Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Siapakah Saudara-Saudari Yesus?

Renungan Kuasa Doa hari ini bertemakan:” Siapakah suadara-saudari Yesus?”, yang merupakan inspirasi dari Injil Markus 3:31-35. Bagi orang dunia, saudara-saudari adalah mereka yang berasal dari saudara kandung, saudara sepupu atau keponakan dalam artian dalam ikatan keluarga karena hubungan darah. Injil Yesus menurut Markus hari ini sungguh menggembirakan kita semua. Mengapa? Kita semua dapat menjadi saudara atau saudari, bahkan termasuk ibu Yesus sendiri. Bagaimana pandangan Yesus tentang hal ini? Bagi Yesus yang disebut saudara atau saudara adalah siapa saja yang melaksanakan kehendak Allah. Kalau begitu apa saja kehendak Allah itu supaya kita semua menjadi saudara atau saudari sendiri. Ada begitu banyak perintah Tuhan, namun ada perintah utama-Nya yakni agar mengasihi Tuhan secara totalitas dan juga mencintai sesama seperti diri kita sendiri. Dalam artian ini kita dapat memetik inspirasi apabila kita mencintai Allah dengan sungguh-sungguh melalui perbuatan kasih dengan sesama kita. Mencintai orang miskin, mereka yang terpinggirkan, dll, adalah karya kasih dan hal itu berarti pula apabila kita mencintai sesama kita berarti kita mencintai Tuhan sendiri.

Banyak orang dunia terus mendegradasi tentang sikap hidup Yesus. Contohnya tentang film “Da Vinci Code” yang menghebohkan itu, di mana telah dikisahkan hidup Yesus selama di dunia. Tapi film feature itu akhirnya redam dengan sendirinya dan Gereja pun tidak protes yang berlebihan, karena itu sebuah karya cipta.

Karya dan ajaran Yesus itu yang menjadi teladan dalam hidup ini. Kita mengimani bahwa sabda Yesus sebagai kebenaran, dan hidup dalam suatu ‘brohterhood atau sisterhood” merupakan ajakan Yesus untuk untuk bersaudara dalam kasih Tuhan. Jadi sebuah nyanyian, “Dalam Yesus kita bersaudara” atau “Dalam Yesus ada cintakasih”, bukanlah suatu rekayasa, tapi itu arti atau makna persaudaraan secara rohani.

Sebagai pengikut Kristus, apakah kita bangga menjadi saudara satu sama lain? Tentu, jika demikian marilah kita terus mempupuk iman untuk terus mencintai Allah makin dalam. Oleh karena itu biarlah perilaku kita makin menyenangkan hati Tuhan yang dirasakan oleh sesama kita karena kasih kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 27 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Menghujat Roh Kudus: doa yang tak diampuni.

Renungan KUasa Doa hari ini masih diambil dari Injil Markus khususnya Mark 3:22-30, dengan tema: “Menghujat Roh Kudus adalah dosa yang tidak diampuni”. Untuk menjelaskan hal ini, Kuasa Doa mengutip dari berbagai ahli, dan refrensi utamanya adalah dari http://katolisitas.org. Jadi renungan Kuasa Doa hari fokus pada makna menghujat Roh Kudus adalah dosa yang tidak diampuni. Banyak orang yang salah paham dan cenderung tidak mengerti apa makna “Menghujat Roh Kudus adalah dosa yang tidak diampuni” Berikut ini penjelasannya:

1) Di dalam Katekismus Gereja Katolik 1864 dikatakan “Tetapi apabila seorang menghujat Roh Kudus”, ia tidak mendapat ampun selama-lamanya, tetapi bersalah karena berbuat dosa kekal” (Mrk 3:29). Kerahiman Allah tidak mengenal batas; tetapi siapa yang dengan sengaja tidak bersedia menerima kerahiman Allah melalui penyesalan, ia menolak pengampunan dosa-dosanya dan keselamatan yang ditawarkan oleh Roh Kudus. Ketegaran hati semacam itu dapat menyebabkan sikap yang tidak bersedia bertobat sampai pada saat kematian dan dapat menyebabkan kemusnahan abadi.

2) Jadi secara prinsip dosa adalah suatu kesalahan yang membuat manusia membelok dari tujuan akhir, yaitu persatuan dengan Tuhan. Semakin parah suatu dosa, maka pembelokannya terhadap tujuan akhir akan semakin besar. Dan dosa menghujat Roh Kudus, adalah suatu pembelokan yang benar-benar bertentangan dengan tujuan akhir. Hal ini dapat juga dimanifestasikan dengan keputus-asaan dan tidak mempunyai sikap untuk sampai pada tujuan akhir.

3) Perwujudan dari dosa ini adalah keputusasaan karena meragukan kasih Allah (despair) dan juga anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption). Dua hal ini adalah akibat dari kesalahan menilai hakekat Allah. Keputus-asaan melawan kebijaksanaan ilahi harapan (hope), di mana harapan ini diperlukan untuk percaya akan janji Allah tentang kehidupan kekal di surga. Keputus-asaan sebenarnya memberikan tuduhan yang tidak benar akan Allah yang sebenarnya maha pengampun dan maha kasih. Dengan demikian seseorang yang berputus asa akan menganggap dosanya lebih besar dari kasih Allah. Oleh karena itu, orang ini dapat melakukan apa saja yang melawan Allah, dengan anggapan bahwa dia tidak mungkin mendapatkan kasih Allah.

Di sisi yang lain, anggapan yang salah tentang keadilan Allah (sin of presumption) adalah dosa yang melawan Roh Kudus, yang bertolak belakang dengan dosa keputus-asaan. Presumption percaya akan janji Allah tentang Surga, namun menyalahi Allah yang sebenarnya Maha Adil, sehingga orang ini berfikir dapat mencapai surga dengan caranya sendiri tanpa mempedulikan bahwa Allah menghendaki pertobatan dan bahwa ada konsekuensi dari dosa/ kesalahan yang diperbuat olehnya. Orang macam ini menempatkan anggapan sendiri lebih tinggi dari pada hukum Tuhan. Dia juga berfikir bahwa dia dapat terlepas dari hukuman Tuhan walaupun dia berdosa. Oleh karena itu, pertobatan yang membawa kepada kebahagiaan kekal, menjadi suatu yang sulit sekali dilakukan, sebab orang ini tidak melihat bahwa pertobatan itu diperlukan. Dan akhirnya orang ini juga dapat terjebak untuk tidak mengakui adanya hukum moral dan kebenaran yang bersumber dari Tuhan. Oleh karena itu orang ini sulit diselamatkan, karena menolak kebenaran berarti menolak Tuhan, sumber dari kebenaran atau kebenaran itu sendiri.

Bagaimana dengan dosa menghujat Allah Putera dan Allah Bapa?

1) Dalam konteks perikop tersebut (Mt 12:22-37), dikatakan bahwa Yesus telah begitu banyak menyembuhkan orang, yang tidak mungkin dapat dilakukan tanpa kuasa Allah. Walaupun dengan bukti-bukti tersebut dan ditambah dengan begitu banyak orang yang mengatakan bahwa “Yesus adalah anak Daud (yang berkonotasi Sang Mesias)” (Mt 12:23), kaum farisi masih tetap tidak percaya. Dari perikop tersebut, kita melihat bahwa Yesus mengusir setan, menyembuhkan yang buta dan bisu, seperti yang diceritakan demikian, “Kemudian dibawalah kepada Yesus seorang yang kerasukan setan. Orang itu buta dan bisu, lalu Yesus menyembuhkannya, sehingga si bisu itu berkata-kata dan melihat.” (Mt 12:22). Seharusnya, sebagai seorang farisi, mereka tahu akan nubuat nabi Yesaya, “Pada waktu itu mata orang-orang buta akan dicelikkan, dan telinga orang-orang tuli akan dibuka. Pada waktu itu orang lumpuh akan melompat seperti rusa, dan mulut orang bisu akan bersorak-sorai; sebab mata air memancar di padang gurun, dan sungai di padang belantara.“(Is 35:5-6). Namun bukannya percaya atau minimal mempelajari hal ini, mereka dengan serta merta mereka berkata “Dengan Beelzebul, penghulu setan, Ia mengusir setan.” (Mt 12:24). Dalam konteks inilah Yesus mengatakan bahwa “Segala dosa dan hujat manusia akan diampuni, tetapi hujat terhadap Roh Kudus tidak akan diampuni.” (Mt 12:31).

Kalau mereka masih meragukan kehadiran Mesias dalam rupa manusia, mungkin mereka masih dapat dimaafkan (lihat Catena Aurea, komentar dari Santo John Chrysostom pada Mt 12:31-32). Rasul Paulus mengatakan “bahwa tetapi kami memberitakan Kristus yang disalibkan: untuk orang-orang Yahudi suatu batu sandungan dan untuk orang-orang bukan Yahudi suatu kebodohan” (1 Kor 1:23). Namun pada saat mereka menghujat karya Allah, Roh Kristus yang sebenarnya terbentang di hadapan mereka – seperti pengajaran dan banyak mukjijat – kemudian mengatakan bahwa semua itu adalah dari Setan, mereka telah mengeraskan hati mereka dan secara jelas menolak Allah, yang telah berbicara kepada bangsa Yahudi lewat para nabi.

2) Kalau begitu apakah dosa terhadap Allah Putera dan Allah Bapa dapat diampuni?
Dosa pada dasarnya adalah melawan Allah, dan tidak dapat dipisahkan antara dosa melawan Allah Bapa, Putera, Roh Kudus, karena tiga Pribadi tersebut adalah Allah yang satu. Namun bagaimana menjawab ayat Mt 12:31, yang seolah-olah menempatkan Roh Kudus lebih tinggi dari pribadi yang lain, sehingga dosa terhadap Roh Kudus tidak dapat diampuni dan dosa terhadap yang lain dapat diampuni. Kita dapat meninjaunya dari sisi “appropriation“, dimana hal ini digunakan untuk membedakan tiga Pribadi dalam Tritunggal Maha Kudus, seperti yang diterangkan oleh St. Thomas Aquinas, ST, I, q. 39, a. 7.

Tentang Roh Kudus yang dijanjikan, Yesus berkata “Dan kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman.” (Yoh 16:8). Oleh karena itu, tugas utama Roh Kudus adalah ‘menginsafkan’ manusia dari dosanya. Jika manusia tidak mau insaf, maka ia berdosa melawan Roh Kudus. Maka adalah benar, kalau seseorang menolak Roh Kudus, berarti ia menolak kebenaran dan menolak kasih Allah, serta menolak pengampunan dari Allah, maka tidak mungkin diampuni baik di kehidupan sekarang maupun yang akan datang.

Mudah-mudahan dengan penjelasan ini, makin mengertilah akan makna “menghujat Roh Kudus adalah dosa yang tidak diampuni. Tuhan memberkati.-****

kuasa 26 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Mari, ikutlah Aku.

Renungan singkat Kuasa Doa hari Minggu ini diambil dari Injil Markus 1:14-20 dengan tema: “Mari, ikutlah Aku”. Tema ini merupakan penggalan (kutipan) dari Injil Markus yang seutuhnya berbunyi:” Mari, ikutlah Aku.Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”. ” Mari, ikutlah Aku” berarti kita mau membuka hati serta menyerahkan diri agar Yesus boleh masuk ke dalam hati kita. Ikut Yesus berarti berani mengubah hidup kita. Ikut Yesus berarti berani mengakui segala kesalahan dan dosa, dengan kata lain kita mau bertobat. Sekiranya syarat-syarat tadi dipenuhi, maka berarti Kerajaan Allah sudah datang di dalam diri kita. Kerajaan Allah itu adalah identik dengan Kristus sendiri.

Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk…(Why 3:20)

Dalam Wahyu 3:20 dikatakan:” Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk, jikalau ada yang mendengar dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya. Aku akan makan bersama dengan dia dan dia akan bersama dengan Aku”. Ini adalah sebuah undangan atau panggilan. Kalau kita merespons sebuah undangan/panggilan, berarti kita tertarik. Karena panggilan itu berbeda dengan panggilan atau seruan seperti yang lainnya. Menerima panggilan Yesus berarti mau membuka hati, mau menerima Yesus baik sebagai sahabat maupun Guru atau Tuhan yang menyelamatkan hidup kita.

Jikalau panggilan para murid, mereka segera meninggalkan jala dan orang-orang dekatnya. Mereka segera mengikuti Yesus dengan resiko dan konsekuensinya. Sikap segera inilah yang menjadi intinya. Demikian pula kita diajak seperti murid-murid pertama untuk segera meninggalkan kondisi lama dan bergegas untuk memulai hidup baru bersama Yesus. Mengikuti Yesus berarti menjadi manusia baru, berani meninggalkan kondisi lama dengan segala beban hidup yang menyangkut sosial ekonomi, dan mengikuti Yesus dengan gagah berani menjadi manusia baru.

Apakah tanggapan panggilan Yesus sudah kita jalankan dengan benar? Dalam Perjanjian Lama, dalam bacaan pertama Liturgi hari Minggu juga dibacakan tentang pertobatan orang-orang Niniwe karena seruan Yunus agar mereka bergera bertobat, sebab jika tidak mereka akan dihancurkan oleh Allah. Orang-orang Niniwe ini mendengar ajakan Yunus, mereka bertobat dan pada akhirnya Allah tidak membinasakan mereka. Mereka percaya kepada Allah. Baik orang dewasa dan anak-anak memakai kain kabung menandakan pertobatan atas hidup mereka. Intinya orang-orang Niniwe ini selamat, karena mereka bertobat.

Mengikuti Yesus seperti disampaikan di atas berarti mau mengubah pola hidup kita, kita ingin menjadi manusia baru yang penuh dengan pertobatan. Karena dengan pertobatan, kita akan selamat.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan berkati.-***

kuasa 25 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Mereka Menuduh Yesus Tidak Waras.

Hari ini Kuasa Doa ingin menyampaikan renungan singkat yang diambil dari Injil Markus 3:20-21 dengan tema:” Mereka menuduh Yesus tidak waras”. Kalau kita perhatikan dengan baik-baik, bahwa Yesus kini sudah menjalankan tugas dengan baik pula di antaranya selain mengajar, Ia juga menyembuhkan orang sakit, orang lumpuh serta mengusir roh-roh jahat. Tuduhan bahwa Yesus tidak waras barangkali hanyalah kesalahanpahaman saja. Ketika Yesus menyembuhkan seorang yang lumpuh, beberapa ahli Taurat menuduh-Nya telah menghujat Allah (Mrk 2:7). Ketika Yesus makan bersama dengan orang para pemungut cukai, mereka menuduh-Nya telah berkumpul dengna orang berdosa (Mrk 2:16).

Yesus memang menimbulkan banyak pertentangan bagi orang-orang sezaman-Nya yang keyakinannya sudah terbentuk. Pandangan agamanya sudah tertutup. Pertentangan ini berakhir dengan penolakan:” Lalu mereka kecewa dan menolak Dia (Mrk 6:3). Penolakan demi penolakan seperti ini membuat hati kecil para pengikut-Nya.

Walau Yesus ditolak pada zaman-Nya, namun Yesus harus meneruskan tugas dan karya-Nya yakni mewartakan kabar keselamatan tentang Kerajaan Allah. Tugas-Nya itu diselesaikan sampai di kayu salib hina, dan berujung pada kematian, dan kebangkitan-Nya.

“Mereka menuduh Yesus tidak waras” sebagai tema Kuasa Doa hari ini merupakan tuduhan-tuduhan palsu, karena sejatinya tugas Yesus yang utama adalah untuk menyelamatkan umat manusia dari dosa dan maut. Penolakan terhadap Yesus tidak hanya terjadi pada zaman itu, sekarang pun Gereja-Nya yang merupakan representasi Kristus juga ditolak di mana-mana. Mereka beranggapan bahwa Kitab Suci orang Kristen sudah dipalsukan, ajaran-Nya dianggap tidak membumi, dll. Namun jika kita kaji, bahwa penolakan atau pertentangan tentang Yesus sudah dinubuatkan oleh Nabi Simeon seorang yang saleh hidupnya dan tinggal di Bait Allah. Injil Lukas 2:34 menyebutkan:” Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang Israel dan untuk menjadi tanda yang menimbulkan perbantahan”. Dengan kata lain, apa yang dinubuatkan oleh Simeon adalah suatu kebenaran dalam Kitab Suci.

Hari ini Gereja juga merayakan orang kudus yang bernama Santo Fransiskus de Sales seorang pemuda yang cemerlang. Tapi karena terpengaruh tentang ajaran mengenai takdir, sampai ia pada suatu kesimpulan bahwa ia akan masuk ke dalam neraka. Paham seperti itu tentu saja tidak mencerminkan hati nurani yang bersih dan akan menjadi penghalang di dalam hidupnya. Berkat curahan Roh Kudus, ia harus mengubah hidupnya dengan cara mencintai Tuhan dengan segenap tenaga dan pikiran-Nya. Inilah sebuah pencerahan hati nurani yang menuntunnya kepada kemurnian hidup bahwa Allah adalah kasih, sebagai Bapa yang mahamurah dan terealisasi pada diri Yesus Kristus.

Demikian sedikit renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 24 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Yesus Menetapkan 12 Rasul-Nya.

Injil Markus hari ini mengisahkan penetapan 12 murid-Nya untuk mewartakan Injil Allah. Peristiwa ini begitu penting sehingga sebelum Yesus memilih ke 12 rasul-Nya, Ia berdoa di atas bukit sendirian. Ia berkomunikasi dengan Bapa-Nya agar pemilihan ke 12 rasul-Nya menjadi momen penting karena mereka inilah yang akan menjadi saksi hidup-Nya serta ajaran-Nya untuk mewartakan kabar gembira tentang Kerajaan Surga.

Penetapan 12 Rasul Yesus

Kedua belas para murid (rasul) ini telah dipilih secara khusus yang disebut satu per satu sbb:

1. Simon yang kemudian disebut Petrus
2. Yakobus anak Zebedeus
3. Yohanes saudara Yakobus yang juga disebut Boanerges
4. Andreas
5. Filipus
6. Bartolomeus
7. Matius
8. Simon orang Zelot
9. Thomas
10. Yakobus anak Alfeus
11. Yudas Tadeus,
12. Yudas Iskariot yang kelak mengkianati-Nya, yang kemudian digantikannya oleh Matias.

Kedua belas rasul ini menggambarkan ke 12 suku Israel. Kedua belas rasul ini selain untuk mewartakan kabar keselamatan juga diberi kuasa untuk mengusir setan atau roh-roh jahat.

Inspirasi batin dari bacaan Injil Markus hari ini, Kuasa Doa melihat bahwa tugas para rasul itu menjadi nyata setelah Kristus sendiri tidak bersama mereka, dan melalui penyertaan Roh Kudus mereka ini melaksanakan tugasnya untuk meneruskan karya keselamatan Kristus ke seluruh dunia, atau sampai ke ujung bumi (Kis 1:8).

Dalam perkembangan selanjutnya, umat beriman yang percaya kepada Yesus makin bertambah dan tersebar dari Asia ke Eropa dan terus sampai ke seluruh dunia. Selain ke 12 rasul sebagaimana disebutkan di atas, ada pula tokoh lain yakni Saulus yang kemudian bernama Paulus, merupakan rasul yang dipanggil secara kusus dengan tugas yang sama yakni mewartakan kabar (Injil) keselamatan. Di Anthiokia, semua orang yang percaya kepada Kristus selanjutnya disebut sebagai orang Kristen ( Kis.11:26).

Dengan penetapan ke 12 rasul-Nya itu, maka karya keselamatan Kristus diteruskan oleh para murid-Nya hingga saat ini.

Selanjutnya karya para rasul itu diteruskan oleh para penggantinya untuk menduduki tugas tersebut yakni oleh Gereja. Berkat bimbingan Roh Kudus, Gereja tetap eksis hingga saat ini. Roh Kudus adalah Roh Kristus sendiri yang menyertai Gereja-Nya hingga saat ini.

Demikian refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, yang telah beberapa saat tidak hadir karena sakit, dan tidak ada yang menggantikannya. Semoga kehadiran kembali renungan Kuasa Doa hari ini menjadi inspirasi tersendiri dalam kehidupan ini. Tuhan memberkati.-***

kuasa 23 January, 2015 2 Comments Permalink

Sabda Yesus yang penuh kuasa.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Markus 1:21b-28 yang bertemakan:’ Sabda Yesus yang penuh kuasa’. Injil Markus hari ini mengisahkan tentang Yesus yang mengajar di rumah ibadat di kota Kapernaum. Banyak pendengarnya memuji dan takjub akan pengajaran-Nya, karena ajaran-Nya penuh dengan kuasa. Pengajaran-Nya sangat berbeda dengan para ahli Taurat. Waktu Ia mengajar, ada seorang yang kerasukan roh jahat. Orang itu berteriak. katanya:” Apa urusanmu dengan kami, hai Yesus orang Nazareth? Engkau datang hendak membinasakan kami? Aku tahu siapa Engkau, yakni Yang Kudus dari Allah”. Tapi Yesus menghardiknya, kata-Nya:” Diam, keluarlah dari padanya”. Roh jahat itu mengguncang-guncang orang itu dan sambil menjerit dengan suara nyaring, ia keluar dari padanya.

Yesus mengusir roh jahat

Seluruh pendengar-Nya takjub sehingga mereka memperbincangkan-Nya, katanya:”Apa ini?Suatu ajaran baru? Guru itu berkata-kata dengan kuasa. Roh-roh jahat pun Ia perintah dan mereka taat kepada-Nya”. Sejak saat itu, tersebarlah dengan cepat kabar tentang Yesus ke segala penjuru di seluruh Galilea.

Inspirasi batin dari bacaan Injil Markus hari ini antara lain bahwa roh jahat mengakui eksistensi Yesus baik sebagai orang Nazaret, sekaligus Ia adalah Yang Kudus dari Allah. Jadi, wajarlah kalau roh jahat atau iblis sangat ketakutan. Roh jahat pun tunduk pada-Nya, karena itu ia keluar dari tubuh orang yang dirasukinya. Seperti diketahui bahwa banyak orang meragukan siapakah sosok Yesus itu, apakah Ia hanya sebatas manusia biasa, atau Ia sungguh Allah yang berinkarnasi menjadi manusia. Banyak orang berkutat tentang hal ini, karena dalam seluruh Kitab Suci, Yesus tidak menyatakan Diri-Nya sebagai Allah dan agar orang menyembah-Nya. Perdebatan demi perdebatan tentang hal ini tidak pernah memberikan jawaban yang memuaskan, bahkan terus menimbulkan pertentangan di antara banyak orang hingga saat ini. Dalam Kitab Suci, Yesus tidak banyak bicara, tetapi lebih banyak berbuat. Perbuatan Yesus seperti mengusir roh jahat dan roh jahat pun taat kepada-Nya adalah salah satu bukti bahwa Yesus adalah Yang Kudus dari Allah.

Perbuatan Yesus telah menunjukkan bahwa Kerajaan sudah datang dan hadir di tengah umat manusia. Oleh karena itu, jika kita berbicara tentang Kerajaan Allah, maka kita berbicara tentang Yesus yang sabda-Nya penuh kuasa. Dalam sabda dan tindakan Yesus, Kerajaan Allah telah hadir dan tinggal di antara kita dan bersama kita.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 13 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Ikutlah untuk menjadi penjala manusia.

Kuasa Doa hari ini mau menyampaikan inspirasi bacaan Injil Markus 1:14-20 dengan tema:” Ikutlah Aku untuk menjadi penjala manusia”. Injil Markus hari ini mengisahkan Yesus yang memberitakan Injil Allah di Galilea. Dalam ajaran-Nya Yesus mengatakan:” Waktunya sudah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil”. Ketika Yesus menyusur danau Galilea, Ia melihat Simon dan Andreas saudaranya. Mereka ini adalah nelayan yang hidupnya mencari ikan. Yesus yang melihat dan bertemu mereka sambil berkata:” Mari, ikutlah Aku dan kalian akan Kujadikan penjala manusia”. Keduanya segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Yesus. Setelah bertemu Simon dan Andreas, Yesus meneruskan perjalanan-Nya. Dilihat-Nya Yakobus, anak Zebedeus, dan Yohanes saudaranya, tengah membereskan jalanya di dalam perahu. Yesus pun memanggil mereka, dan mereka pun segera meninggalkan ayahnya, Zebedeus, dalam perahu bersama orang-orang upahannya, dan mereka pun mengikuti Yesus.

Yesus memanggil para murid pertama

Inspirasi dari bacaan Injil Markus hari ini adalah ketika Yesus memanggil murid-murid pertamanya tanpa ada hambatan sedikit pun. Para nelayan itu ikut Yesus tanpa pertanyaan sedikit pun dari mereka, dan terus mengikuti Yesus. pada hal mereka ini belum atau tidak sama sekali mengenal siapa itu Yesus yang mewartakan Injil Allah.

Yesus nampaknya mempunyai daya tarik yang luar biasa sehingga para murid pertama ini mengikuti-Nya tanpa reserve. Sabda-Nya:”Ikutlah Aku”, mempunyai magnit yang luar biasa, sehingga Simon dan Andreas, Yakobus da Yohanes meninggalkan pekerjaan mereka sebagai nelayan dan mengikuti Yesus tanpa banyak komentar. Seruan Yesus:” Waktunya telah genap. Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah pada Injil” mendapat tanggapan dari para murid pertama. Yesus membutuhkan orang lain untuk mewartakan kabar keselamatan. Tak mungkin Yesus bekerja sendiri. Ia membutuhkan orang lain untuk mewartakan kabar keselamatan. Oleh karena itu Yesus menegaskan bahwa mereka ini akan dijadikan penjala manusia, bukan menjadi penjala ikan lagi. Dikaitkan dengan Kerajaan Allah yang sudah dekat, Yesus memanggil para murid-Nya untuk ikut ambil bagian dalam mewartakan pertobatan dan percaya kepada Injil.

Tentang pewartaan Injil kabar keselamatan, Yesus membutuhkan banyak murid. Sebagai pengikut Kristus, kita juga harus ikut ambil bagian dalam pewartaan ini. Kita pun harus ambil dalam tugas ini agar pewartaan Kerajaan Allah makin luas. Dengan cara ini, maka keselamatan umat manusia juga makin banyak.

Sebagai pengikut Kristus, kita pun juga dipanggil untuk itu, walau ‘barangkali’ tidak khusus seperti para murid- pertama. Tapi pesan bahwa kita harus juga ikut serta ambil bagian dari rencana keselamatan ini menjadi nyata setelah kita memperoleh pesan itu pada waktu mengikuti perayaan Ekaristi. Dalam ritus penutup selalu dipesankan” pergilah, kamu diutus untuk mewartakan kebaikan Tuhan”, dan semua menjawab ‘amin’.

Oleh karena itu, menjadi penjala manusia diartikan kita ikut ambil bagian dalam pewartaan kabar keselamatan umat manusia.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 12 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Engkaulah Anak yang Kukasihi.

Renungan Kuasa Doa hari Minggu ini walau sudah terlambat ingin menyampaikan sedikit ulasan tentang bacaan liturgis hari Minggu. Tema yang diangkat hari Minggu ini adalah ” Engkaulah Anak yang Kukasihi”, yang merupakan inspirasi dari Injil Markus 1:7-11. Penginjil Markus hari Minggu ini mengisahkan tentang Yesus yang dibaptis di sungai Yordan oleh Yohanes Pembaptis bersama orang banyak lainnya. Ketika Yesus dibaptis oleh Yohanes, Yesus pun keluar dari air. Waktu itu Yesus melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun atas-Nya. lalu terdengarlah suara dari surga:” Engkaulah Anak yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan”.

Yesus dibaptis di sungai Yordan

Inilah sebuah kesaksian tentang sosok Yesus yang merupakan kesaksian dari Allah, bukan kesaksian dari manusia. Bersamaan dengan itu, Gereja hari Minggu ini juga merayakan Pesta Pembaptisan Tuhan. Sebagai Putera Allah, Yesus sangat dipenuhi dengan Roh Kudus, sosok yang sangat dikasihi Allah dan berkenan kepada-Nya. Sebagai Anak Allah, Ia dipenuhi dengan Roh Kudus karena bersatu dengan-Nya. Ia pun dikasihi dan berkenan kepada Allah karena Ia adalah Allah yang sendiri demi keselamatan dunia. Oleh karena itu, peristiwa Pembaptisan Tuhan merupakan pengumuman mengenai Yesus yang adalah Anak Allah, Penegak Hukum Allah dan Penyelamat sebagai pemenuhan nubuat nabi Yesaya.

Inspirasi batin dari bacaan Liturgis hari Minggu ini, maka sebagai umat beriman dan sebagai pengikut Kristus yang menerima baptisan air dan Roh Kudus, kita semua diajak untuk meneladani Yesus dalam karya-karya-Nya. Kalau kita perhatikan dan membaca Injil dengan teliti, nampak bahwa Yesus tidak banyak bicara, namun bertindak. Tindakan atau karya Yesus adalah karya kasih yang merupakan realisasi dari ajaran-ajaran-Nya. Semua ajaran Yesus dapat dirumuskan dalam satu kata yakni kasih. Kasih mengatasi segalanya, namun orang juga sulit merealisasikan ajaran Yesus, karena keterikatan manusia dengan dunia.

Oleh karena itu, menjadi pengikut Kristus berarti melaksanakan kasih Tuhan dalam karya nyata. Kesaksian Allah tentang siapakah Yesus itu jelas sekali, bahwa Ia sungguh Allah dan sungguh manusia.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari Minggu ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 11 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Dia harus menjadi besar, aku harus menjadi kecil.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari bacaan Injil Yohanes 3:22-30 dengan tema:” Dia harus menjadi besar, aku harus menjadi kecil”. Penginjil Yohanes hari ini mengisahkan perbedaan tentang sosok Yesus dan sosok Yohanes (Pembaptis). Keduanya merupakan utusan Allah. Namun ada perbedaan yang besar di antara keduanya.

Dia harus menjadi besar, tapi aku harus menjadi kecil.

Yohanes Pembaptis mempunyai tugas yang mulia yakni mempersiapkan jalan tentang kehadiran Tuhan di tengah umat manusia. Yohanes membaptis dengan air, sementara Yesus membaptis dengan Roh Kudus. Ketika terjadi kasak-kusuk di antara kedua murid Yohanes dan murid Yesus, Yohanes dengan tegas bahwa Yesus harus menjadi besar, dan ia sendiri harus menjadi kecil. Yohanes menyadari bahwa dirinya bukan siapa-siapa. Ia bukan Mesias dan bukan juga Elia.

Inspirasi dari bacaan Injil hari ini antara lain betapa mulianya hati Yohanes yang dengan tegas menyatakan dirinya bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa. Ia tahu persis sosok Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus. Ia lahir di dunia menjadi utusan Allah untuk mempersiapkan jalan bagi Tuhan. Ia dengan rendah hati agar para pengikutnya untuk datang dan mengikuti Yesus yang membaptis dengan Roh Kudus, karena Dialah Mesias yang sesungguhnya. Sekiranya ucapan Yohanes yang masih muda dan energik itu disampaikan dalam masa tuanya, tidak menjadi masalah. Yohanes yang masih muda berani mengatakan bahwa Yesuslah yang lebih pantas untuk diikuti dan didengarkan. Yohanes yang masih muda, dan masih mempunyai masa depan, tapi dengan rendah hati ia menyampaikan pengumumannya agar semua orang untuk datang kepada Yesus dan mendengarkan ajaran-Nya. Ia membiarkan dirinya tidak mempunyai peran apa-apa, atau berada di tengah para pengikutnya. Ia mundur dari arena ini. Ia ingin berada di belakang Yesus Kristus yang menjadi pusat perhatian semua orang.

Berbicara tentang ‘kerendahan hati’, memang mudah dikatakan, tetapi sulit dilaksanakan. Hidup manusia selalu dipenuhi dengan hal-hal yang syarat kemanusiaan atau keduniawian. Lawan dari kerendahan hati adalah kesombongan. Manusia lebih mudah cenderung sombong dari pada rendah hati. Oleh karena itu, apa yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis adalah sesuatu yang luar biasa, apalagi Yohanes masih tergolong muda dan masih memiliki masa depan.

Demikianlah refleksi singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 10 January, 2015 Leave A Comment Permalink

Jadilah Engkau Tahir.

Kuasa Doa hari ini menyajikan renungan yang bertemakan:” Jadilah engkau tahir” yang merupakan inspirasi dari bacaan Injil Lukas 5:12-16. Santo Lukas Penginjil hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menyembuhkan seorang kusta. Ketika melihat Yesus, tersungkurlah si kusta dan mohon kepada Yesus katanya:” Tuan, jika Tuan mau,

Yesus mentahirkan seorang kusta.

Tuan dapat mentahirkan aku”. Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dengan menjamah orang itu dan berkata:” Aku mau, jadilah engkau tahir!”. Seketika itu juga lenyaplah penyakit kustanya. Setelah si kusta itu menjadi tahir, Yesus berkata:” Pergilah, perlihatkan dirimu kepada imam, dan persembahkanlah untuk pentahiranmu persembahan seperti yang diperintahkan Musa sebagai bukti bagi mereka”.

Sejak saat itu Nama Yesus makin tersiar, dan banyak orang berbondong-bondong datang kepada-Nya untuk mendengarkan ajaran-Nya serta Yesus menyembuhkan penyakit mereka.

Inspirasi dari bacaan Injil Lukas hari ini antara lain tentang pentahiran si kusta yang terbebas dari sakitnya. Sebenarnya, si kusta tidak hanya terbebas dari penyakit jasmani, tetapi ia juga telah melihat keselamatan hidupnya. Ia menjadi saksi bahwa Yesus telah menjadi terang dalam dirinya. Keberaniannya untuk datang bersimpuh di depan Yesus dan memohon kesembuhannya membawanya kepada hidup baru. Ia mengalami pembebasan, bukan hanya pembebasan dari derita fisik karena penyakit kusta, tetapi juga pembebasan rohani. Hidupnya menjadi tidak hina lagi, tidak lagi disingkirkan oleh masyarakat. Ia tidak najis secara jasmani mau pun rohani. Ia yang dahulu dianggap terpisah dari Allah (terkutuk karena penyakit kustanya), kini ia bisa kembali ke dalam kesatuannya dengan-Nya. Imannya akan Yesus Sang Penyembuh jasmani dan rohani memberinya hidup baru sebagai seorang yang merdeka dan bermartabat, semartabat dengan sesamanya.

Menurut Santo Yohanes, si kusta yang sudah tahir ini menjadi pemenang atas dunia, karena ia percaya akan Yesus Anak Allah yang hidup di tengah manusia. Barangsiapa yang percaya kepada Yesus sebagai Anak Allah, maka Allah akan menganugerahkan hidup kekal dan hidup kekal ini ada di dalam Putera. Barangsiapa memiliki Putera, ia memiliki hidup. Dan barangsiapa tidak memiliki Sang Putera, ia tidak memiliki hidup. Hidup kekal adalah kemenangan akhir yang diperoleh setiap orang yang percaya kepada Yesus.

Oleh karena itu, hendaklah kita juga menjadi tahir, menjadi orang yang merdeka. Kita telah melihat cahaya terang dalam Kristus Yesus, karena Ia adalah sumber cahaya terang untuk menggapai hidup kekal yang akan datang.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

kuasa 9 January, 2015 Leave A Comment Permalink