Kuasa Doa

Kuasa Doa

Media Informasi Iman Katholik online

Kuasa Doa:” Keselamatan hanya ada di dalam Yesus”.

Renungan Kuasa Doa hari ini berthemakan ‘keselamatan hanya ada di dalam Yesus’. Thema ini diangkat dari Kisah Para Rasul 4:1-12.

Sekali peristiwa, sesudah menyembuhkan seorang yang lumpuh, Petrus dan Yohanes berbicara kepada orang banyak. Tiba-tiba mereka didatangni imam-imaam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Mereka ini sangat marah, karena keduanya mengajar orang banyak dan memberitakan bahwa dalam Nama Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati. Kedua murid itu akhirnya ditangkap, lalu dijebloskan ke dalam tahanan. Setelah keduanya dijebloskan ke dalam tahanan, mereka akhirnya dibawa kepada pengadilan para tua-tua Yahudi. Mereka ditanyai dengan kuasa apa atau dalan Nama siapakah keduanya bertindak demikian. Petrus yang penuh Roh Kudus menjawab bahwa dalam Nama Yesus Kristus orang Nazareth yang mereka salibkan tetapi dibangkitkan Allah, keduanya bertindak menyembuhkan si lumpuh. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang bangunan, tetapi telah menjadi penjuru. “Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun selain di dalam Dia”.
Para rasul Kristus adalah saksi-saksi Kristus yang menyaksikan perjalanan Gurunya dari saat hidup bersama, sampai wafat dan kebangkitan-Nya. Para rasul ini begitu bersemangat mewartakan tentang Kristus yang bangkit dan hidup. Kristus yang bangkit dan hidup untuk selamanya.

Kehadiran Kristus itu sekarang terwakili oleh Gereja-Nya yang satu, kudus, katolik dan apostolik di bawah kepemimpin Paus.
Gereja sebagai representasi Kristus di dunia harus mewartakan khabar baik kepada dunia. Tentu pewartaan itu tidak seperti jaman Yesus ketika masih di dunia. Pewartaan yang kita sampaikan adalah melalui contoh-contoh hidup yang baik. Hidup pewartaan Kristus melalui fungsi hidup sebagai garam yang harus mempu menggarami sekelilingnya. Namun garam itu harus memberikan rasa asin, sebab garam yang tidak terasa asin, maka garam itu sudah tidak ada gunanya.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Kuasa Doa:”Mesias harus menderita dan bangkit di antara orang mati pada hari ketiga”.

Renungan Kuasa Doa hari ini diambil Injil Lukas 24:35-48 dengan thema:” Mesias harus menderita dan bangkit di antara orang mati pada hari ketiga”. Sukacita besar telah terjadi di antara para murid setelah Yesus bertemu dengan para murid-Nya. Pada mulanya mereka ragu, karena Yesus Gurunya dikira hantu. Hati mereka sebenarnya masih berkabung dan mereka masih belum mengerti apa yang terjadi dengan Guru-Nya. Dalam hati mereka masih tersimpan harapan yang dalam bahwa Guru-nya adalah sosok Mesias yang akan membebaskan bangsa Israel dari penjajahan Romawi. Namun apa yang mereka pikirkan sama sekali salah. Mesias di sini adalah pemimpin rohani yang akan membebaskan manusia dari dosa manusia.

Ketika bertemu dengan para murid-Nya, Yesus memberikan pengajaran kepada mereka dengan mengatakan:”Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari ketiga”. Apa yang terjadi dengan Diri-Nya, merupakan kegenapan Kitab Suci seperti Kitab Taurat Musa, kitab nabi-nabi, dan Kitab Mazmur. Yesus pun lalu membuka pikiran mereka agar mereka merenungkan ulang tentang Mesias yang harus menderita dan bangkit pada hari ketiga.

Ketika Yesus bertemu dengan para murid-Nya, Yesus memperlihatkan luka-luka-Nya, dan Diri-Nya bukan hantu sebagaimana mereka bayangkan. Yesus memperlihatkan tangan dan kaki-Nya dengan bekas-bekas penyaliban, bahkan mengundang mereka untuk meraba-Nya.
Apa yang Yesus perlihatkan adalah agar mereka berani menjadi saksi dari semuanya.

Seperti diketahui bahwa pada jaman ini, ada saja yang berusaha membelokkan peristiwa ini dengan mengatakan bahwa Yesus tidak mati, tetapi orang lain bukan Yesus yang disalibkan. Oleh karena itu kesaksian para murid menjadi bukti kuat bahwa Yesus Mesias memang telah mengelami penderitaan, kemudian wafat di kayu salib, dan bangkit pada hari ketiga. Para murid-Nya telah menyaksikian hal ini. Yesus bukan hantu, tetapi memang sosok Mesias yang menderita sengsara dan bangkit pada hari ketiga.

Oleh karena itu, iman kita harus pada kesimpulan bahwa apa yang tertulis di dalam Kitab Suci adalah kebenaran. Sebab sekiranya meragukan kebenaran itu, maka bubarlah iman kita tentang Yesus yang bangkit. Oleh karena itu, kesaksian para rasul harus menjadi kata kunci dan menjadi sumber iman kita. Sebab kalau sumber iman hanya pada Kitab Suci saja (sola scriptura), maka sumber iman itu masih belum lengkap. Sebagai orang Katolik, sumber iman kita terdiri atas Kitab Suci, Tradisi Suci dan Magisterium. Ketiganya tak bisa dipisah-pisahkan. Oleh karena itu, kesaksian para rasul merupakan bagian tradisi suci dan menjadi sumber iman kita.

Setelah kita mengimani segala sesuatu yang tertulis di dalam Kitab Suci, maka kewajiban kita antara lain menyebarluaskan khabar gembiran itu kepada sesama kita.

Demikialah renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Marilah kitaberdoa (oratio):

Bapa di surga yang kudus dan kekal, mampukan diriku menjadi saksi-saksi Kristus sebagaimana para rasul-rasul. Curahkan Roh-Mu yang kudus ke dalam hatiku agar aku berani mewartakan khabar sukacita –Mu melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantaraku, amin.

Kuasa Doa:”Mereka mengenal Yesus sewaktu memecahkan roti”.

Renungan Kuasa Doa hari ini diangkat dari Injil Lukas 24:13-35 dengan thema:” Mereka mengenal Yesus sewaktu memecahkan roti”. Berkaitan dengan thema ini, Kuasa Doa mencoba menggali makna Injil Lukas hari ini. Kisah dua murid dalam perjalanan menuju Emaus, mereka tidak melihat orang asing itu adalah Yesus yang telah bangkit. Kebutaan ‘rohani’ menyebabkan seseorang yang paling dekatpun tidak dikenalnya. Mereka sangat anthusias berbicara tentang Yesus yang mengalami sengsara, wafat di kayu salib, tetapi Ia ternyata bangkit di antara orang mati.
Makna lain dari ungkapan di atas antara lain kalau hidup kita terlalu sibuk dengan hal-hal yang bersifat duniawi, bisa jadi mata bathin kita juga tertutup dengan hal-hal yang bersifat rohani.
Dalam hidup ini, selain mata jasmani kita juga perlu mengasah bathin kita. Karena dengan mata bathin, kita mampu melihat hal-hal yang bersifat rohani.
Mata mereka terbuka setelah ‘orang asing ‘ itu menginap di kampung Emaus. Setelah Yesus memecah-mecahkan roti, barulah kedua murid itu sadar bahwa Ia adalah Gurunya.

Demikian pula, pengalaman murid itu terkadang identik dengan pengalaman hidup kita. Sekiranya hidup kita silau dengan hal-hal yang bersifat jasmani (duniawi), maka mata bathin kita menjadi tertutup. Karena mata bathin tertutup, maka hal-hal yang bersifat rohani tidak nampak lagi.

Untuk kembali kepada hal-hal yang bersifat rohani, kita membutuhkan olah rohani yang terus-menerus. Mata bathin pun perlu diasah agar kita makin peka terhadap hal-hal yang bersifat rohani.

Sebagai umat beriman, kita tidak cukup hanya pergi ke Gereja seminggu sekali sebagai kewajiban, tetapi kita harus mengenal lebih dalam mengenai Yesus. Hidup kita harus berbuah. Untuk meneguhkan ungkapan ini, Yesus pernah berkata dan sabda-Nya ini juga berlaku hingga hari ini. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5).

Berkaitan dengan thema Kuasa Doa hari ini:” Mereka mengenal Yesus sewaktu memecahkan roti”, maka kita pun juga akan mengenal Yesus. Karena dengan menerima Yesus melalui komuni, kita sungguh dipersatukan dengan Yesus. Oleh karena itu setiap kali, kita mengikuti perayaan Ekaristi, di mana Kristus hadir secara rohani, maka kita sungguh menerima kahadiran Yesus. Apa yang kita sambut dan kita makan sungguh-sungguh Tubuh Kristus sendiri. Hal ini bisa kita terima kalau kita memiliki mata bathin rohani yang terus diasah terus-menerus.

Singkatnya, setiap kali kita menerima Tubuh Kristus, maka hal itu berarti kita melihat Yesus secara utuh dalam mata bathin kita.

Demikian renungan singkat Kuasa Doa hari ini, Tuhan memberkati.-***

Marilah kita berdoa (oratio).

Bapa di surga yang penuh rahim, bukalah mata bathinku agar aku mampu melihat-Mu lebih dalam melalui Yesus Kristus, Tuhan dan Pengantaraku, amin.

Kuasa Doa:” Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”.

Renungan Kuasa Doa hari ini kembali lagi setelah beberapa saat tidak hadir karena admin mengikuti acara perayaan Pekan Suci Semana Santa di Larantuka Flores Timur. Kini admin kembali untuk meneruskan pewartaan Kuasa Doa yang hari ini berthemakan:” Aku telah melihat Tuhan, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”. Renungan Injil hari ini diangkat dari Injil Yohanes 20:11-18.

Sebelum sedikit lanjut, Kuasa Doa menyampaikan Selamat Paskah kepada para pembaca Kuasa Doa on line ini. Hari ini Yesus Tuhan mengajak kita untuk melihat kebangkitan Tuhan dan menjadi saksi-saksi kebangkitan Tuhan. Maria Magdalena, Maria-Maria lain serta para murid adalah saksi-saksi kebangkitan Kristus, walau ada sebagian banyak orang tidak percaya bahwa Yesus pernah disalib karena digantikan oleh orang lain. Saksi-saksi kunci tentang kebangkitan Kristus sebagaimana disebutkan di atas adalah saksi yang tidak terbantahkan.

“Aku telah melihat, dan Dialah yang mengatakan hal-hal itu kepadaku”, merupakan bukti kuat bahwa Yesus Tuhan pernah mengalami sengsara, wafat, kini telah bangkit. Kalau Yesus tidak bangkit, maka sia-sialah iman kita. Karena Kristus itu bangkit, berarti Kristus itu hidup dan tidak mati lagi. Sejak Kristus dinyatakan bangkit oleh para saksi-saksi, dan Yesus pun sempat beberapa saat hidup dan menampakkan serta hidup di dunia sebelum naik ke dalam surga.

Yesus sebagai Tuhan sekarang ini tidak bisa dilihat secara visual (kasat mata), tetapi dengan mata bathin kita, kita mampu bisa merasakan, meraba sosok Kristus yang hidup itu. Kehidupan Kristus itu sekarang kita lihat melalui kehadiran Gereja-Nya yang satu kudus, katolik dan apostolik. Kesaksian para murid yang berani mengurbankan hidupnya demi Nama Yesus membuktikan bahwa Yesus itu bukan hanya sekedar utusan Allah, tetapi Allah sendiri yang merendahkan diri sebagai manusia. Para saksi melihat Tuhan itulah yang mendasari penulisan Injil tentang Yesus. Hubungan pribadi dengan Yesus membawa keyakinan iman yang menggerakkan semua langkah hidup saksi kebangkitan yang dijamin oleh Roh Yesus.

Namun demikian tidak semua orang akan sampai kepada pemahaman ini sekiranya Allah sendiri tidak memanggilnya. Dengan kata lain, kita membutuhkan rahmat Tuhan untuk sampai kepada-Nya.

Penggilan hidup kita juga mengarahkan pada kebenaran bahwa melihat Tuhan adalah dasar kepercayaan sepanjang masa.

Berkaitan dengan renungan Kuasa Doa hari ini, Santo Petrus sebagai saksi Kristus yang bangkit meminta kepada kita untuk bertobat dan memberi dirinya dibaptis dalam Nama Yesus.

Sebagai pengikut Kristus, kita pun dipanggil untuk mewartakan Yesus yang bangkit, Kristus yang hidup. Dan panggilan itu bisa dilakukan dengan “dipanggil untuk melayani”.

Demikianlah renungan singkat Kuasa Doa hari, Tuhan memberkati.-***