jalan menuju kepada kesempurnaan hidup guna memperoleh Kerajaan Surga dengan cara hidup benar, mencari damai sejahtera dalam terang Roh Kudus. Harta surgawi yang kita buru adalah sarana untuk memasuki Kerajaan Surga, di mana Yesus bertahta sebagai Raja Agung atas segala ciptaan.

Marilah mengikuti ajakan Yesus untuk berburu harta surgawi dari pada harta dunia yang sifatnya sementara saja. Bagaimana anda?

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 18 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Kewajiban Membayar Pajak.

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari bacaan Injil Matius 22:15-21 dengan thema:” Kewajiban membayar pajak”. Kalender Liturgi Gereja hari Minggu ini memberikan pengajaran kepada kita tentang kewajiban membayar pajak. Ternyata kewajiban membayar pajak sudah ada sejak lebih dari 2000 tahun yang lalu. Untuk masalah ini, maka musuh-musuh Yesus ingin mencobai Yesus tentang kewajiban membayar pajak ini. Musuh-musush Yesus ini terutama orang-orang Farisi yang selalu ingin mencobai dengan berbagai pertanyaan menjebak. Jebakan mereka kali ini tentang ‘kewajiban membayar pajak’.

Demikian kisahnya. Sekali perisa orang-orang Farisi berunding bagaimana mereka menjerat Yesus dengan suatu pertanyaan. Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama para pendukung Herodes bertanya kepoda Yesus:”Guru, kami tahu, Engkau seorang yang jujur, dan dengan jujur mengajarkan jalan Allah, dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka. Katakanlah kepada kami pendapat-Mu:Bolehkan membayar pajak kepada kaisar atau tidak?” Yesus pun mengetahui kejahatan hati mereka. Ia lalu berkata:” Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu”. Mereka membawa dinar kepada Yesus. Yesus pun bertanya kepada mreka:” Gambar dan tulisan siapakah ini?”. Jawab mereka:” Gambar dan tulisan kaisar”.Lalu kata Yesus kepada mereka, :”Berikanlah kepada kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada kaisar, dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah”.

Orang-orang Farisi dan Herodian mendekati Yesus dengan cara membujuk tetapi juga penuh kemunafikan dan kemudian melemparkan pertanyaan tentang boleh tidaknya membayar pajak kepada kaisar (penguasa/negara). Mengetahui kemunafikan mereka, Yesus menghindari jebakan mereka dengan meminta untuk menunjukkan suatu mata uang yang di dalamnya terdapat gambar dan nama kaisar. Kenyataan bahwa orang Farisi dan Herodian menggunakan mata uang kaisar mengisyaratkan bahwa mereka harus membayar pajak kepada kaisar.Namun Yesus memindahkan perdebatan ke tingkat lain dengan menantang para lawan-Nya supaya taat juga juga membayar pajak kepada Allah seperti ketika membayar pajak kepada kaisar. Para lawan disingkapkan kemunafikannya dengan kereligiusan mereka yang tidak sungguh-sungguh, dan Yesus pun berhasil merebut perhatian karena berhasil mengetahui akal mereka dan menghindari jebakan mereka.

Sebagai warga yang baik, kita memang wajib membayar pajak kepada kaisar sebagai simbul negara. Namun yang tak akalh pentingnya juga harus membayar pajak kepada Allah. Tentu saja pajak kepada Allah bukan dalam bentu kewajiban membayar pajak dengan uang. Pajak kepada Allah tentu saja suatu kewajiban bagaimana kitga menyenangkan hati dengan perbuatan-perbuatan kasih baik kepada Allah mau pun sesama. Allah dengan sendirinya tidak membutuhkan dana(uang). allah sudah terlalu kaya. Namun Allah hanya membutuhkan hati kita apakah kita sungguh mencintai-Nya dan juga cinta itu kita bagikan kepada sesama, karena kehendak Allah yang utama adalah agar setiap orang percaya kepada Yesus sebagai gambar Allah yang tidak kelihatan, dan setiap orang melaksanakan perintah dan ajaran-Nya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 17 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Berkat untuk anak-anak.

Renungan singkat Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Matius 19:13-15 dengan thema:”Berkat untuk anak-anak “. Dalam Injil Matius hari ini, Yesus menegaskan:” Jangan menghalang-halangi anak-anak itu datang kepada-Ku. Sebab orang-orang seperti merekalah yang empunya Kerajaan Surga”. Berkaitan dengan Injil hari ini, ada suatu tradisi di mana setelah komuni, anak-anak maju berbaris untuk menerima “komuni dahi”, mohon berkat

Yesus memberkati anak-anak

pada pastor. Pemandangan anak berbaris sesudah komuni di paroki saya itu tidak terjadi, karena pastornya kurang senang dengan anak-anak. Ada anak menjerit saja, bisa jadi perayaan Ekaristi diulang dari awal. Tentu saja maksud pastor ini baik, agar suasana sakral selama Ekaristi terjadi. Tapi komuni dahi sebenarnya membiarkan anak-anak untuk diajak bersyukur dan berterimakasih. Dan hal ini juga dimaksudkan anak-anak mengidolakan pastor untuk memberi berkat untuk orang lain. Anak-anak harus diajak berpikir positif bahwa pastor itu adalah kepanjangan tangan Yesus. Pemandangan ini bisa kita amati di sejumlah paroki.

Apa yang diperbuat Yesus yakni memberkati anak-anak, semestinya bisa dilaksanakan di setiap Gereja. Walau pada dasarnya orang tua juga bisa membiasakan memberi berkat di dahi untuk anak-anak. Hal ini adalah meniru keteladanan Yesus yang selalu mencintai anak-anak. Oleh karena itu, Yesus memarahi para murid-Nya ketika anak-anak itu datang kepada Yesus. Yesus membiarkan anak-anak datang kepada-Nya, karena anak-anak seperti inilah yang empunya Kerajaan Surga. Anugerah ini diberikan kepada mereka yang seperti anak-anak yang berjiwa menerima orang lain dengan mudah.

Berkat untuk anak-anak seperti thema Kuasa Doa hari ini seharunya bisa dilaksanakan oleh paroki, agar benih panggilan untuk menjadi pemimpin-pemimpin Gereja seperti calon para imam bertumbuh berkembang. Cuma sangat disayangkan, tidak semua Gereja (paroki) membiasakan hal ini sebagaimana Yesus ajarkan.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 16 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Hal tentang perkawinan dan perceraian.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil dari bacaan Injil Matius 19:3-12 dengan thema:’Hal tentang perkawinan dan perceraian”. Sesuai dengan kalender liturgi Gereja, Yesus hari ini memberikan pengajaran kepada kita semua tentang perkawinan dan perceraian dalam kehidupan manusia. Yesus berbicara tentang hal ini, ketika Ia dicobai orang-orang Farisi yang bertanya kepada kepada-Nya, katanya:” Apakah diperbolehkan orang menceraikan isterinya dengan alasan apa pun?”. Yesus pun menjawab:” Tidakkah kalian baca, bahwa Ia yang menciptakan manusia, sejak semula menjadikan mereka pria dan wanita? Dan Ia bersabda ‘ Sebab itu pria akan meninggalkan ayah dan ibunya, dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Mereka bukan lagi dua, tetapi satu. Karena itu apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Kalau Musa mengizinkan perceraian, itu karena ketegaran hatimu, tetapi sejak semula tidaklah demikian.

Kemudian Yesus menegaskan:” Barangsiapa menceraikan isterinya, kecuali karena zina, lalu kawin dengan wanita lain, ia berbuat zina”. Para murid pun bertanya kepada Yesus:” Jika demikian halnya hubungan suami dan isteri, lebih baik jangan kawin”. Atas pertanyaan para murid Yesus pun berkata:” Tidak semua orang dapat mengerti perkataan ini, hanya mereka yang dikarunia saja. Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya; dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri, demi Kerajaan Surga. Siapa yang dapat megnerti, hendaklah ia mengerti”.

Ajaran Yesus mengenai perkawinan dan perceraian sesuai dengan rencana Allah yang asli bahwa penciptaan perkawinan bersifat tidak terceraiakn dan tidak ada instansi manusiawi yang dapat mengakhiri perkawinan yang demikian.Perceraian itu terjadi karena kelemahan manusia. Pandangan Yesus tentang perkawinan merupakan pengajaran yang sangat berwibawa dan tidak terceraikan. Dalam Gereja universal hal itu dikenal sebagai Sakramen Perkawinan. Sebagai Sakramen Perkawinan, maka ajaran Gereja bahwa perkawinan itu tidak terceraikan sampai kematian memisahkan keduanya.

Atas ajaran yang radikal itu, lalu para murid pun bertanya: ” apakah baik dinasihatkan kepada seseorang untuk tidak menikah sama sekali? Yesus pun menjelaskan bahwa hidup tidak kawin (selibat) adalah suatu anugerah dari Allah dan tidak dimaksudkan untuk semua orang. Selibat orang-orang Kristen merupakan jawaban terhadap pengalaman mengenai Kerajaan Allah sebagaimana tampak dalam pengajaran dan teladan Yesus. Hal ini tidak didasarkan pada kecurigaan pria terhadap wanita atau tuntutan dari kehidupan dari jemaat.

Sekiranya perkawinan dan perceraian itu sekarang ini terjadi di mana-mana, bahkan ada yang opligami atau poliandri, itu karena kedegilan hati manusia. Sejak awal penciptaan tidak demikian, dan kemudian diperkuat oleh ajaran Yesus sendiri, bahwa perceraian itu diharamkan kecuali ada beberapa hal. Dalam Gereja Universal, perkawinan merupakan yang sakral sebagai sakramen, karena ‘apa yang dipersatukan oleh Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Perceraian hanya terjadi karena dipisahkan oleh kematian.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 15 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Pengampunan tanpa batas.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 18:21-19:1 dengan thema:” Pengampunan tanpa batas”. Melalui bacan Injil Matius hari ini, Yesus mengajarkan kepada kita tentang pengampunan yang tanpa batas (unlimited forgiveness). Bagaimanakaha kisahnya? Suatu peristiwa datanglah Petrus kepada Yesus untuk bertanya:” Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika berbuat dosa terhadapku? Sampai tujuh kalikah? Jawab Yesus:” Bukan hanya sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali” (70 x 7 x). Dengan kata lain, pengampunan itu tidak terbatas. Hal itu dikisahkan oleh Yesus tentang perumpamaan Kerajaan Surga itu seumpama seroang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya. Ada seorang hamba yang memiliki hutang 10.000 talenta. Tetapi karena orang itu tidak mampu melunasi hutangnya, maka raja lalu memerintahkan, supaya ia beserta anak isteri dan segala miliknya dijual untuk membayar hutangnya. Hamba itu pun mohon ampun sambil sembah sujud dengan menyatakan segala hutangnya akan segera dilunasi. Sang raja pun berbelas kasih kepada hamba ini, dan hamba ini akhirnya dibebaskan dari segala hutangnya.

Namun kisahnya menjadi lain, ketika hamba yang telah dibebaskan dari hutangnya itu mencekik hamba lain yang berhutang 100 dinar. Hamba lain ini ditangkap dan dicekik sambil berkata:” Bayarlah hutangmu!”. Ketika hamba ini minta ampun dan mohon kesabaran untuk melunasi hutangnya, hamba ini menolak dan bahkan menjebloskannya ke dalam penjara sampai hutangnya lunas. Kawan-kawan lainnya mendengar perbuatan hamba yang jahat itu lalu melaporkan kepada sang raja, sebab hamba yang telah dibebaskan hutangnya itu tidak mau berbelas kasih dengan membebaskan hutang sesamanya. Menyaksikan hal ini, sang raja pun memerintahkan untuk menangkap hamba yang jahat’. Sang raja sudah mengampuni dan membebaskan hutangnya yang sedemikian besar, maka harapan sang raja juga berharap untuk membebaskan hutangnya yang jauh lebih kecil darinya.

Kisah di atas menggambarkan dengan jelas tentang “Doa Bapa Kami” yang menyatakan:” Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami”. Dengan kata lain, kesediaan Allah untuk mengampuni kita tergantung pada kesediaan kita untuk mengampuni orang lain (sesama kita). Sang raja dalam perumpamaan itu adalah Allah sendiri. Namun demikian, hamba yang tak kenal belas kasih itu gagal memahami keteladanan sang raja, dan kekejamanannya terhadap hamba yang lain berakibatkan penarikan kembali pengampunannya sendiri. Kisah ini mengingatkan bahwa pengampunan yang diberikan oleh Allah akan ditarik kembali, kecuali jika kita bersedia mengampuni orang lain atau sesama kita.

Kesimpulan dari thema “pengampunan yang tanpa batas ” itu antara lain bahwa orang yang tidak mengampuni dikucilkan dari belas kasih Allah. Sementara itu, mereka yang ingin menerima belas kasih Allah harus menunjukkan belas kasih terhadap orang lain.

Hari ini Gereja merayakan pesta Santo Maksimilianus Maria Kolbe. Ia seorang martir yang luar biasa dengan menyerahkan hidupnya dengan menggantikan seorang bapak Gajowniczek yang dijatuhi hukuman mati. Kerelaan berkurban dengan menyerahkan nyawa demi keselamatan orang lain merupakan kusucian hidupnya. Maksimillianus adalah seroang imam Fransiskan yang saleh. Kisah kemartiran itu memberi inspirasi agar kita memiliki bela rasa empati pada orang lemah dan yang mengalami kekuatan seperti dicontohkan oleh Santo Maksimillianus. Pada jaman ini kita perlu menggali dan melakukan kesaksian yang inspiratif sebagaimana kesaksian Santo Maksimilianus Kolbe. Dialah pelaku kemanusiaan yang menyelamatkan sesama melalui tindakan pengurbanannya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 14 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Kehadiran Yesus.

Renungan Kuasa Doa hari diambil dari bacaan Injil Matius 18:15-20 dengan thema:” Kehadiran Yesus “. Yesus hari ini melalui Injil Matius menegaskan tentang kehadiran-Nya di antara para pengikut-Nya. Bagaimana penegasan Yesus itu dinyatakan. Dalam kesempatan itu Yesus berkata:” Dan lagi Aku berkata kepadamu, jika dua orang di antaramu di dunia ini sepakat meminta apa pun, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di surga. Sebab di mana ada dua atau tiga orang berkumpul demi Nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah mereka “.

Kehadiran Yesus sebagaimana thema Kuasa Doa hari ini tentu saja harus dimengerti sebagai kehadiran Yesus secara rohani. Kita menerima pemahaman ini karena iman kita. Bagaimana akhirnya kita sampai pada kesimpulan ini. Yesus itu kita imani tidak hanya sebagaimana Anak Manusia (manusia biasa), tetapi juga sebagai Allah. Yesus dalam berbagai kesempatan khususnya kepada para murid-Nya menyatakan Diri-Nya sebagai Anak Mmanusia. Sebagai Allah Ia telah merendahkan Diri-Nya sebagai seorang hamba, dan bahkan Ia rela menderita sampai wafat-Nya di kayu salib.Pada hari ketiga, Ia bangkit di antara orang mati dan kemudian naik ke surga. Iman kita mengatakan bahwa karena Yesus bangkit berarti Yesus itu hidup, bukan Yesus yang mati. Oleh karena itu ajaran Yesus sejak 2000 tahun lalu tetap hidup hingga saat ini sampai akhir jaman.

Jadi Firman ” jika dua orang berkumpul atas Nama-Ku, Aku hadir di tengah-tengah kamu” adalah suatu kebenaran iman. Karena tanpa iman itu, maka segala usaha kita tentang Yesus adalah kesia-sian belaka. Kehadiran Yesus ini tentu saja kehadiran secara rohani. Dengan cara ini, maka kehadiran Yesus dapat diterima secara iman yang bermula dari Yesus yang bangkit dan meraja di dalam Kerajaan Surga.

Oleh karena itu sekiranya kita sering berdoa bersama baik di dalam keluarga atau kelompok-kelompok doa lainnya, maka kita mengimani bahwa Yesus hadir dan Yesus mendengarkan doa-doa kita. Apakah doa kita dikabulkan atau tidak, itu terserah Yesus, yang dengan kehendak bebas-Nya mengabulkan atau menolak doa kita.

Dengan demikian, memang kita harus terus-menerus memupuk iman kita bahwa Yesus Tuhan yang hidup, hadir di mana pun.

Bagaimana iman anda tentang hal ini? Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 13 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Pertobatan.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 18:1-5,10-12-14 dengan thema:” pertobatan”. Yesus hari ini memberikan pengajaran tentang makna pertobatan. Dalam kesempatan ini, Yesus memberikan gambaran ‘pertobatan’ dengan kehadiran seorang anak kecil yang memiliki kesempatan untuk memasuki Kerajaan Surga. Anak kecil sebagaimana digambarkan oleh Yesus adalah anak kecil yang penurut, penuh dengan kerendahan hati, hatinya masih sangat polos belum terkontaminasi dengan dosa. Menurut Yesus, kerendahan hati pada diri anak kecil adalah model hidup seseorang untuk memasuki Kerajaan Surga. Sedang bagi manusia dewasa untguk memasuki Kerajaan Surga melalui pertobatan, karena pertobatan adalah pangkal keselamatan. Karena pertobatan seorang yang berdosa menjadikan surga bersukacita.

Yesus menuntun semua manusia bagaikan seorang anak kecil

Berikut ini sedikit pemahaman tentang ‘pertobatan’. Pada saat manusia dirundung dosa, maka Roh Kudus terus bekerja untuk mengembalikan manusia kepada Tuhan. Pada saat pendosa menyadari keadaanya, bahwa dia telah meninggalkan harkatnya sebagai manusia baru, sebagai putera Allah, maka dapat dipastikan bahwa Roh Kudus sendirilah yang membimbing pendosa untuk melakukan pertobatan, karena Roh Kudus adalah Roh yang menunjukkan kepada dunia tentang dosa, namun juga Roh penghibur yang membimbing manusia kepada penyesalan dan pertobatan. Malah, dapat dikatakan bahwa sebenarnya Allah sendirilah yang memberikan rahmat kepada manusia untuk menyadari akan dosa-dosanya dan dengan rahmat tersebut membuat manusia untuk kembali kepada Allah, jika manusia bekerja sama dengan rahmat Allah tersebut. Jadi dapat dikatakan bahwa dalam pertobatan, Tuhan adalah penggerak utama yang membimbing manusia kepada Allah. Dalam tahap ini, Allah sudah menjalankan bagian-Nya yang paling penting dalam pertobatan manusia. Namun, manusia harus bekerja sama dengan rahmat ini. Dalam keadaan berdosa, jawaban terbaik manusia terhadap rahmat Tuhan adalah pertobatan. Di dalam proses Sakramen Tobat, ada tiga langkah yang harus dijalankan oleh pendosa, yang terdiri dari: 1) penyesalan, 2) pengakuan, 3) penyilihan (penitensi). Kenapa harus ada ketiga hal ini? Karena kita berdosa kepada Tuhan dengan tiga cara: 1) dengan pikiran, 2) dengan perkataan, 3) dan dengan perbuatan. Katekismus Roma memberikan pernyataan yang indah tentang ketiga hal tersebut di atas.

Pertobatan mendorong pendosa untuk menerima segala sesuatu dengan rela hati: di dalam hatinya ada penyesalan, di mulutnya ada pengakuan, dalam tindakannya ada kerendahan hati yang mendalam atau penitensi yang menghasilkan buah”.

Dalam kesempatan ini, Yesus selalu membuka kedua tangan-Nya untuk pertobatan sebagai ungkapan kasih yang tulus. Kalau Allah sedemikian merawat dan mencintai kita, maka tak seorang pun ada yang tercecer. Namun semuanya diserahkan kepada kita melalui kehendak bebasnya (free will), apakah kita mau selamat atau binasa.

Demikianlah, renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 12 August, 2014 Leave A Comment Permalink

Pemberitahuan tentang kesengsaraan Yesus.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Matius 17:22-27 dengan thema:” pemberitahauan tentang kesengsaraan Yesus”. Hari ini Injil Matius antara lain berbicara tentang pemberitahuan tentang kesengsaraan Yesus. Berkaitan dengan hal ini, inilah kutipannya, dengan mengatakan:” Anak Manusia akan diserhakan ke dalam tangan manusia; mereka akan membunuh Dia,tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan”. Ketika para murid mendengar hal itu, mereka sangat sedih.

Apa yang dirasakan oleh para murid itu juga dirasakan oleh siapa pun. Kesengsaraan memang sangat sulit dihindari oleh setiap manusia. Tak seorang pun siap menghadapi kesengsaraan, apalagi apabila datangnya secara tiba-tiba. Kalau kita merenungkan ayat sebagaimana tertulis di atas :” Anak Manusia akan diserahkan ke dalam tangan manusia. Mereka akan membunuh Dia, tapi pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan”. Apakah kita siap mendengar hal itu, dan siap menghadapinya.

Dengan kata lain, Yesus sebagai Tuhan dan Guru kita, telah mewahyukan tentang kesengsaraan-Nya, karena Ia ditolak oleh dunia. Dunia menolak atas kehadiran-Nya, walau Yesus tidak pernah mengajarkan hal-hal yang tidak benar. Dalam karya-Nya selama di dunia, Ia tidak pernah mengajarkan hal-hal yang jahat, tetapi dunia tetap menolak-Nya. Kehadiran Yesus di tengah umum yang berjalan singkat (kurang lebih 3 tahun), belum dikenal oleh banyak orang. Namun setelah kebangkitan-Nya yang disaksikan oleh para murid-Nya, agar menyampaikan khabar keselamatan ini kepada bangsa-bangsa. Kita diminta untuk mewartakan khabar keselamatan ini kepada segala makluk. Artinya pewartaan ini tidak terbatas kepada masyarakat di lingkungan Palestina, tapi harus menyebar ke seluruh dunia. Dan ini terjadi setelah pra rasul yang menjadi saksi kebangkitan Kristus, dan janji Kristus untuk mengutus Sang Penolong yakni Roh Kudus, menjadikan para murid dengan penuh semangat mewartakan khabar keselamatan ini ke seluruh dunia.

Hari ini Gereja juga merayakan pesta St. Klara anak bangsawan kaya raya. Tapi ia rela membuang segala kekayaan itu, dan ia mau mengikuti Santo Fransiskus dari Asisi untuk hidup miskin. Karena dengan cara inilah, ia dapat hidup bakti kepada Allah. Beban dunia harus ditinggalkan agar dapat mengikuti Yesus tanpa beban dunia. Semangat hidup yang menunjukkan kemuliaan martabatnya sebagai pengikut Kkristus ini sampai sekarang masih diwariskan kepada para pengikutnya dalam komunitas Ordo Klaris.

Sebagai pengikut Kristus, memang tidak ada jalan lain kecuali meneladani hidup Yesus. Kita harus berani mewartakan kebenaran. Oleh karena itu, kita haraus mohon bantuan-Nya agar kita dikuatkan iman kita untuk berani mewartakan khabar keselamatan, walau menghadapai penolakan oleh dunia.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 11 August, 2014 Leave A Comment Permalink